Cinta tidak terdapat kesempatan kedua?

Cinta tidak terdapat kesempatan kedua?

AJARAN MUSLIM - Cinta tidak terdapat kesempatan kedua?

Sobat, marilah kita sedikit berbual wacana jalan cinta. Di sini, tidak terdapat stagnasi. Pada jalan ini semuanya lurus dan  lapang tidak berkesudahan. Begitu “on”, kau takkan lagi merasa kesulitan, atau kemandekan atau kelambanan. Klik, dan  semuanya berjalan tanpa halangan, kencang tanpa hitungan. Inilah jalan cinta.

Jalan cinta ialah jalan derita yg paling menyenangkan. Ya, semua itu pastilah ada deritanya. Tapi derita cinta, istilah penyair nizar qabbani, artinya yang paling lezat serta manis.

Di jalan ini, sakit pun bisa terasa lebih lezat dari kesembuhan. Serta nikmat kesembuhannya terasa berlipatganda. Di jalan ini, panas terasa sejuk serta kesejukannya akan terus terasa meski panas sekali waktu tiba menarik hati.

Di jalan ini, tidak terdapat aku , kau serta mereka. Di sini seluruh tampak sama, sama-sama tidak tampak lagi. Tidak ada benjolan, friksi, tekanan ataupun kepadatan. Pada sini semua telah dikosongkan; disedot higienis sang kekuatan cinta.

Inilah jalan orang-orang yg sakitnya artinya kesembuhan, bingungnya ialah kepastian, miskinnya artinya kekayaan, tidurnya merupakan keterjagaan, pening kepalanya ialah kelegaan, gilanya ialah pencerahan, serta kesadarannya tidak pernah sirep.

Sobat, Jika kita baca hayati orang-orang yang meniti jalan ini, maka kita tidak mungkin paham. Mereka seperti anak-anak yg tidak kenal lelah bermain, bercanda dan  bermesraan. Akan tetapi mereka tidak pernah main-main. Mirip anak-anak itu, mereka melakukan segalanya dengan sungguh-sungguh. Mereka sudah menemukan sosok pada pulang bayang-bayang yg dicari kebanyakan orang asal kejauhan. Mereka tepekur menikmati suasana yg tidak ada lagi lahir serta batinnya–di sini semuanya jadi bathin sekaligus zhahir, awal sekaligus akhir.

Jalan ini seperti kereta cepat yang meluncur tanpa stasiun pemberhentian, melaju terus tanpa perlu bahan bakar. Bahan bakarnya merupakan sang kekasih, masinisnya adalah sang kekasih, penumpangnya merupakan sang kekasih, relnya adalah oleh kekasih, keretanya ialah oleh kekasih serta tujuan akhirnya ialah oleh kekasih. Di kereta ini tidak terdapat kategori, analisis, konsep, bahasa, atau komunikasi. Pada dalamnya seluruh melebur jadi kesatuan.

Pada jalan ini, terdapat khalayak ramai bersenandung: pagi ini aku  menengok pantai. Aku  mengingatmu, kekasih. Sekiranya pantai ini mengenalimu, dia sempurna akan meninggalkan bahari, melupakan ikan serta segenap kekayaan di dalamnya, menarik dirinya asal tepian kemudian berlari mengikuti ingatanku.

Di jalan ini, rumi bertutur: sebab cinta yg getir jadi cantik, duri jadi mawar, cuka jadi anggur segar, barah yang berkobar jadi cahaya berpendar, batu yg keras jadi lembut bak mentega, duka jadi riang gembira, amarah jadi kasih sayang, setan jadi malaikat, busuk jadi harum semerbak, logam jadi emas berkilau.

Oh sobat, sekiranya kita bisa sampai di jalan ini, maka tidak ada lagi perasaan kehilangan, seperti pula tidak terdapat perasaan mempunyai. Pada jalan ini, yang ada hanya sang kekasih. Selainnya hanya kekosongan, yg menggendong kita buat terus maju menghampiri sang tujuan.

Ya, pada jalan cinta tak ada kesempatan ke 2, tidak ada keraguan yg mendera, tidak terdapat kesulitan yg melanda, tidak terdapat kata-istilah, tidak terdapat apa-apa. Mereka yg masih senang berjalan di tengah stagnasi asa dan  tumpukan perkakas analisa jangan pernah bermimpi melintasi jalan ini. Mereka bakal menggigil ketakutan di sini, merasakan dahsyatnya kesenyapan.

Sobat, hanya sekali ini saja, yuk kita coba ingat pulang pesan oleh pengajar: “lupakan apa yang bukan jadi urusanmu, semisal hayati dan  matimu, sial  serta mujurmu, harta serta statusmu, perut serta auratmu, kening dan  pahamu, tubuh dan  jiwamu. Sekali ini saja fokuslah pada urusanmu sendiri, yakni kehampaan serta ketiadaanmu.”

Terakhir, sobat, izinkan aku  menggaruk gatal di jidatku dan  mengucapkan selamat tinggal di prosa yg tidak krusial ini.

Mungkinkah Ada Kombinasi Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan ?

Mungkinkah Ada Kombinasi Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan ?

AJARAN MUSLIM - Mungkinkah Ada Kombinasi Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan ?


     Judul ini mengingatkan Perkataan seorang santri yang ketika itu penulis juga masih seorang santri.
Karena kedudukan yang masih awam dan tak banyak ilmu, maka saat itu hanya termenung saja dan memikirkan perkataannya seperti berikut ini " Mengapa kamu belajar geografi, serius sekali ! mending Kamu baca Al Qur'an Dan di Al Qur'an dah ada semua? "  " Buat apa kau belajar matematika, nanti kau gak ditanya Tuhan tentang Matematika itu ? " Mungkin kalimat di atas adalah kalimat yang sepele yang bisa saja muncul dalam pembicaraan seorang muslim dengan peci,sorban , atau sarung dengan warna serba putih atau seorang muslim yang taat beribadah .
     
     Sebenarnya kalimat di atas , bisa jadi sebuah kesalahan pemahaman yang terjadi di kalangan muslim sendiri . Hal ini terkait dengan dikotomi pemisahan ilmu umum dan ilmu agama . Ilmu umum dianggap kebenaran ilmiah semata tanpa perlu landasan agama , sedangkan ilmu agama juga dianggap suatu kebenaran semata tanpa perlu landasan agama , sedangkan Ilmu agama juga dianggap suatu kebenaran semata tanpa perlu landasan dari ilmu pengetahuan . Ilmu agama dipandang oleh saintis tidak ilmiah, dan saintis dipandang oleh agama tidak harus diikuti karena dianggap bukan wahyu Tuhan . Masing-masing di antara keduanya saling berkompetisi dan menunjukkan kebenarannya tanpa melihat kaitannya dengan yang lain . 
     
     Wacana semua keilmuan di abad 21 diharapkan dapat menjawab semua tantangan perkembangan zaman . kondisi inilah yang seharusnya menjadi salah satu dasar bahwa sepatutnya agama dikembangkan sebagai basic / dasar ilmu pengetahuan, Karena perkembangan ilmu pengetahuan tanpa dibarengi nilai religi akan menyebabkan gap / jurangperbedaan semata seperti hal di atas , Akibatnya ilmu pengetahuan samakin meninggalkan agama dan kemudian mengeksplotasi alam . Konsep ketuhanan pun bergeser, ada anggapan bahwa agama diperlukan hanya untuk orang-orang yang terpinggirkan dari ilmu pengetahuan . Mereka mengklain dengan ilmu pengetahuan sudah cukup diketahui semua hal yang telah terjadi , yang sedang terjadi dan akan terjadi dengan ilmu pengetahuan saja.

     Di sisi lain , Jika dibuka sejarah tokoh-tokoh muslim, maka anggapan ilmu umum tidak penting bahkan tidak perlu dibaca juga bukan hal yang sepenuhnya bisa dibenarkan . Terdapat beberapa tokoh besar dari kalangan muslim yang tidak melupakan ilmu umum bahkan mereka adalah penemu ilmu umum yang pengarhnya besr hingga sekarang .Seperti : Al-Farabi seorang pemikir muslim terkemuka dengan penumuannya logika, ilmu matematika , ilmu alam , teologi dan ilmu politik dan kenegaraan ; Al-batani menemukan sejumlah persamaan trigonometri ;Ibnu Sina terkenal dengan seorang penulis , seorang dokter , dan terkenal dengan ahli pengobatan muslim ; Muhammad bin Musa al Khawarizmi seorang muslim tetapi ahli matematika , astronomi dan geografi dari Persia dan Seterusnya .

Selain dari itu secara praktis, seorang muslim juga menggunakan ilmu umum untuk menjalankan sebagian ibadahnya bahkan muncullah berbagai lembaga disebabkan karena adanya penggabungan antara ilmu umum dan ilmu agama. Tidaklah seorang muslim bisa membagi warisan jika dia tidak memilki ilmu hitung yang baik dan benar, tidaklah seorang muslim juga bisa menghitung membayar zakat mal dan fitrah jika kemampuan ilmu hitungnya lemah kemudian muncullah BAZIS atau LAZIS, tidaklah seorang muslim mengetahui kapan gerhana, kapan shalat, kapan ramadhan dan lain jika tanpa ilmu astronomi islam sehingga muncullah CASA, BADAN HISAB DAN RUKYAT dst. Bahkan dia tidak bisa menghitung BPJS/ jual beli/laba rugi jika dia tidak tahu ilmu huitung sama sekali. Dalam hal ini tentulah juga ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi. 

     Sehingga jelas bahwa sesungguhnya ilmu umum haruslah dilandasi ilmu agama, dan ilmu agama sendiri haruslah menerima bahwa keberadaan ilmu umum diperlukan manusia. Universitas-universitas Islam di Indonesia telah memadukkan antara ilmu umum dan illmu agama sehingga muncul seperti Ilmu Astronomi Islam, Psikologi Islam, Pendidikan Islam, Psikologi Pendidikan Islam, Psikologi Hukum Keluarga Islam, Sosiologi dan Antropologi Hukum Islam, Sejarah Sosial Pemikiran Islam, Islam dan HAM, Ilmu Akutansi Syariah, Ilmu Ekonomi Islam, Hukum Ekonomi Islam, Perbankan Syariah dan lain-lain. Walaupun perpaduan ini bukanlah tanpa kekurangan, namun patut untuk dievaluasi bersama bahwa inilah bukti bahwa agama harus mampu menjawab tantangan perkembangan tekonologi dan perubahan sosial. Agama juga harus sebagai “rahmatan lil alamin fi kullli makan wa zaman” bukan hanya sekedar slogan semata. 

     Hal ini dimaksudkan seorang ahli agama juga bisa mengikuti perkembangan teknologi dengan arif, bijaksana dan salah satu agen pengontrol sosial agar manusia tidak lupa dengan Tuhan di saat ilmu pengetahuan dianggap mengetahui banyak hal atau “Tuhan yang baru” disebagian kalangan umat. 
     
Allah memunculkan insan kesempurnaan ubudiyah

Allah memunculkan insan kesempurnaan ubudiyah


AJARAM MUSLIM - Allah memunculkan insan kesempurnaan ubudiyah

         Pesan yang tersirat ketujuh berasal banyaknya pesan tersirat berasal adanya perbuatan dosa dan maksiat adalah bahwa, allah swt memunculkan di diri hamba- nya kesempurnaan ubudiyah.

Ubudiah yang tepat itu terwujud dengan cara menyempurnakan wahana kerendahan serta kepatuhan. Insan yang paling tepat sifat ubudiahnya ialah yang paling tepat kerendahan, ketundukan, serta ketaatannya pada allah swt.

Seorang hamba rendah di hadapan tuhannya yang haq dengan segala bentuk kerendahan. Dia hina sebab kemuliaan allah swt, rendah di hadapan keperkasaan allah swt, tunduk kepada rububiyah allah swt, rendah sebab faktor karunia serta nikmat tuhan kepadanya. Karena, siapa yang memberimu, berarti beliau telah memperhambakanmu. Hatimu menjadi budaknya, rendah dan  hina. Sebab, engkau  selalu membutuhkan-nya buat memperoleh manfaat serta menolak semua yang berbahaya.

Pada sini ada 2 macam kerendahan dan  perhambaan yang memiliki efek luar biasa. Keduanya menuntut ketaatan dan  kemenangan yang tidak sama berasal yg lain bagi pemiliknya.

  1. kerendahan cinta kasih

  • Ini tidak selaras dari yang sudah dibicarakan sebelumnya. Beliau artinya inti, bahkan ruh serta hakikat berasal cinta. Itulah yg sebenarnya diminta asal seseorang hamba seandainya beliau sadar. Kerendahan ini memunculkan aneka macam macam pendekatan diri, itsar, ridha, syukur, tabah, penyesalan, serta menanggung aneka macam beban berat pada hati orang yang cinta. Seluruh sifat itu tadi tidak dapat dimunculkan oleh khauf (takut) saja atau rajaa' (pengharapan) saja. Seorang sahabat berkata, "cinta kepada-nya memunculkan ketaatan melebihi yg dimunculkan sang rasa takut pada-nya." inilah kerendahan orang-orang yang cinta.

   2.kerendahan maksiat

  • Bila ini tergabung dengan yg pertama, maka gambaran kebajikan dirinya lenyap, jiwanya lebur, kekuatannya lentur, klaim-klaim kesombongannya pupus secara keseluruhan, dan  egoisme serta keangkuhan 'aku ' akan terhapus berasal hati dan  lidahnya. Si miskin ini terbebas dari keluhan-keluhan pembangkangan, keberpalingan, serta penghindaran.

2 syuhud (persaksian/pengakuan) menjadi murni, sehingga tidak tersisa selain 

  1. persaksian yg benar -betul murni terhadap kemuliaan dan  keagungan-nya yg tidak terdapat satu pun makhluk-nya yg menyamai
  2. pengakuan yang benar-benar tulus akan kerendahan serta kemiskinan dirinya berasal seluruh aspek dan  standar. Beliau mengakui kerendahan dan  kemiskinan dirinya. Pula mengakui kemuliaan, keagungan, kekuasaan, dan  kekayaan kekasihnya. Jika kedua pengakuan ini tertanam kuat pada benak, maka tidak terdapat setitik pun kerendahan dan  kebutuhan pada yang kuasa kecuali dia menyaksikan serta mengakuinya.

  • Coba bayangkan kedudukan seperti apa yang dicapai hati mirip ini? 
  • Kedekatan seperti apa yg diperolehnya? 
  • Kenikmatan serta ketenangan macam apa yg dirasakannya?
Maka, sekarang perhatikanlah penyesalan yg terjadi padanya dampak maksiat! Betapa menakjubkannya penyesalan ini! Betapa akbar pengaruhnya! Bagaimana penyesalan itu tiba sehingga menumpas asal dirinya segala klaim kebaikan diri dan  aneka macam macam angan-angan kosong. Kemudian menyebabkan rasa memalukan terhadap amal saleh yang sudah dikerjakannya, kemudian menyebabkannya menganggap banyak terhadap sedikit nikmat tuhan yang diterimanya karena dia sadar bahwa nilai dirinya lebih rendah dari kelayakan menerima nikmat itu. Perasaan seperti itu jua menuntutnya untuk menduga sedikit amal-amal salehnya yg banyaknya segunung sebab merasa bahwa dosa serta keburukannya memerlukan penghapus yg jauh lebih poly.

Akibatnya, beliau senantiasa berbuat baik dan  pada pada batinnya penuh penyesalan terhadap dosa dan  kesalahan. Beliau tunduk, tidak mendongakkan ketua, tidak membusungkan dada. Yg mengantarkannya pada kerendahan perasaan ini tidak lain adalah perbuatan dosanya. Jadi, adakah yang lebih digdaya selain obat ini?

"semoga penghinaan mendatangkan kebanggaan sesudahnya siapa tahu badan itu akan menjadi sehat karena penyakit."

Arti kabar ini artinya bahwa jika seseorang hamba melihat kebaikan diri, maka hidungnya membesar, jiwanya mengembang, lalu menyangka dirinya besar  serta mulia. Akan tetapi Bila diuji dengan dosa, maka dirinya merasa mungil, hina, dan  konfiden bahwa beliau hanya hamba yang lemah.

Merenung, syarat primer pesuluk ruhani ?

Merenung, syarat primer pesuluk ruhani ?


Ajaran Muslim–  merenung, kondisi utama pesuluk ruhani

          Pada kajian tasawuf, tahapan perjalanan ruhani adalah bagian terpenting untuk diketahui. Catatan sejarah para sufi mencerminkan majemuk bahasa bahkan pandangan yg mengekspresikan hakikat bepergian maknawi ini. Di antara kondisi pertama serta primer untuk berjuang melawan diri serta berjalan menuju allah adalah ‘tafakkur’ atau yg awam dikenal dengan ‘perenungan diri’.

          Dalam artikel sederhana ini, tafakkur dipergunakan dalam arti meluangkan saat, berapa pun sedikitnya, buat merenungkan tugas-tugas kita terhadap oleh pencipta serta penguasa kita – yg telah menghadirkan kita ke bumi, yang sudah menganugerahkan kita semua wahana kenikmatan serta kesenangan hidup, yg telah melengkapi kita dengan tubuh yang baik dan  pelbagai daya serta indra yang tepat buat beragam tujuan.

Baca Juga : Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

Seluruh itu menghasilkan nalar manusia terkagum-kagum. Di samping seluruh pemberian  dan rahmat tadi, dia pula sudah mengutus begitu banyak nabi serta menurunkan kitab  kudus-nya buat membimbing serta mengajak kita agar bisa memperoleh rahmat-nya. Maka, apa kira-kira kewajiban kita teradap allah, raja berasal segala raja ini?

Apakah seluruh ini dianugerahkan kepada kita sekedar buat melayani kehidupan hewani kita serta memuaskan nafsu serta naluri kita – yg jua dimiliki oleh semua binatang lain -ataukah terdapat tujuan yg lebih tinggi?

Apakah seluruh nabi allah, orang-orang arif, para pemikir, dan  orang-orang berilmu berasal setiap bangsa yang telah mengajak manusia buat mematuhi prinsip-prinsip rasional dan  aturan-hukum allah, dan  meminta insan buat meninggalkan seluruh kesamaan hewaninya dan  melepaskan diri dari lingkungan yg fana dan  musnah ini merupakan musuh-musuh manusia? Ataukah mereka yang tidak mengetahui jalan penyelamatan kita, manusia-insan yg tenggelam dalam aneka nafsu syahwat ini?

Bila kita merenung dengan nalar kita sesaat, kita akan tahu bahwa tujuan berasal semua rahmat dan anugerah yang ditanamkan ke pada diri kita ialah sesutu yg lain, yg lebih unggul dan  lebih tinggi daripada yang tampak oleh mata. Dunia ini merupakan tahap perbuatan dan  tujuannya adalah daerah eksistensi yg lebih tinggi serta lebih agung.

Keberadaan hewani yang rendah ini bukanlah ialah tujuan itu sendiri. Seorang manusia berakal mesti menilai dirinya sendiri dan  merasa sedih atas ketakberdayaan dirinya. Menggunakan rasa kasihan, ia seharusnya mengatakan pada dirinya sendiri.

“wahai diri yg lalai! Kau sudah menyia-nyiakan waktu-saat yg berharga pada hidup singkatmu buat mengejar cita-cita duniawi serta nafsumu. Dan  yang bakal kau peroleh hanyalah penyesalan dan  rasa kehilangan. Kau wajib  meratapi perbuatan-perbuatanmu di masa lalu pada hadapan allah serta memulai perjalanan baru ke tujuan yang sudah digariskan sang-nya; bepergian yg akan membawamu kepada kehidupan yg abadi dan  kebahagiaan tak pernah mati.”
“kau tidak boleh menukar kenikmatan-kenikmatan singkat ini, yang bahkan acapkali kali sulit diperoleh, dengan kebahagiaan abadi. Berpikirlah buat sesaat, wahai diri yang lalai! Kau wajib  memikirkan keadaan insan semenjak fajar peradaban hingga masa sekarang. Lihat serta bandingkan penderitaan dan  siksaan yang mereka terima dengan kenikmatan dan  kesenangan yang mereka perolah dan  kau akan melihat bahwa penderitaan serta kesakitan mereka selalu melebihi serta menghilangkan kenikmatan serta kesenangan mereka.”
“kenikmatan serta kesenangan bukanlah untuk setiap orang pada kehidupan ini. Orang yg mengajak dan  mendorongmu buat mengejar kenikmatan duniawi dan  perolehan materiil jelas adalah keliru satu asal kelompok utusan iblis dalam bentuk manusia. Dia selalu mengajak manusia untuk bergabung dengannya pada menyukai kenikmatan-kenikmatan serta menyatakan keyakinannya terhadap jalan ini.”

“pada persimpangan jalan ini, wahai diri, kau harus berhenti buat sesaat dan  berpikir apakah utusan iblis itu telah merasa puas serta senang  menggunakan keadaannya sendiri; ataukah ini seluruh hanya membagikan bahwa seseorang yang telah terjangkiti sang sifat jelek itu ingin menularkannya kepada orang lain”

Baca Juga :Tingginya derajat orang yg ahli sedekahBaca Juga :Cara nabi menghilangkan najis darah, air kecing bayi dan sperma 

“wahai diri! Kau mesti memohon keridhaan allah bagi semua perbuatanmu dan  terus mengejar keridhaan-nya. Berdoalah agar seluruh perbuatanmu diridhai sang-nya. Di antara dia  dan  engkau  selalu terdapat  sepercik asa. Asa itu akan sebagai nyata pada niat teguhmu buat bertempur melawan iblis dan  jiwa rendahmu. Usaha melawan diri ini akan mengantarmu ke taraf yg lebih tinggi dan  upayakanlah dengan semua kemampuanmu buat mencapainya melalui usaha yang benar-benar-benar-benar.”

Mirip dinyatakan sang nabi muhammad dalam sebuah hadist, bahwa jihad diri artinya jihad akbar yang lebih unggul dibandingkan dengan jihad berperang di jalan allah. Pada tahap ini, jihad akbar berarti usaha manusia buat mengendalikan semua daya serta kekuataan fisiknya untuk patuh di seluruh perintah allah dan  dibersihkan asal seluruh unsur setan serta kekuatannya dalam diri kita.



Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?


Ajaram muslim –mengapa yang kuasa ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

          Apa sebenarnya yg mampu dipetik ketika allah berfirman, “dan segala-galanya kami ciptakan serba berpasang-pasangan” (qs. 51: 49). Rasyid al-din maybudi, dalam menjelaskan makna harfiah asal ayat ini, mengatakan bahwa “pasangan” (zawjan) yg dimaksudkan ialah laki-laki  dan  perempuan   di antara makhluk-makhluk hayati serta jenis-jenis yang tidak sinkron di antara benda-benda tewas.

“contohnya, langit dan  bumi, daratan dan  lautan, tanah kasar serta tanah lembut, ekspresi dominan dingin dan  animo panas, cahaya serta kegelapan, iman dan  kekafiran, kebahagiaan dan  kesengsaraan, manis serta getir,” ucapnya.

Yang lebih mendalam dari ayat itu, maybudi melihat “gejala” ganda dalam semua benda itu menjadi indikasi kemustahilan ilahi buat diperbandingkan. Maksudnya,  dewa membentuk segala sesuatu secara berpasang-pasangan buat membedakan keesaan-nya sendiri menggunakan kejamakan makhluk-makhluk-nya.

“ciptaan itu tidak mungkin tanpa dualitas, karena hanya tuhan yang tunggal.”

Maybudi selanjutnya mengemukakan hubungan antara penyebutan “pasangan” dalam al-qur’an serta konklusi yang ditarik al-qur’an dalam ayat selanjutnya: “maka datanglah kepada dewa.”

“Bila kita memandang kosmologi sebagai suatu bentuk primitif serta sains, ayat ini akan tampak tidak relevan menjadi pembahasan ini, sebab ia tidak memberi tahu kita apa pun, tentang perilaku alam raya.”

Namun maybudi melambangkan pendekataan kearifan di pemikiran kosmologi dengan menekankan ikatan erat antara dua dimensi dasar tao islam. “(yaitu) fenomena sikap alam serta ketentuan-ketentuan moral dan  spiritual dalam kehidupan insan.”

Karena kosmos tergantung sepenuhnya di dewa buat eksis dan  mewujud, maka tanggapan insan mestinya adalah pengakuan atas situasi itu menggunakan cara melepaskan pemujaan diri serta ketergantungan di benda-benda kreasi.

“setiap kali ilahi membangun sesuatu yang bersifat sementara, beliau menciptakannya berpasangan, menjadi dua benda yang dikaitkan satu sama lain, atau berlawanan satu sama lain, contohnya, laki-laki  serta perempuan  , siang dan  malam, langit serta bumi, daratan serta samudera , mentari  dan  bulan, jin dan  insan, kepatuhan serta keingkaran, kebahagiaan dan  kesengsaraan, petunjuk serta kesesatan, keagungan dan  kehinaan, kekuasaan serta ketidakmampuan, kekuatan serta kelemahan, pengetahuan serta kebodohan, kehidupan dan  kematian.”

Yang kuasa membangun sifat-sifat dari makhluk-makhluknya dengan cara yg saling berkaitan atau berlawanan satu sama lain sebagai akibatnya mereka tak akan sama menggunakan sifat-sifat pencipta. Keesaan serta ketunggalan-nya menjadi termanifestasi pada hadapan makhluk-makhluknya.

“keagungan-nya tanpa kehinaan, kekuasaan-nya tanpa ketidakmampuan, kekuatan-nya tanpa kelemahan, pengetahuan-nya tanpa kebodohan, kehidupan-nya tanpa kematian, kegembiraan-nya tanpa kesedihan, penghidupan-nya tanpa pemusnahan.”

Dewa itu esa serta unik. Esa pada esensi serta sifat-sifat, unik pada kemuliaan. Dia tidak bisa diperbandingkan menggunakan setiap orang dan  terpisah asal segala benda. “tak terdapat sesuatu yg menyerupai beliau.” (qs 42; 11)

Baca Juga :Tingginya derajat orang yg ahli sedekahBaca Juga :Cara nabi menghilangkan najis darah, air kecing bayi dan sperma 


Tak terdapat sesuatu yang menyerupai beliau serta beliau tidak punya persamaan atau pembanding. Kecenderungan itu dari asal sekutu, dan  ilahi tidak mempunyai sekutu. Dia tidak mampu disamakan menggunakan apa pun serta tidak butuh apa pun.

“pintu kekikiran-nya tertutup dan  pintu kedermawanan-nya terbuka. Beliau mengampuni dosa-dosa serta memberi belas kasih pada orang-orang yang bersalah. Beliau menghasilkan cinta-nya tampak nyata menggunakan mencintai hamba-hambanya. Beliau menyayangi hamba-hamba-nya meskipun beliau tidak membutuhkan apa-apa.”

Cinta-nya terjalin antara diri-nya serta hamba-nya tanpa perantara. Sebab itu telah selayaknya Jika hamba itu tidak soal bagaimanapun keadaanya –entah dia sedang terluka dalam penderitaan atau bergelimangan dalam kesenangan dan  karunia – buat mendapatkan kedermawanan-nya dan  mencari perlindungan di-nya, lari kepada-nya asal makhluk-makhluk lain, sebagaimana sudah diperintahkan oleh-nya, “maka larilah pada tuhan.”

“pelarian adalah keliru satu kedudukan asal para kelana ruhani, salah satu pemberhentian cinta.”
Pendeknya, kosmos merupakan lokus asal dualitas konkret serta kemajemukan nyata. Jika segala sesuatu diciptakan secara berpasang-pasangan, “segala sesuatu selain tuhan” pastilah berpasangan, yaitu, didesain asal 2 realitas yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Korelasi batin wanita serta pria

Korelasi batin wanita serta pria


AJARAN MUSLIM - Korelasi batin wanita serta pria

        Dalam duduk perkara relasi gender, tidak sedikit pendapat yang memandang wanita menjadi kelas lebih rendah asal laki-laki  asal sudut pandang agama. Pandangan ‘negatif’ itu bahkan dianggap bersumber berasal ayat al-qur’an, hadis termasuk injil, sedemikian sebagai akibatnya kepercayaan , khususnya islam, diskriminatif terhadap perempuan

“perempuan selalu menjadi teman agama, tetapi biasanya agama bukan teman bagi perempuan  .” (moriz winternitz)

Belum lagi sejumlah perkara yg terjadi di dunia islam telah mendukung keyakinan para pengkritik dan  memperkuat kesan bahwa perempuan – khususnya dalam grup islam garis keras – merupakan gerombolan  tertindas tanpa hak. Kajian mengenai peran wanita selama perang pembebasan turki awal 1920-an atau partisipasi aktif wanita pada gerakan kemerdekaan india dan  usaha pakistan 1940-an, merupakan beberapa model yang menunjukkan hal kebalikannya.

  • Di dunia tasawuf, kalangan sufi menyebut maskulin, atau aspek ‘jalal’ (keagungan) artinya aspek ‘yg’ serta kecintaan, kecantikan, sifat feminin, atau aspek ‘jamal’ (keindahan) merupakan aspek ‘yin’.  Menggunakan penyatuan ke 2 prinsip inilah – yin dan  yg – kehidupan terus ada.
  • “kehidupan tidak mungkin terdapat tanpa ‘systole’ dan  ‘diastole’ detak jantung, tanpa menghirup dan  menghembuskan, atau kerja listrik tanpa dua kutub,” istilah pengkaji tasawuf islam, annemarie schimmel.


Baca Juga : Apa Itu Cinta ? 


Dahulu, lanjut schimmel, kaum sufi menafsirkan perintah yang kuasa dalam penciptaan menggunakan ‘kun’ (jadilah!) – dalam bahasa arab terdiri asal dua huruf – dengan menunjuk pada “benang dua rona” yg menyelubungi, mirip sehalai kain, kesatuan dasar wujud dewa.

Maulana jalaluddin rumi secara spesifik mendeskripsikan keadaan saling menghipnotis yang kontinu antara dua aspek kehidupan itu melalui prosanya yang populer ‘fihi ma fihi’ serta menyebut-nyebut hal itu pada begitu banyak versi lirisnya, diwan serta matsnawi.

“serta bukankah interpretasi mistis berasal huruf pertama abjad arab, yg ramping serta tegak, alif, menggunakan nilai numerik satu, sebagai manifestasi pertama keesaan ilahi; serta huruf ke 2, artinya permulaan penciptaan alam semesta? Karena alfabet  pertama al-qur’an adalah ‘ba’ pada istilah bismillah, “menggunakan nama allah”.

Dengan adanya kecenderungan umum  dalam islam buat mengorganisasikan segala sesuatu ke dalam dua gerombolan  dan  melihat segala penciptaan sesuai kedua aspek ini, bagaimana mungkin sisi-sisi maskulin dan  feminim dalam kehidupan tidak disebut sama-sama penting?

“sebab tanpa kerja keduanya, tidak akan terdapat kehidupan baru pada muka bumi.”

Di sisi lain, semua kosmos dari asal dewa, maka ilahi mencintai alam semesta. Tujuan penciptaan selalu didasarkan  di ekuilibrium serta kesatuan baik dalam alam lahiriah maupun batiniah. Esensi kehidupan manusia baik perempuan   atau laki-laki  artinya buat sebagai insan kamil, yaitu manusia yang dapat menyatukan sisi ilahiah jamal (keindahan/kualitas feminin) dan  jalal (keagungan/kualitas maskulin) menjadi kamal (tepat).

Meskipun menarik diteliti lebih lanjut, Jika digali lebih pada tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Lepas dari aspek tasawuf ini, berdasarkan schimmmel, untuk mengoreksi kesalapahaman umum  wacana kiprah wanita dalam islam, sebenarnya relatif menggunakan melihat bagaimana ucapan-ucapan dalam al-qur’an muslimun wa muslimat, mu’minun wa mu’minat diletakkan sejajar yaitu muslim pria serta perempuan  , kaum beriman laki-laki  dan  wanita. Perempuan   mempunyai kewajiban keagamaan yang sama seperti pria (menggunakan dispensasi bahwa mereka tidak bisa melaksanakan kewajiban ini pada keadaan tidak kudus).

Toh, tidak shalat atau puasa wajib - wanita balig sebab alasan fikih jua bagian dari melaksanakan kewajiban keagamaan.

Kedudukan tinggi perempuan  , terlihat di istri pertama rasul, khadijah – “ibu kaum mukminin” – dalam perkembangan spiritualnya,  merupakan hal yang sangat konkret. Dengan kasih sayang serta pengertiannya, khadijah memberi rasul kekuatan dalam menghadapi pengalaman yg menegangkan dan  mengguncang hatinya yg paling dalam ketika mendapatkan wahyu pertama yang diturunkan kepadanya, karena beliau percaya akan kerasulan suaminya.

Kemudian putrinya khadijah menggunakan rasul saw yaitu fatimah az-zahra, yg terkenal menjadi perantara atau pada terminologi mistik menjadi umm abiha, “ibu bagi ayahnya”,” istilah fenomenolog agama asal jerman ini.

Rasul saw menyatakan bahwa “nirwana berada pada bawah telapak kaki mak ”. Lalu, rumi melihat “ibu”pada setiap daerah. Secara awam segala sesuatu pada kosmos adalah ibarat seseorang mak  , melahirkan sesuatu yang lebih tinggi berasal pada dirinya. Apakah itu batu barah yg “melahirkan” percikan, yang lalu membuat barah bila ditempatkan pada pengantar panas yang baik, atau bumi yg disuburkan sang awan, membuat tumbuh-tumbuhan menjadi akibat hieros gamos, perkawinan suci. Sedemikian sehingga rumi manggambarkan perempuan , dalam buku pertama matsnawi, menjadi seorang yg pantas dianggap menjadi “pencipta”.

Dalil relasi gender yang sering kali disalahartikan artinya, “istri-istrimu artinya pakaianmu, serta kamu adalah pakaian mereka,” (al baqarah: 188)

Jika kita membuka pulang pemikiran religious antik, pakaian diibaratkan sebagai “keakuan yang lain” (alter-ego). Pakaian bisa berfungsi sebagai pengganti buat seorang, dan  dengan pakaian baru seseorang seolah menerima kepribadian baru.

lebih jauh, pakaian menyembunyikan tubuh, menutupi pandangan terhadap bagian-bagian yg bersifat langsung, dan  melindungi pemakainya,” kata schimmel

Berdasarkan interpretasi ini, suami-istri berbicara satu sama lain pada alter-ego mereka, serta setiap diri melindungi kehormatan pasangannya. Hal ini memperlihatkan betapa baiknya prinsip ‘yin-yang’ berlaku pada hubungan perkawinan yg berarti, “korelasi suami-istri merupakan setara dalam kebersamaan mereka yang sempurna.

Apa itu cinta?

Apa itu cinta?

AJARAN MUSLIM - Apa itu cinta?

         Cinta tidak bisa didefinisikan. Di awal pembahasannya tentang cinta, ibn ‘arabi mengingatkan para pembacanya ihwal warta ini: “engkau  mesti memahami bahwa apa2 yg diketahui mampu dibagi dua.

Yang pertama mampu didefinisikan dan  yg lainnya tidak bisa. Orang-orang yang tahu serta berbicara ihwal cinta putusan bulat bahwa hal yang satu ini termasuk dalam hal yang tak bisa didefinisikan. Seorang menyadarinya waktu keadaan itu bersemayam pada dirinya serta saat ia telah sebagai bagian dari sifatnya. Beliau tak memahami apa itu tapi beliau tidak menyangkal keberadaannya. Sang syaikh menyebut cinta suatu pengetahuan yang dirasa. Orang tidak bisa memahami tentangnya kecuali menggunakan mengalami/merasakannya. Bahkan sehabis mencicipi pun,  dia tidak bisa menjelaskannya pada orang lain.

  • Maka, oleh syaikh pun berkata: “orang yg mendefinisikan cinta belumlah memahaminya. Serta beliau yg belum mencicipi dengan menenggaknya, belum mengetahuinya .” sebagaimana allah hanya mampu diketahui berasal sifat-sifat-nya, cinta pun tidak bisa diketahui sebagaimana adanya, tapi sifat dan  namanya bisa diketahui dan dideskripsikan.
Terlalu akbar cinta itu, istilah rumi, sehingga dia tak bisa didefinisikan. Bagaimana beliau mau didefinisikan Bila sesungguhnya seluruh wujud dan  kehidupan ini adalah cinta?

  • Tidak ada pada kehidupan ini yang mampu mendefinisikan cinta. Justru cinta itulah yang mendefinisikan kehidupan. Meski kata “definisi” di sini sama sekali tidak sempurna. Karena, alih-alih membatasi, cinta yg mencakup kehidupan ini tidak punya batas. 

Bagaimana punya batas, Jika sesungguhnya cinta sebenarnya adalah (bersumber berasal) yang kuasa itu sendiri?

cinta adalah rasa yg melampaui batas. Maka dikatakan bahwa cinta merupakan sifat sejati tuhan. Cinta jadi sifat hamba hanya menjadi turunan berasal itu.… ketahuilah bahwa cabang-cabang cinta terdapat dalam keabadian, tanpa awal; akarnya jua terdapat dalam keabadian, tanpa akhir. … orang menyebut-mu cinta, aku  menyebut-mu sultan cinta.

Jika aku  wajib  melanjutkan penjelasanku ihwal cinta, maka akan berlalu seratus (kematian dan ) kebangkitan sebelum saya mampu menyelesaikannya ….

Maka, dalam ketidakterbatasan itu, rumi mengakui ketakberdayaannya buat menyampaikan cinta:

apa pun yang aku  katakan buat menjelaskan dan  memerikan cinta, itu cuma membuatku dicekam rasa memalukan …. Cinta tak bisa ditampung pada istilah-kata yang kita ucapkan atau kita dengar: cinta merupakan samudra, yg kedalamannya tidak bisa diukur ….  Apakah kau kan menghitung jumlah tetesan samudra? Di hadapan oleh samudra, tujuh samudera  bukanlah apa-apa.

Pada akhirnya beliau hanya bisa mengeluh: 

mana mungkin mengukur samudra-mu menggunakan piring?”Sejalan dengan itu, berdasarkan imam al-ghazali, cinta hanya bisa ditinjau dari akibat yang dihasilkannya.

Kemudian, apa gejala cinta?

Istilah nabi: perumpamaan orang-orang yg beriman pada hal mengekspresikan rasa saling cinta, saling mewujudkan cinta, serta saling merasakan cinta  ialah seperti satu tubuh yg ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka semua tubuh meraa mengaduh dengan terus jaga tak mampu tidur dan  merasa panas. (hr. Muslim)

Pada kesempatan lain, nabi mengajarkan bahwa orang yang sedang jatuh cinta poly mengingat dan  menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu). Orang juga bisa diperbudak sang cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu).

Kata nabi lagi, karakteristik cinta sejati terdapat tiga : 


  • lebih suka  berbicara menggunakan yg dicintai dibanding menggunakan yang lain, 
  • lebih suka  berkumpul dengan yang dicintai dibanding menggunakan yang lain, serta 
  • lebih suka  mengikuti kemauan yg dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri.


Dalam bahasa al-quran, cinta dianggap menggunakan hubb. Istilah al-qusyairi, penulis rîsalah , hubb ialah cinta serta kasih sayang yang paling murni, sebagaimana orang arab mengatakan habab al-asnân buat membagikan orang yang giginya putih-murni. Penulis kasyf al-mahbûb, al-hujwiri mengatakan bahwa hubb boleh jadi berasal berasal habb yang bermakna benih. Hubb bermakna demikian sebab dia bersemayam di benih-benih hati, tetap tidak tergoyah sebagaimana benih tetap berada di tanah serta menjadi sumber kehidupan meski hujan-badai menerpa serta panas surya membakar. Hubb jua dianggap demikian karena istilah itu dari asal hibbah yg berarti benih tetanaman. Cinta disebut hubb karena sebagaimana hibbah artinya benih tanaman, beliau merupakan benih kehidupan.

Buat mendeskripsikan penderitaan tidak terperi dampak hampanya hidup tanpa cinta mirip ini, rumi seperti mengeluh: “ketahuilah, pencinta tanpa cinta merupakan ikan tanpa air, mangkat  serta kering, meski jikalau mereka merupakan para perdana menteri.

Akhirnya, begitu dahsyatnya cinta sehingga – mirip dikatakan kaum ‘ulama’ – cinta meruntuhkan kesombongan dan  membentuk penderitanya tidak segan merendahkan diri, merupakan asal kekuatan dan  pemusatan perhatian yg tidak terbagi, melembutkan hati, menghilangkan pamrih langsung, serta membuahkan orang dermawan serta penuh pemaafan.

Zakat harta ?

Zakat harta ?

Macam-macam harta persekutuan


         Yang dimaksud harta komplotan (khalithain) dalam bab zakat, artinya 2 harta yang wajib dimuntahkan zakatnya yakni milik 2 orang, yg digabung jadi satu menggunakan tujuan kerja-sama atau lainnya

Terdapat 2 macam harta komplotan: 

1diklaim ktailthatu 'inan atau khilthatu syuyu'. Maksudnya artinya, komplotan antara dua orang yg wajib  berzakat, masing-masing memiliki senishab zakat atau lebih, yang dimilikinya setahun penuh, berasal dari membeli atau waris atau lainnya, sedang harta itu homogen.

Perlu diperhatikan, bahwa kedua harta adonan jenis ini ber-campur secara merata. Maksudnya, milik masing-masing tak mampu pada-bedakan satu sama lain, namun masing-masing memiliki bagian tidak eksklusif berasal harta milik beserta itu menurut prosentasenya sendiri- sendiri. Misalnya, Bila ada 2 orang bersaudara mewarisi asal ayah mereka 40 ekor kambing, atau keduanya membeli bersama-sama kambing sebanyak itu. Pada hal ini masing-masing berasal mereka berdua memiliki separo berasal tiap-tiap ekor.
Begitu jua, bila yg diwarisi atau dibeli itu berupa barang atau tanah. Maka masing-masing mempunyai separo berasal tiap-tiap bagian tanah atau barang itu, tanpa mampu ditentukan.
2. diklaim khilthatu mujawarah atau khilthatu aushaf, yaitu komplotan antara dua orang yg berkewajiban zakat, masing-masing mempunyai senishab harta yang tidak dimiliki bersama, namun persekutuan antara keduanya bersifat bertetangga saja. Jadi mampu kita perhatikan, bahwa ke 2 harta dalam hal ini tidak bercampur, tapi terpisah dan  bisa dibedakan.

Pelaksanaan zakat harta komplotan

         Harta komplotan -yg mana saja pada antara ke 2 macamnya ter-sebut di atas pada kaitannya dengan zakat diklaim satu harta asal seorang.

Maksudnya, jika jumlah harta persekutuan itu telah mencapai nishab, serta mengalami ulang tahun dalam keadaan permanen mencapai nishab, maka dia harus dizakati, sekalipun bagian masing-masing pemilik harta itu tidak mencapai nishab.

Adapun dalilnya merupakan hadits al-bukhari, asal anas ra yang beberapa bagian daripadanya sudah kita kemukakan di atas- di mana terdapat kata-kata:

 لاَيُجْمََعُ بَيْنَ مُفْتَرِقٍ ٬ وََلاَ يُفَرَّقُ بَيْنَ يُجْتَمََعٍ ٬ خَشْيَةَ الصَّدِقَةِ٠

Merupakan: "tidak digabung antara yg terpisah, dan  tidak dipisahkan antara yg terkumpul, dikarenakan risi terkena zakat."

Maksudnya, jika bagian masing-masing pemilik harta itu telah terpisah sendiri-sendiri asal yang lain, maka tidak perlu digabung jadi satu agar mencapai nishab kemudian terkena kewajiban zakat. Serta apabila keduanya telah terkumpul jadi satu, maka tidak boleh dipisahkan supaya tak terkena zakat dikarenakan kurang dari nishab.

Dan aturan ini, sebagaimana anda lihat, boleh jadi mengakibatkan diwajibkannya zakat di 2 harta, yang semestinya belum wajib  dizakati sekiranya tidak digabung. Demikian juga, bisa jadi mengurangi berukuran zakat pada kedua harta tadi, padahal semestinya lebih berasal itu sekiranya tidak digabung.

Model Ke 1 artinya, ada dua orang selama setahun penuh memiliki 40 ekor kambing sebagai akibatnya terkena zakat, padahal sekiranya masing-masing membawa bagiannya sendiri-sendiri, maka masing-masing tidak berkewajiban mengluarkan zakat dari hartanya itu, sebab bagian mereka masing-masing kurang berasal nishab.

Model ke 2, Jika ke 2 orang itu mempunyai 80 ekor kambing, masing-masing 40 ekor. Dengan demikian, setelah lewat setahun harta itu hanya wajib  dikeluarkan zakatnya seekor saja manakala digabung. Sementara, jika masing-masing membawa bagiannya sendiri-sendiri, maka dari ke 2 harta itu wajib  dimuntahkan 2 ekor di tiap-tiap 40 ekor.

Kondisi-syarat harta komplotan diklaim satu harta

         Buat wajibnya zakat pada harta komplotan yg dianggap me-rupakan satu harta milik seseorang, ada dua kelompok kondisi-kondisi sebagai berikut:

Gerombolan  yang pertama, merupakan syarat-kondisi harta komplotan jenis mana saja. Maksudnya, baika persekutuan itu artinya khiithatu syuyu' ataupun khiithatu mujawarah, ialah sebagai berikut:

Kedua harta itu homogen. Jadi, bila salah  satunya berupa kambing, sedang yang satu lagi sapi, maka masing-masing berdiri sendiri, apa-pun bentuk percampuran dan  persekutuannya.
Jumlah ke 2 harta itu keseluruhanya mencapai nishab atau lebih. Maka, jikalau jumlahnya hanya 35 ekor kambing umpamanya, tidaklah harus dizakati, sekalipun kedua pemilik itu -atau galat satunya- masih memiliki lagi sejumlah kambing yang sekiranya ikut digabungkan pada harta komplotan itu maka akan tercapai nishab.

Komplotan itu berlangsung satu tahun, apabila harta itu termasuk harta yang dipersyaratkan berulang tahun. 

Maksudnya, jika masing-masing asal ke 2 pemilik itu memiliki 40 ekor kambing di awal bulan muharram umpamanya, sedang pada awal bulan shafar barulah digabungkan, maka yg harus, Bila berulang tahun dengan datangnya bulan muharram lagi, artinya masing-masing mengeluarkan seekor kambing. Jadi, komplotan itu tak perlu diperhatikan. Adapun bila hartanya itu tidak termasuk yg dipersyaratkan ulang tahun, mirip tumbuhan dan  buah-buahan umpamanya, maka hanya dipersyaratkan tetap berlangsungnya komplotan sampai nampaknya butir dan  matangnya biji-bijian.
Adapun kelompok syarat yg ke 2 artinya kondisi-syarat spesifik bagi khilthatu mujawarah, yaitu menjadi berikut:

Buat ternak, hendaklah tak dipisahkan tempat penggemba-laannya, kawasan merumput, kandang dan  tempat pemerahan susunya. Jadi, bila masing-masing berasal peternak itu membawa kambing-kambingnya ke kawasan penggembalaan yang tidak selaras satu sama lain, atau pulang ke kandang yg berbeda. Begitu jua, kawasan melepaskannya berbeda, yakni kawasan berkumpulnya kambing-kambing itu buat digiring ketempat penggembalaan. Atau, masing-masing berasal ke 2 peternak itu membawa kambing-kambingnya ke daerah tersendiri buat memerah susu, maka komplotan seperti ini tidak berpengaruh apa-apa terhadap apa yang telah kita terangkan pada atas.

Penggembalanya sama, serta pejantannya pun sama. Ialah, kalau masing-masing berasal ke 2 peternak itu mempunyai penggembala atau pejantan sendiri-sendiri, maka harta mereka tidak dianggap persekutuan.

         Apabila harta yg wajib  dizakati itu berupa tanaman, maka di-persyaratkan penjaganya maupun daerah penjemurannya tidak sendiri-sendiri. Begitu pula, Bila harta itu berupa barang dagangan, maka hendaklah toko, gudang maupun indera-alat penjualan, mirip timbangan dan  lain sebagainya, sama.

         Apabila ketiga syarat tersebut di atas sudah terpenuhi, maka harta persekutuan itu bisa disebut satu harta seolah-olah milik satu orang, dan  tidak mengapa sekalipun keduanya tidak bercampur secara merata, tetapi relatif -manakala syarat-kondisi tersebut terpenuhi- bertetangga saja (mujawarah). Adapun jikalau kondisi-syarat itu, atau keliru satunya tak terpenuhi, maka masing-masing pemilik harta itu memperhatikan hartanya sendiri saja serta menghitungnya secara tersendiri, kemudian mengeluarkan zakatnya menjadi harta sendiri.

Kewajiban masing-masing pemilik harta komplotan dalam kaitannya zakat.

         Bila zakat sudah dipungut berasal harta komplotan -sebagai satu harta- maka masing-masing asal para sekutu menanggung beban sesuai dengan prosentase miliknya dalam komplotan tersebut. Kalau berasal hartanya terambil lebih asal yang semestinya, dia boleh meminta kelebihan itu berasal sekutu-sekutunya yg lain. Dan  kalau terambil kurang dari yg semestinya, dia wajib  mengembalikan kelebihan pada mereka.

Jadi,kalau harta komplotan itu terdapat 100 ekor kambing umpama-nya, zakatnya merupakan seekor. Bila persekutuan itu milik tiga orang, sedang seorang di antaranya memiliki 50 ekor, maka beliau menanggung separo kambing. Dan  yg ke 2 mempunyai 25 orang, beliau menanggung seperempat kambing, begitu juga yg ketiga.

Adapun dalilnya merupakan pernyaiaan yg terdapat pada hadits riwayat anas ra;

 مَاكَانَ مِنْ خَلِيْطَيْنِ فَاِنَّهُمَا يَتََرَا جَعَانِ بَيْنَهُمَا بِالسَّوِيَّةِ٠
Ialah: "harta yg berupa persekutuan, maka ke 2 pemiliknya saling andil berzakat secara sama (adil)."

Berapa harta zakat perniagaan?

Berapa harta zakat perniagaan?

AJARAN MUSLIM - Berapa harta zakat perniagaan?

         Sudah kita ketahui, bahwa harta perniagaan, maksudnya ialah barang-barang yg dipertukarkan buat memperoleh untung, berupa barang apa pun, yg dalam fiqih islam disebut 'urudbu tijarah. Jadi, barang apa pun yang diperdagangkan oleh manusia, baik berupa jenis-jenis barang yang aslinya memang harus dizakati, mirip emas, perak, biji-bijian, buah-buahan dan  ternak, ataupun barang-barang lainnya, seperti kain, yang akan terjadi-hasil industri, tanah, tempat tinggal   dan  saham, semuanya wajib  dizakati menggunakan kondisi-syarat tertentu.

Kalau ini sudah anda ketahui, maka selanjutnya ketahuilah, bahwa harta perniagaan mengacu kepada emas serta perak dalam soal nishab, ulang tahun dan  kadar zakatnya. Maksudnya, hitunglah harga barang dagangan itu dengan uang yg berlaku. Jika harganya mencapai harga 96 gr emas atau 672 gram perak, maka wajiblah beliau diakati. Orang boleh memilih apakah akan mengukur dagangannya menggunakan harga emas atau harga perak, kecuali bila dulu dagangan itu dibeli dengan salah  dari ke 2 logam itu sendiri, maka wajib  diukur dengannya.

Hingga-tidaknya barang dagangan pada nishab, yg sebagai pedoman artinya di akhir tahun, terhitung sejak mulai berdagang. Jadi, tidak dipersyaratkan sampainya nishab di permulaan berdagang maupun berlangsungnya nishab sepanjang tahun. Serta menggunakan demikian diketahuilah, bahwa yg dimaksud ulang tahun pada zakat perniagaan artinya, lewatnya satu tahun qamariyah pada keadaan mempunyai barang dagangan terhitung sejak niat berdagang; kecuali jika pemilikannya berasal pembelian dengan uang yang mencapai nishab atau lebih, maka dalam hal ini permulaan tahun dihitung semenjak tanggal dimilikinya uang senishab, yang dipergunakan untuk membeli barang dagangan itu.

Berdasarkan keterangan pada atas, maka seorang pedagang hendaknya melakukan perhitungan umum atas semua harta perniagaan yang terdapat padanya. Hitunglah saat itu harga dagangannya menggunakan harga emas atau perak seperti tersebut pada atas. Jikalau nilainya mencapai nishab, maka beliau wajib  mengeluarkan 1/40 berasal nilai dagangan tersebut menjadi zakat. Dan  kalau ternyata tidak mencapai nishab, maka tidak ada kewajiban apa-apa.

Serta ketika mengadakan perhitungan itu hendaklah memperhatikan hal-hal menjadi berikut: 

Pertama, tidak termasuk barang dagangan yg wajib  diperhitung-kan, perkakas dan  indera-alat ataupun yang sema'na dengannya, yang ada pada toko, yg tujuannya hendak dipergunakan, tidak akan dijual. Perkakas- perkakas dan  indera-indera ini tidak harus dizakati, berapa pun harganya.

Kedua, termasuk harta yg harus diperhitungkan, kapital serta untung-nya sekaligus. Jadi kedua-duanya wajib  digabungkan dengan barang da-gangan, kemudian zakat dibayarkan berasal keseluruhannya. Jika seseorang memulai perniagaannya menggunakan kapital senilai beberapa rupiah saja, kemudian di akhir tahun jumlah seluruhnya mencapai 2 juta rupiah umpamanya, maka wajiblah dikeluarkan zakat dari keseluruhannya.

Yg wajib  dimuntahkan sebagai zakat berasal harta perniagaan

Sudah kita ketahui, bahwasanya jika perniagaan sudah berjalan genap satu tahun, maka seluruh harta dagangan dievaluasi dengan uang yang tersebar. Jika ternyata mencapai nishab emas atau perak, maka harus dimuntahkan zakatnya 2,5%nya. Sekarang, yang sekian ini dikeluarkan dalam bentuk barang da-gangan itu sendiri, ataukah harganya saja?

Menjawab pertanyaa ini, dalam madzhab asy-syafi'i terdapat 3 pendapat:

       Wajib dimuntahkan pada bentuk harganya saja, dan  tidak sah pada bentuk dagangan itu sendiri. Karena harta dagangan itu di Asalnya bukan harta zakat. Serta kalaupun dizakati tidak lain karena ada niat diperdagangkan, lalu dagangan itu dikenakan zakat dengan memperhatikan harta (uang) yg dipergunakan buat menilai dagangan tersebut. Sang sebab itu yg harus dimuntahkan ialah harganya. Agaknya inilah pendapat yang paling sahih, yg patut di-amalkan serta difatwakan.
Wajib  dimuntahkan dalam bentuk barang dagangan itu sendiri, dan  tidak legal pada bentuk uang. Sebab barang dagangan itulah yg menjadi sebab wajibnya zakat.

Boleh pilih antara mengeluarkan harganya atau barang dagangan itu sendiri. Karena zakat dikenakan terhadap keduanya. Karena masing masing berasal keduanya menjadi karena wajibnya zakat.

Catatan dan  perhatian:

Patut diperhatikan di sini, bahwa kalau kita berpendapat, boleh me-ngeluarkan kadar zakat yang wajib  dikeluarkan pada bentuk barang dagangan itu sendiri, maka kita wajib  mengeluarkan 2,lima% asal tiap-tiap jenis barang yg kita miliki. Dan  tidak sah Jika kita mengeluarkan pengganti kadar yang wajib  dikeluarkan dari suatu jenis barang, berupa harganya dari jenis barang yg lain. Begitu jua, kadar yang wajib  dimuntahkan dari tiap-tiap jenis barang itu harus berasal barang yg kualitasnya sedang, serta tidak sah Bila yang dimuntahkan itu lebih rendah nilainya, atau cacat, atau tak laku  di pasaran, dsb.

Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat

Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat

AJARAM MUSLIM - Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat 

         Agar zakat dan sedekah kita sebagai sempurna yg pula turut menjadi amal ibadah yang menjadi bekal kita kepada kehidupan kelak ayo kita beserta tahu dan  mengetahui misteri serta hal-hal yg perlu kita jaga dan  perhatikan dalam bersedekah dan  berzakat berdasar di hadits nabi dan  dalil pada al qur'an al karim.

Wacana misteri zakat imam ghazali rahimmahullah ta’ala mengungkapkan sebagai berikut:

         Ketahuilah menginfakkan harta pada kebaikan ialah keliru satu rukun agama. Adapun misteri yang terkandung pada dalamnya merupakan: harta adalah sesuatu yang dicintai oleh insan. Sedangkan seorang mukmin diperintahkan untuk menyayangi allah di atas segalanya. Oleh sebab itu, mengeluarkan harta yang dicintainya artinya berukuran atas kecintaannya pada allah, apakah imannya benar atau hanya ucapan belaka? Karena seorang jika mengasihi sesuatu, maka akan segenap hatinya melakukan apa saja untuk memberi kebahagiaan kepada yg dicintainya.

Sesuai dengan ini insan dibagi menjadi tiga:

Orang-orang yg bertenaga: mereka artinya orang-orang yang menginfakkan seluruh apa yang dimilikinya, tanpa mati sedikitpun buat dirinya. Orang seperti ini telah menepati janjinya pada allah buat mencintainya. Mirip yang dilakukan oleh abu bakar ash-shidiq ra., ketika tiba kepada rasulullah saw., menggunakan membawa semua hartanya, lalu dia bertanya: “apa yg kamu tinggalkan buat dirimu?” dia menjawab: “allah dan  rasulnya.

Orang-orang yg dipertengahan (antara bertenaga dan lemah): mereka ialah orang-orang yg belum mampu mengeluarkan semua hartanya. Namun yg ada bersamanya bukan buat dirinya saja, melainkan buat diinfakkan juga kepada orang yg membutuhkan. Bila dia melihat seseorang membutuhkannya, maka dia cepat-cepat mengeluarkan sebagian hartanya. Beliau mengeluarkan sebagian hartanya bukan sebatas zakat saja namun sedekah sunah.

Orang-orang yg lemah: mereka adalah orang-orang yang hanya mengeluarkan zakat wajibnya saja.Inilah derajat manusia pada menginfakkan hartanya. Sebanyak kecintaannya kepada allah sebanyak itu pula harta yang diinfakkan. Bila kamu belum mampu melakukan derajat pertama serta ke 2, maka lakukan derajat ketiga. Supaya kamu terhindar dari golongan orang – orang yang pelit (bukhala). Pada samping itu, berusahalah buat melakukan sedekah setiap harinya walaupun hanya sedikit. Dengan demikian, tanpa disadari engkau  akan naik kepada derajat kedua atau pertama.

Dalam mengeluarkan zakat dan  sedekah, jagalah lima kasus berikut adalah :
Sembunyi-sembunyi, rasulullah saw., bersabda: “sedekah yg dilakukan secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan allah.” orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi akan terhindar dari sifat riya. Sebab sifat riya itu dapat penghancur pahala kebaikan.

Tidak mengharapkan kebanggaan, sebab orang yg mirip ini akan muncul kesombongan dalam dirinya. Beliau merasa sudah melakukan kebaikan pada orang lain sehingga beliau lebih mulia darinya. Ciri-ciri orang ini adalah mengharapkan ucapamn terima kasih serta merasa orang tersebut mengambil sebagian miliknya. Buat menghilangkan kesombongan antara lain engkau  ingatkan diri bahwa harta yang engkau  keluarkan adalah hak allah yang terdapat padamu, buat menyelamatkanmu berasal sifat pelit serta membersihkan harta-hartamu.

Sesungguhnya zakat merupakan pembersih kotoran-kotoran manusia. Sebab itulah, zakat tidak boleh diberikan pada rasulullah serta keluarganya (ahlu bait)

Harta yang dimuntahkan merupakan harta yg paling baik yang kamu miliki. 

Allah berfirman:kamu sekali-kali tidak hingga pada kebajikan (yg tepat), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yg engkau  cintai.(ali imran [3] : 92)serta janganlah kamu memilih yang jelek-buruk  lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya.(al-baqarah [2]:267) 

rasulullah saw., bersabda:sesungguhnya allah itu indah  serta dia tidak menerima kecuali yang indah .
Waktu mengerluarkannya diiringi menggunakan wajah yg penuh senyuman. Sebab 1 dirham yg dimuntahkan berasal hati yang penuh kegembiaraan akan mengalahkan 100 dirham dari hati yang terpaksa.

Menyampaikan sedekah pada orang yg menggunakannya buat beribadah pada allah

         Mirip orang alim yg bertaqwa yg menggunakan harta itu buat ketaatan serta ketaqwaan pada allah, orang saleh yang miskin serta kerabat dekat. Jika ada seseorang yang memiliki seluruh karakter ini maka beliau artinya orang yang paling tepat diberikan sedekah. Kalaupun hanya keliru satu sifat saja yg ada pada dirinya, maka itupun cukup.

Rasulullah saw., bersabda: “jangan biarkan makananmu di makan kecuali orang yg bertaqwa, serta janganlah kamu makan kecuali kuliner orang yang bertaqwa.

Asal penjelasan diatas, kita sudah mengetahui bahwa allah berakibat batasan pelit itu ialah orang yg hanya mengeluarkan zakat wajib  saja, tanpa mengeluarkan sedekah sunnah. Menggunakan demikian, orang yg tidak mengeluarkan zakat harus ialah orang yg pelit.

Sesuai firman allah yg sudah kami sebutkan: “Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat serta menunaikan zakat, maka (mereka itu ) merupakan saudara-saudaramu seagama.” (at-taubah [9]:11)
Arti ayat ini artinya apabila seseorang tidak mendirikan shalat dan  tak mengeluarkan zakat, maka beliau bukanlah saudara sesama muslim dan  seagama. Ini merupakan embargo keras asal allah bagi setiap orang yg ingin melakukan perbuatan baik. “barangsiapa yg allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan bisa menolak sesuatupun (yg tiba) daripada allah.”(al-maidah [5]:41)

Diriwayatkan oleh abu hurairah ra.

rasulullah saw., bersabda: tidaklah seseorang mempunyai emas serta perak , dan  dia tidak mengeluarkan zakatnya kecuali bila tiba hari kiamat akan dinyalakan api neraka untuknya. Kemudian emas serta peraknya dipanaskan di pada api neraka. Lalu dengannya (emas dan  perak) orang itu disetrika dahi, lambung serta punggungnya. Saat dingin (tubuhnya musnah) maka dikembalikan lagi, di hari yang lamanya 50.000 tahun. (hal itu berlangsung hingga) allah mengadili hamba-hambanya, maka dia akan melihat jalannya, apakah ke nirwana atau ke neraka.(bukhari muslim)

Hadits ini dikuatkan dengan firman allah:


يَوۡمَ يُحۡمَىٰ عَلَيۡهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكۡوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمۡ وَجُنُوبُهُمۡ وَظُهُورُهُمۡۖ هَٰذَا مَا كَنَزۡتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡنِزُونَ

di hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan  punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, inilah harta bendamu yg kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat berasal) apa yang engkau  simpan itu.(at-taubah [9]: 35)

Diriwayatkan oleh ibn mas’ud ra.

rasulullah saw., bersabda:tidaklah seorang yang tak mengeluarkan zakat hartanya, kecuali pada hari kiamat hartanya akan berwujud ular yg botak serta ular itu dikalungkan dilehernya.” kemudian rasulullah saw., membaca firman allah : “sekali-kali janganlah orang-orang yg bathil menggunakan harta yg allah berikan pada mereka dari karunia-nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu artinya jelek bagi mereka. Harta yg mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak dilehernya berasal hari kiamat.(ali imran [3]:180) (hr. Ibn hibban, an-nasa’i serta ibn khudzaimah)

Zakat sebagai pembebas jalan

Zakat sebagai pembebas jalan

AJARAM MUSLIM - Zakat sebagai pembebas jalan

Berkenaan dengan zakat , allah berfirman:


خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“ambillah zakat berasal sebagian harta mereka, menggunakan zakat itu kamu membersihkan serta mensucikan mereka serta mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (sebagai) ketentraman jiwa bagi mereka. Serta allah maha mendengar lagi maha mengetahui". (at-taubah [9]: 103)

Zakat merupakan saudaranya shalat. 

Sang sebab itu, dalam beberapa ayat al-qur’an serta hadist nabi, penyebutan zakat selalu diiringi dengan shalat, seperti dalil pada firman allah ini dia“Jika mereka bertaubat serta mendirikan shalat dan  menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka buat berjalan.(at-taubah [9]: 5)
Bila mereka bertaubat, mendirikan shalat serta menunaikan zakat, maka (mereka itu) ialah saudara-saudaramu seagama.(at-taubah [9]: 11)

Secara zhahir makna ayat ini ialah orang yang tak mengerjakan shalat serta menunaikan zakat, maka mereka tidak diberikan kebebasan buat berjalan, tapi wajib  diperangi. Karena mereka bukanlah saudaramu seiman dan seagama.

Abu bakar ash-shiddiq ra., berkata: “demi allah, saya akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dengan zakat.(hr. Bukhari – muslim)

Perkataan ini sesuai dengan hadis nabi pada atas.saya diperintahkan buat memerangi insan sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilahi selain allah dan  muhammad ialah utusannya, mendirikan shalat serta membayar zakat. Bila mereka melakukan itu maka mereka terjaga dariku darah dan  hartanya, kecuali berkaitan aturan islam (had) serta hisab mereka diserahkan kepada allah.(hr. Bukhari – muslim)

Diriwayatkan oleh ibn abbas ra., saat nabi saw mengirim mu’adz ke yaman, dia mengatakan:

serulah mereka kepada syahadat bahwa tiada tuhan selain allah serta aku  artinya utusan allah. Apabila mereka mentaatimu buat melakukan itu, beritahu kepada mereka bahwa allah telah mewajibkan mereka shalat lima ketika sehari semalam. Bila mereka mentaatimu buat melakukan itu, beritahu pada mereka bahwa allah sudah mewajibkan mereka sedekah asal harta-harta mereka. Merogoh harta dari orang-orang kaya diantara mereka serta mengembalikan kepada orang-orang miskin diantara mereka.(hr. Bukhari-muslim)

Ketahuilah! 

Zakat itu dibagi menjadi dua: zakat harta dan  zakat badan. Zakat harta berkaitan dengan lima macam: zakat emas dan  perak (naqdain), perdagangan, zakat buah-buahan seperti korma serta anggur, zakat pertanian dan  binatang mirip onta, sapi serta kambing.

Adapun nisab (ukuran zakat) asal ini semua sesuai apa yg diriwayatkan sang bukhari, diriwayatkan sang anas bin malik ra.,:

beliau bercerita bahwa abu bakar ra., menulis surat kepadanya: “ini (zakat) adalah sedekah harus yang sudah diwajibkan sang rasulullah saw atas semua kaum muslimin sebagaimana diperintahan allah kepada rasulnya:
(zakat onta) dalam 24 ekor unta serta kurang darinya: setiap lima ekor unta (mengeluarkan zakat) 1 kambing berumur satu tahun. Jika jumlahnya hingga 25 unta sampai 35 unta, zakatnya artinya 1 unta bintu mahadh (unta betina berumur 1 tahun memasuki 2 tahun). Apabila tidak terdapat maka (diganti) 1 unta ibn labun (unta jantan berumur dua tahun memasuki 3 tahun. Apabila jumlahnya sampai 36 unta sampai 45 unta, zakatnya 1 unta bintu labun (unta betina berumur 2 tahun memasuki 3 tahun). Jika jumlahnya sampai 46 unta hingga 60 unta, zakatnya 1 unta hiqqah (unta betina berumur 3 tahun memasuki 4 tahun). Bila jumlahnya hingga 61 unta hingga 75 unta, zakatnya 1 unta jaz’ah (unta betina berumur 4 tahun memsauki 5 tahun).Apabila jumlahnya hingga 76 unta sampai 90 unta, zakatnya 2 unta labun. Apabila jumlahnya sampai 91 unta hingga 120 unta, maka setiap 40 zakatnya 1 unta bintu labun serta setiap 50 unta zakatnya 1 unta hiqqah. Barangsiapa yg tidak memiliki unta kecuali 4 ekor maka tak harus baginya zakat, kecuali apa yg dikehendaki tuhannya (sedekah sunah).
(zakat kambing) pada zakat kambing menjadi binatang ternak. Apabila jumlahnya 40 kambing sampai 120 kambing, zakatnya 1 kambing berumur 1 tahun. Bila jumlahnya lebih berasal 120 kambing sampai 200 kambing, zakatnya dua kambing.Apabila jumlahnya lebih berasal 200 kambing hingga 300 kambing, zakatnya tiga kambing. Apabila jumlahnya lebih dari 300 kambing, maka setiap 100 kambing zakatnya 1 kambing. Jika kambing peliharaan seseorang kurang asal 40 kambing, maka tiaklah wajib  baginya mengeluarkan zakat kecuali apa yg dikehendaki tuhannya.”
(zakat sapi) diriwayatkan sang mu’adz bin jabal ra., saat rasulullah saw mengirimnya ke yaman, beliau memerintahkan kepadanya buat mengambil setiap 30 sapi, 1 sapi tabi’ atau tabi’at (sapi laki-laki  atau betina berumur 1 tahun). Serta setiap 40 sapi, 1 sapi musinnah (sapi betina berumur dua tahun). (hr. Ahmad, abu daud, tirmidzi, nasa’i, ibn majah serta ibnu hibban)
(zakat dirham serta dinar) diriwayatkan sang ali bin abi thalib ra., rasulullah saw., bersabda: “apabila kamu mempunyai 200 dirham dan  sudah hingga haulnya (satu tahun) maka zakatnya 5 dirham. Atau, engkau  tak memiliki sesuatu asal emas, sampai kamu memiliki 20 dinar dan  telah sampai haulnya, maka zakatnya 1/2 dinar. Sedangkan, apaila lebih maka hitungannya seperti itu.” (hr. Abu daud)
(zakat tanaman) diriwayatkan oleh sa’id al-khudri ra., rasulullah saw., bersabda: “tidaklah kurang berasal 5 wasaq dari butir-buahan serta biji-bijian terkena zakat.” (hr. Muslim) diriwayatkan oleh ibn umar ra., rasulullah saw., bersabda: “tumbuhan yg disirami hujan dan  mata air atau tidak disirami sendiri, maka zakatnya 1/10. Apabila disirami dengan timba maka zakatnya 1/20.” (hr. Bukhari)
Zakat fitrah

Yg dimaksud dengan zakat badan merupakan zakat fitrah. Berdasarkanm hadits nabi yang diriwayatkan sang ibn umar ra., beliau berkata: “rasulullah saw., mewajibkan zakat fitrah satu sha’ dari korma atau satu sha’ dari gandum atas budak dan  orang yang merdeka, laki-laki  atau wanita, anak mungil atau orang dewasa asal kaum muslimin. Rasulullah juga memerintahkan buat mengerluarkannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat ied.” (hr. Bukhari – muslim)

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
close