9 pertanda anda dan pasangan ditakdirkan bersama selamanya

9 pertanda anda dan pasangan ditakdirkan bersama selamanya

AJARAN MUSLIM - 9 pertanda anda dan pasangan ditakdirkan bersama selamanya


     Bersama selamanya dalam pernikahan tentu menjadi tujuan asal seluruh pasangan kekasih. Namun, menikah bukanlah hal yang simpel buat diputuskan. Pernikahan membawa dua famili, 2 hati serta 2 manusia dengan karakter yang tidak selaras. Diharapkan langkah buat menyatukan keduanya sehingga berjalan harmonis dan  beriringan.

Kebiasaan, gaya hayati, ilham dan  pemikiran yang tidak sinkron dapat mengancam keutuhan rumah tangga nantinya. Rasa cinta saja tentu tidak relatif buat menyelesaikannya. Anda dan  pasangan harus saling mengerti serta tahu eksklusif masing-masing.

Mirip yang dilansir dari situs boldsky, selasa (13/9/2016), berikut tanda-tanda yang dapat anda pertimbangkan buat menentukan apakah anda serta pasangan dapat bersama selamanya serta menjalani pernikahan.

Pertanda 1


Anda bercerita semuanya pada pasangan. Apapun yg terjadi pada hayati anda, termasuk itu cerita yg buruk  serta kekurangan anda sekalipun. Waktu anda serta pasangan telah saling bercerita perihal diri masing-masing secara jujur serta tak ada yg ditutupi, anda serta pasangan bisa beserta selamanya.

Tanda 2


Anda merasa banyak rintangan untuk menikah. Dilema dan  cobaan waktu menuju pernikahan adalah jalan menyatukan cinta pasangan. Waktu anda menghadapi problem, perjuangan yang anda dan  kekasih anda lakukan tentu lebih keras serta lebih baik.

Tanda 3


Pasangan anda mengajak buat bertemu keluarganya lalu anda merasa nyaman beserta mereka. Anda juga membawa dirinya ke tempat tinggal   anda. Jika sudah terdapat tanda-tanda ini, anda serta pasangan dapat beserta selamanya.

Tanda 4


Anda serta kekasih tidak pernah merasa bosan meski bekerja dalam satu perusahaan. Anda terkadang berbicara dan  tertawa dengannya. Terkadang juga anda diam. Namun anda serta pasangan tidak pernah merasa canggung dan  bosan.

Tanda 5


Hampir separuh hari anda habiskan menggunakan mengkhayal ihwal masa depan bersamanya. Hal ini mengakibatkan anda pasangan kekasih yg ditakdirkan bersama.

Tanda 6


Anda tak pernah merasa berdebat dengannya meskipun anda benar. Pasangan anda pula merasakan dirinya galat serta dalam hitungan mnt meminta maaf. Bahkan, anda menciumnya setiap kali ia berargumen dengan anda. Bila ini telah terjadi pada korelasi, anda dan  pasangan ditakdirkan buat beserta.

Tanda 7


Pasangan memberi anda kebebasan dan  tidak pernah membatasi anda. Anda jua melakukan hal yg sama kepada dirinya. Jika sudah begini anda dapat bersama dengan oleh kekasih selamanya.

Tanda 8


Anda tidak merasa risih beliau berada pada lebih kurang anda. Anda merasa bebas dengan diri anda sendiri serta tampil apa adanya.

Tanda 9


Pasangan anda mampu saja mempunyai kebiasaan jelek, tetapi hal ini tidak membuat anda kehilangan rasa tertarik padanya. Begitu jua dengan dirinya, ia tidak mempermasalahkan norma buruk  anda bahkan membentuk anda lebih berharga. Hal ini berarti anda pasangan ditakdirkan buat mendapatkan satu sama lain. Jangan ragu buat melangsungkan pernikahan dengannya, ikuti kata hati anda.

Shalat pada keadaan perang

Shalat pada keadaan perang

AJARANMUSLIM - Shalat pada keadaan perang

Shalat khauf 

          Al-khauf adalah khawatir, takut, lawan berasal al-amn (merasa aman). Adapun yang dimaksud shalat khauf merupakan shalat yang dilakukan pada situasi perang melawan musuh. Sebab shalat dalam keadaan demikian memperoleh beberapa keringanan-keringanan serta kemudahan-kemudahan – terutama bagi shalat jamaah – yang tidak ada di shalat lainnya.

Dasar disyari’atkannya shalat khauf merupakan ayat-ayat dan  hadits-hadits, yg akan kita temui nanti saat mengambarkan wacana situasi-situasi serta cara-cara shalat ini.

Situasi-situasi


Shalat khauf ada dua keadaan yg mensugesti bentuk shalat khauf ini, sesuai menggunakan situasi perang:

Situasi pertama: 


Yaitu waktu berjaga-jaga dan  bersiap siaga sebelum terjadinya pertempuran. Pada keadaan demikian, shalat merogoh bentuk eksklusif, berlainan sedikit berasal bentuk shalat di umumnya, diakrenakan kaum muslimin ingin agar shalat senantiasa dilaksanakan berjamaah, dipimpin oleh pemimpin akbar atau panglima tertinggi mereka, atau seorang yang mewakili kedudukannya dalam mengatur pertempuran.

Disyari’atkannya shalat khauf dalam keadaan mirip ini, ditunjukkan oleh firman allah ta’ala:

Dan  apabila engkau  berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) kemudian kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan asal mereka berdiri (shalat) besertamu dan  menyandang senjata, lalu bila mereka (yang shalat besertamu) sujud (sudah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (buat menghadapi musuh) serta hendaklah tiba golongan yg kedua yg belum bersembahyang, kemudian bersembahyanglah mereka denganmu, dan  hendaklah mereka bersiap siaga serta menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu serta harta bendamu, lalu mereka menyerbu engkau  menggunakan sekaligus. Serta tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, Jika engkau  mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena engkau  memang sakit; dan  siap siagalah engkau . Sesungguhnya allah sudah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. (q.S. An-nisa’: 102).

Fa idza sajadu: apabila mereka sudah bersujud. Maksudnya, apabila orang-orang yg shalat bersama kamu sudah merampungkan shalatnya, maka hendaklah mereka pergi menjaga kamu.

Bentuk shalat khauf yang diterangkan pada ayat tersebut pada atas, mempunyai dua cara – yang diterangkan sang rasulullah saw lewat praktek beliau – yang saling tidak selaras berdasarkan perbedaan posisi musuh terhadap kaum muslimin, dan  apakah mereka berada di arah kiblat atau tidak.

Cara pertama 


Cara yg pertama adalah pada kala musuh berada di arah kiblat, sedang pertempuran belum berkecamuk.

Apabila para tentara hendak melakukan shalat berjamaah, serta tidak ingin membagi shalat mereka menjadi beberapa gerombolan , supaya memperoleh keutamaan satu jamaah yg besar , maka hendaklah imam mengatur mereka sebagai 2 barisan, atau empat, atau lebih poly lagi, serta shalatlah bersama mereka.

Jika imam sujud, maka yg ikut bersujud hanya shaf yang terdekat dengannya saja, manakala jamaah dibagi sebagai 2 shaf. Adapun jikalau dibagi menjadi empat, maka yang ikut bersujud 2 shaf yang terdekat, demikian seterusnya. Sedang selebihnya permanen berdiri, menjaga kawan-kawan mereka terhadap serangan yg tiba-tiba atau semisalnya.

Apabila imam bangkit bersama mereka yg bersujud bersamanya, barulah yg lain-lain sujud kemudian menyusul imam berdiri untuk rakaat ke 2.

Bila imam sujud buat rakaat ke 2, maka hanya diikuti sang mereka yang pada rakaat pertama tersebut tidak ikut sujud bersamanya. Sedang yang di rakaat pertama tadi ikut sujud, kini   tidak.

Dan  akhirnya, semuanya duduk bersama-sama buat bertasyahud dan  salam.

Cara shalat seperti ini telah dilakukan oleh rasulullah pada suatu peperangan, yaitu perang ‘usfan. Dengan demikian sebagai suatu sunnah pada tiap keadaan yg menyerupainya.

Al-bukhari (902) sudah meriwayatkan dari ibnu ‘abbas ra, dia mengatakan:

 قَامَ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ قَامَ النَّاسُ مَعَهُ، فَكَبَّرَ وَكَبَّرُوا مَعَهُ، وَرَكَعَ نَاسٌ مِنْهُمْ، ثُمَّ سَجَدَ وَسَجَدُوا مَعَهُ، ثُمَّ قَامَ لِلثَّانِيَةِ فَقَامَ الَّذِيْن سَجَدُوا وَحَرَسُواِلاِخْوَانِهِمْ، وَاَتَتِ الطَائِفَةُ اْلاُخْرَى فَرَكَعُوْا وَسَجَدُوا مَعَهُ وَالنَّاسُكُلُّهُمْ فِى صَلاَةٍ، وَلَكِنْ يَحْرُسُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا

Nabi saw berdiri, serta orang-orang berdiri beserta dia. Maka beliau pun takbir, dan  mereka pun takbir bersama beliau. Lalau terdapat beberapa orang asal mereka yang ikut ruku’. Selanjutnya nabi sujud, serta (hanya) mereka inilah yg ikut sujud beserta dia. Kemudian nabi bangkit buat rakaat kedua, maka bangkit juga mereka yang tadi ikut sujud lalu menjaga mitra-kawan mereka, sementara grup yg lain tiba lalu ruku’ serta sujud beserta beliau. Sedang orang-orang itu seluruhnya berada pada satu shalat, namun sebagian mereka menjaga sebagian lainnya.

Cara ke 2 


Adapun cara yang kedua adalah ketiak musuh tersebar di selain arah kiblat, sedang pertempuran belum terjadi. Pada keadaan seperti ini, cara shalat yang dianjurkan ialah menjadi berikut:

1. Jamaah dibagi menjadi dua kelompok. Sekelompok berdiri menghadapi musuh. Bersiap siaga dan  menjaga kawannya. Sedang gerombolan  lainnya menunaikan shalat jamaah bersama imam.

2. Bersama gerombolan  yg kedua ini, imam melakukan shalat satu rakaat. Apabila beliau bangkit buat melakukan rakaat kedua, maka gerombolan  ini memisahkan diri dari imam, dengan merampungkan sendiri rakaat yang kedua, kemudian pulang menggantikan kelompok yg pertama tadi berjaga-jaga.

Tiga. Grup pertama datang kemudian ma’mum kepada imam, -serta imam dianjurkan memperpanjang berdirinya pada rakaat ke 2, supaya bisa tersusul sang kelompok ini-, kemudian, imam melanjutkan shalatnya bersama grup ini buat rakaat ke 2, yg bagi mereka baru adalah rakaat pertama. Sang karena itu, jika imam duduk buat tasyahud, mereka justru bangkit buat merampungkan rakaat kedua, lalu menyusul imam yg masih tetap dalam tasyahudnya, menunggu mereka. Kemudian salam beserta mereka.

Cara seperti ini adalah sifat shalat rasulullah saw pada peranga dzatirriqa’.

Al-bukhari (3900), dan  muslim (842) serta jua lainnya meriwayatkan dari shalih bin khawwat, dari seseorang yang menyaksikan shalat khauf yg dilakukan rasulullah saw di perang dzaturriqa’:

 اَنَّ طَائِفَةً صَفَّتْ مَعَهُ، وَ طَائِفَةٌ وَجَاهُ الْعَدُوِّ، فَصَلَّى بِالَّتِى مَعَهُ رَكْعَةً، ثُمَّ ثَبَتَ قَائِمًا، وَاَتَمُّوالاَِنْفُسِهِمْ ثُمَّ انْصَرَفُوا، فَصَفُّوا وُجَاهَ الْعَدُوِّ، وَجَاءَتِ الطَائِفَةُ اْلاُخْرَى فَصَلَّى بِهِمُ الرَّكْعَةَ الَّتِى بَقِيَتْ مِنْ صَلاَتِهِ، ثُمَّ ثَبَتَ جَالِسًا، وَاَتَمُّوالاَِنْفُسِهِمْ ثُمَّ سَلَّمَ بِهِمْ

Bahwasanya satu grup menghasilkan shaf bersama beliau, sedang gerombolan  lainnya menghadapi musuh. Maka, beliau shalat bersama grup yang menyertai dia itu satu rakaat. Lalu beliau tetap berdiri, ad interim mereka merampungkan (shalatnya) sendiri-sendiri, lalu pulang kemudian berbaris menghadapi musuh. Dan  datanglah kelompok yang lain tersebut, maka nabi melanjutkan shalatnya bersama mereka, (menuntaskan) rakaat yg tersisa dari shalatnya itu. Kemudian tetap duduk, ad interim mereka menyempurnakan (shalatnya) sendiri-sendiri. Barulah lalu dia salam bersama mereka.

Anda lihat, bahwa pelaksanaan shalat menggunakan kedua cara mirip ini –di kala kaum muslimin menghadapi musuh- memuat keliru satu ilustrasi betapa wajib  terpeliharanya shalat jamaah, sembari memelihara keselamatan kaum muslimin, waspada terhadap musuh serta berjaga-jaga menghadapi tipu-daya mereka.

Adapun keistimewaannya yang terbesar artinya supaya senantiasa mengikuti rasulullah saw, dan  memperoleh pahala berasal shalat yang dilakukan beserta dalam satu jamaah, dipimpin sang khalifah, atau pemimpin akbar, atau panglima di medan-medan pertempuran.

Situasi kedua 


Yatiu saat peperangan menggunakan musuh telah berkecamuk, barisan-barisan telah bercampuraduk diliputi kekhawatiran yg amat sangat.

Dalam keadaan seperti ini tidak terdapat cara shalat eksklusif. Akan tetapi masing-masing melakukan shalat menggunakan cara apapun yg mungkin: berjalan kaki, naik kendaraan, berlari, berdiri, menghadap kiblat ataupun tidak. Ruku’ serta sujudnya relatif dengan isyarat, yakni dengan menggerakkan kepala yang menunjukkan ruku’ serta sujud. Isyarat sujud tentu melebihi isyarat ruku’. Jika mungkin sebagin ma’mum pada yg lain itu lebih baik, sekalipun tempat mereka bhineka, atau ma’mumnya berada pada depan imam.

Allah ta’ala berfirman;

Peliharalah semua shalat(mu), dan  (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah buat allah (dalam shalatmu) menggunakan khusyu'. Bila engkau  pada keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Lalu bila engkau  telah safety, maka sebutlah allah (shalatlah), sebagaimana allah telah mengajarkan kepada engkau  apa yg belum engkau  ketahui. (q.S. Al-baqarah: 238-239).

Al-wustha: shalat ‘ashar.

Kama ‘allamakum: sebagaimana allah mengajarkan pada kamu amaliah-amaliah shalat.

Al-bukhari (4261) telah meriwayatkan dari ibnu ‘umar ra dalam mensifati shalat kahuf serta selesainya menceritakan tentanga kedua cara tadi pada atas, beliau berkata:

وَبَعْدُ فَاِنْ كَانَ خَوْفٌ هُوَ اَشَدُّ مِنْ ذَلِكَ، صَلُّوا رِجَالاً قِيَامًا عَلَى اَقْدَامِهِمْ اَوْ رُكْبَانًا مُسْتَقْبِلِى الْقِبْلَةِ، اَوْ غَيْرَ مُسْتَقْبِلِيْهَا

Dan  seterusnya, Jika terjadi kekhawatiran yg lebih hebat lagi daripada itu, maka mereka shalat sembari berjalan dan  berdiri menggunakan kaki mereka, atau berkendaraan, menggunakan menghadap atau tidak menghadap kiblat.

Dari malik, nafi’ mengatakan: “aku  beropini, abdullah bin umar takkan menceritakan mirip itu, kecuali asal rasulullah saw”.

Sedang dari muslim (839):

 فَصَلِّ رَاكِبًا اَوْ قَائِمًا، تُوْمِئُ اِيْمَاءً

Maka shalatlah engkau  sambil berjalan atau berdiri, menggunakan menggunakan isyarat.

Serta pada keadaan seperti ini, semua gerakan yang dilakukan mushalli yang disebabkan sang situasi perang, semuanya dimaafkan, selain berbicara serta berteriak, karena tidak ada darurat yang memaksa hal itu dilakukan.

Serta apabila terkena najis yang tak bisa dimaaf, mirip darah serta semisalnya, maka shalat tetap legal, namun nantinya harus diqadha ‘.

Serta ketahuilah, bahwa shalat serupa ini adalah rukhsakh pada setiap peperangan yang diizinkan syara’, serta pula di setiap keadaan di mana seorang mukallaf mengalami kekhawatiran hebat, mirip waktu lari asal musuh atau hewan buas dsb.

Hal yang patut diperhatikan di disyari’atkannya cara shalat seperti ini artinya, supaya pelaksanaan shalat di waktunya yg telah ditentukan permanen terpelihara, demi mematuhi perintah allah pada firmannya:

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yg dipengaruhi waktunya atas orang-orang yg beriman. (q.S. An-nisaa’: 103)

Bila kita salah pilih, kita akan jadi tamu di negeri sendiri

Bila kita salah pilih, kita akan jadi tamu di negeri sendiri

AJARAN MUSLIM- Bila kita galat pilih , kita akan jadi tamu di negeri sendiri


Bidang perempuan  serta ketahanan famili (bpkk) dpp pks menyelenggarakan pelantikan tempat tinggal  keluarga indonesia (rki) pada bendungan melayu, jakarta utara, sabtu (17/12/2016).

Cawagub dki nomor  urut 3 sandiaga uno menghadiri program ini. Hadir jua mahfudz abdurahman (bendahara awam dpp pks), wirianingsih (koordinator bpkk dpp pks), syakir purnomo (ketua   awam dpw pks dki jakarta), tubagus arif (anggota dprd dki fraksi pks asal dapil jakarta utara) serta beberapa tokoh warga  lainnya

Dalam kesempatan tersebut, sandi memberikan semangat supaya rakyat jakarta, khususnya yg bertempat tinggal di jakarta utara, buat semakin aktif memenangkan pilgub dki pada 15 februari 2017 mendatang.

"15 februari 2017 cepat berlalu serta menjadi momen krusial. Jika kita tidak sigap sangat krusial, ini akan berdampak pada kemajuan umat, kemajuan kita menjadi masyarakat jakarta. Kalau galat milih, kita akan sebagai tamu, bukan tuan rumah di negeri sendiri," kentara sandiga di tengah ratusan kader serta simpatisan pks, dan  rakyat jakarta utara.

Pada kesempatan ini jua, sandiaga memaparkan tiga acara unggulan dalam memimpin jakarta kelak beserta cagub anies baswedan sepanjang 2017-2022.

"tiga program utama yang kita ke depankan itu merupakan agar anies-sandi menjadi pemimpin yg memersatukan, tidak boleh memecah belah, serta menyentuh seluruh lapisan," jelas sandiaga.

Ke 1, kualitas pendidikan wajib  naik dibandingkan ketika ini. Hal itu sebagai relevan, nilai sandiaga, karena anies menjadi 20 (2 puluh) tokoh pendidikan yg intelektualitasnya diakui global. Sebagai akibatnya, acara kartu jakarta pandai  (kjp) wajib  diteruskan.

"tapi, kita akan menambahkan menjadi kjp plus. Plus nya pertama ialah bisa diambil tunai bagi rakyat yg membutuhkan. Kedua, buat yg putus sekolah, akan mampu membuat balik  belajar. Ketiga, bagi yg madrasah pula menggunakan kjp plus," kentara sandiaga.

Ke 2, adalah program ekonomi. Sandiaga menilai pertumbuhan ekonomi pada jakarta tinggi, akan tetapi minim lapangan pekerjaan. Sang karena itu, anies-sandi punya acara oke oce, yaitu one kecamatan one center. 1 kecamatan akan terdapat sentra kewirausahaan.

"ibu-bunda yang punya hobi masak, menjahit, atau kecantikan, akan kita berikan training akan kita berikan modal sebanyak 300 juta rupiah tanpa melibatkan apbd. Kita akan libatkan perbankan. Ini buat kita gerakkan, agar umkm jangan digusur, tapi ditata," tegas pengusaha kelas atas pada indonesia.

Sandiaga turut juga memaparkan, dirinya dulu pernah pula terkena phk. Lalu, waktu itu, dirinya berupaya membentuk usaha dimulai hanya dari 3 orang. Hingga sekarang, karyawan yang dimiliki lebih dari 50rb orang.

"alhamdulillah alloh cukupkan rezeki saya, sebagai akibatnya nanti waktu aku  sudah sebagai wagub akan aku  donasikan honor  dan  tunjangan aku  buat anak yatim serta dhuafa di jakarta,"

Ke 3, anies-sandi berkomitmen buat menekan harga kebutuhan barang pokok atau yang dikenal menggunakan sembako.

"ibu-bunda, harga cabai sekarang naik atau turun? Harga daging kini   mahal atau murah? Karena itu, kami akan hidupkan lagi pasar-pasar tradisional. Pasar-pasar kecil ini akan kita aktifkan lagi agar rantai distribusi bisa kita pangkas, sebagai akibatnya harga bisa lebih murah," papar sandiaga.

Sandiaga berharap kelak menggunakan adanya pemimpin baru jakarta ke depan, tidak hanya mengurus bangunan (fisik) atau memperhatikan pengusaha besar  mirip apa yang dilakukan pemprov dki kini  .

"kami tidak ingin apa yg kami lakukan, seperti pemprov sekarang. Yang dipikirkan hanya orang kaya, orang kecil makin miskin. Hanya membentuk fisik, tak menciptakan insan. Yang kaya makin kaya, yg susah makin susah," tegas sandiaga. [tsc]
Seberapa pantas kita akan menunggu?

Seberapa pantas kita akan menunggu?

AJARAN  MUSLIM - Seberapa pantas kita akan menunggu?


Dibutuhkan saat sekitar 9 bulan 10 hari, setiap janin yg berada pada kandungan akan siap terlahir. Diharapkan 7 hingga 10 tahun, seseorang anak akan hingga ke masa balig, di saat taklif keberagamaan dikenakan baginya. Diperlukan hampir 25 sampai 40 tahun lamanya, semenjak kita terlahir, sekedar buat mumpuni bersikap sahih-benar dewasa, yakni suatu masa, di saat kita mulai mampu menertawakan diri sendiri. Karena selama ini, baru disadari betapa lucunya kita sudah menjalani hidup. Dan  diharapkan hampir 1 jam lamanya goresan pena ini mampu dirampungkan, selesainya 1 jam yang lalu hanya judulnya saja yang sudah lebih dulu terdapat.

Hampir segala hal yg berproses ke arah sempurna, terikat oleh jalannya waktu. Dan  insan sebagai makhluk yang ditakdirkan buat hidup serta terus berkembang, tidak mungkin terhindar asal keadaan bernama “menunggu”.

Pendek kata, seluruh manusia pasti pernah merasakan dan  mengalami sebuah proses penantian, yg tidak lain ialah menunggu ini dan  itu.

Buat menjadi pohon menjulang, sebutir bibit perlu ditanam. Menunggu sekian lama   buat tumbuh serta berkembang meninggi. Perlu terus dipupuk serta disiram.

Buat memetik buah yang ranum-anggun, kita harus menunggu bunga berubah wujud sebagai butir. Pun butir, dari mentah sebagai matang.

Untuk menyantap sepiring nasi, kita mesti menunggu beras matang dimasak. Dan  sebelum beras didapat, kita pun mesti menunggu bulir padi dipanen, buat kemudian menunggunya lagi selesai digiling. Sehabis sebelumnya, hampir 4 bulan lamanya ditanam dirawat para petani.

Buat pergi jauh ke negeri seberang, di tepian lautan kita menunggu kapal yg akan tiba. Buat dapat terbang melaju pada pesawat, kita mesti menunggu dulu hingga punya tiket. Dan  agar mampu membeli tiket kita wajib  menunggu terlebih dulu punya uang.

Buat diupah, kita mesti menunggu sesudah lebih dulu bekerja. Buat sebagai bos, biasanya kita harus sabar menunggu terlebih dulu belajar sebagai bawahan.

Buat mendapatkan sederet gelar, tak mampu tidak, kita wajib  telaten memulainya asal bangku TK nol mungil hingga tingkatan 1, dua, tiga serta seterusnya.

Menunggu artinya tugas yang harus kita jalani. Jadi jangan pernah merasa serta gampang mengatakan bahwa menunggu merupakan sesuatu yang membosankan buat kita lakukan. Sebab pada menunggu, poly hal yang mampu kita lakukan. Dengan menunggu, banyak pula hal yang akan mampu kita rampungkan. Asal saja kita tahu, bagaimanakah sebenarnya cara menunggu.

Orang yang senantiasa berpikir positif, akan menunggu secara aktif. Pada menunggu, beliau akan menyiapkan aneka macam hal buat dilakukan. Sebab beliau sadar bahwa sesungguhnya menunggu itu meniscayakan sesuatu yang akan tiba, maka dia akan bersiap sedia buat melakukan penyambutan di apa dan  siapapun yang sedang dinantikan.

Seseorang yg akan kedatangan tamu , setidaknya akan tergerak untuk menggelar karpet indah  buat dilewati, kursi yg nyaman buat diduduki, minuman segar serta hidangan lezat-pilihan untuk disuguhkan.

Pada menunggu tiap hal, terdapat konsekwensi yg tidak selaras jua.

Bagaimana kita yang muda menunggu tua? Kita yg miskin menunggu kaya? Kita yang kikir menunggu gemar memberi? Kita yang ingkar menunggu taat?

Bagaimana kita yg malas menunggu rajin? Kita yg hayati menunggu tewas? Akankah kita hanya menunggu, tanpa berbuat apapun?

Bagaimana kita yg tak beramal baik akan menunggu pahala berlimpah? Bagaimana kita yang tidak pernah menanam benih akan pernah menunggu ketika memanen buah?

Buat menunggu, diperlukan upaya konkret. Dalam menunggu, kita tidak mungkin diam tidak melakukan apa-apa.

Bila tidak, pantaskah kita diklaim sebenar-benarnya menunggu?

Hikmah dosa, menjadi obat dan  penangkalnya

Hikmah dosa, menjadi obat dan penangkalnya

AJRAN MUSLIM - Hikmah dosa, menjadi obat dan  penangkalnya


       Setiap orang yg sadar akan perbuatan dosanya, kemudian bertaubat dengan sebenar-benarnua taubat serta menemukan pesan yang tersirat-pesan tersirat asal perbuatan dosa dan  maksiat, orang seperti ini bagaikan seorang dokter yg menyampaikan manfaat kepada orang sakit dalam pengobatan. Seorang tabib yang memahami penyakit dan  obatnya secara pribadi lebih mahir daripada tabib yang cuma tahu dari teori. Hal ini bukan hanya dalam masalah penyakit badan. Akan tetapi, jua berlaku pada penyakit hati serta obatnya. Inilah makna ungkapan seorang sufi,

"orang yang paling memahami akan keburukan (stigma) merupakan yg paling poly keburukannya. "

Umar bin khaththab pernah berkat: "ajaran islam sirna sedikit demi sedikit Jika dalam islam lahir generasi yang tidak mengenal kejahiliahan"

Sang sebab itulah, para sahabat adalah bagian berasal umat islam yang paling memahami tentang islam, paling memahami ihwal detailnya. Mereka artinya orang-orang yg paling besar  cintanya kepada kepercayaan , paling besar  jihadnya menghadapi musuh islam, paling keras memegang ajarannya, menyebarkan ajarannya dan  mewanti-wanti berasal ajaran lawannya. Saat islam datang, ia membawa ajaran yang bertolak belakang dari apa yang mereka dahulu kenal pada masa jahiliah. Pengetahuan mereka tentang versus ajaran islam itu menambah pengetahuan serta cinta dan  jihad mereka untuk islam.

Itu seperti seseorang yang berada di dalam kesempitan, kesusahan hidup, kemiskinan, takut yg sangat, kemudian allah swt menakdirkannya hidup lapang, kaya, safety, dan  penuh kegembiraan. Tentu dia sangat cinta dan  gembira menggunakan keadaan baru yang dirasakannya. Serta, derajat cintanya itu berbanding lurus menggunakan kadar pengetahuannya wacana keadaan susah yang dahulu dialaminya.

Ini tentu saja tidak sama dengan orang yg lahir serta besar  dalam lingkungan kaya, safety, dan  penuh keriangan. Beliau tidak pernah merasakan keadaan yang lain. Mungkin tiba karena-karena yg bisa mengeluarkannya dari keadaan itu serta menjadi keadaan kebalikannya yakni miskin sementara beliau tidak merasakannya. Mungkin pula datangnya banyak sebab kecelakaan, tapi dia menyangkanya menjadi sebab yg bisa mengantarkannya menuju keselamatan, keamanan, serta kesehatan-sehingga tanpa disadari, dia binasa pada tangan sendiri. Alangkah banyak orang-orang mirip ini.

Akan tetapi Bila dia mengetahui dua hal yg bertentangan serta mengetahui disparitas ke 2 hal itu, pula memahami karena-sebab celaka secara lebih jelasnya, pasti seharusnya kenikmatan yang dimilikinya akan langgeng selama ia tidak menentukan penyebab lenyapnya kenikmatan tadi secara sadar. Pada hal ini, seseorang penyair mengungkapkan,

"saya mengenal keburukan tidak buat melakukan keburukan yang sama tapi untuk menjaga din darinya sebab siapa yang tidak kenal keburukan insan past/ ia terjerumus ke dalamnya"

Demikianlah keadaan orang beriman. Dia cerdas, jenius, paling tahu wacana kejahatan, tapi paling jauh darinya. Bila dia berbicara perihal kejahatan serta karena-sebabnya, engkau  hingga menduga dia orang yang paling dursila. Tapi Bila kamu berteman dengannya dan  engkau  memahami perangainya, kamu akan melihat dia adalah orang yg paling baik serta berbudi.

Yg ingin dijelaskan pada sini bahwa orang yg diuji menggunakan ditimpa celaka atau stigma, beliau menjadi orang yg paling memahami akan karena-sebabnya dan  bisa mencegah supaya tidak menimpa dirinya atau orang lain, baik yang meminta nasihat kepadanya maupun tidak.

Carilah orang yg mampu membuatmu tertawa saat bersama beliau

Carilah orang yg mampu membuatmu tertawa saat bersama beliau

AJARAN MUSLIM - Carilah orang yg mampu membuatmu tertawa saat bersama beliau


      Krusial sekali membentuk diri kamu sendiri bahagia. Kebanyakan orang menjalin hubungan menggunakan seorang karena ingin lebih senang . Usahakan dalam memilih pasangan, cari orang yg akan membentuk kamu terus tersenyum sebab kehadirannya.

Seluruh orang sempurna ingin menikah untuk sekali dalam seumur hidup. Menemukan orang yang tepat untuk menjalani sisa  hayati beserta adalah dambaan setiap orang. Yg dibutuhkan buat seluruh hal itu bukanlah seorang yang tepat pada segala hal tetapi mereka yg bisa menghasilkan engkau  selalu tersenyum dan  selalu merasa lebih baik Jika berada disisinya.

Memang tidak mampu dipungkiri bahwa semua orang memiliki kekurangan serta kelebihannya masing-masing. Orang yang sempurna bukanlah beliau yang bisa melakukan segala hal dengan baik namun beliau yang menghasilkan engkau  selalu merasa nyaman karena beliau bisa memotivasi kamu serta dirinya sendiri agar sebagai langsung yang lebih baik kedepannya.

Hanya dengan bersamanya saja kamu mampu tersenyum serta menghadapi segala persoalan beserta


Pada menjalani sebuah pernikahan tentunya akan berbagai persoalan yg mucul. Perseteruan dan  pertengkaran akan senantiasa muncul serta tidak mampu kalian hindari. Jika kamu bersama menggunakan orang yg pengertian dan  selalu melihat segala hal berasal sisi positif maka semua persoalan bisa kalian hadapi.

Pada beberapa kesempatan mungkin akan timbul disparitas pendapat namun kalian mampu mengatasinya dan  tidak mengembang-besarkan segala sesuatunya. Kalian akan mendiskusikan persoalan tersebut serta berusaha mencari jalan keluar terbaik buat masing-masing pihak.

Bersamanya engkau  mampu saling mendukung virtual masing-masing dengan memberi semangat serta dukungan


Sungguh hal yang membahagiakan dan  suatu keberuntungan jiak engkau  memiliki pasangan hayati yg mau mendukung virtual-virtual engkau . Kalian akan saling mendukung dan  memberi semangat buat terus berkembang menjadi langsung yang lebih baik. Kalian tidak akan saling menjatuhkan satu sama lain ataupun merendahkan.

Hidup dengan mengerti pasangan masing-masing akan menghasilkan kamu semakin maju baik pada karir ataupun rumah tangga karena mampu berjalan menggunakan selaras. Kalian tidak akan menuntut pasangan buat melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan  mengimbangi kekurangan menggunakan saling melengkapi.


Bersamanya kamu bisa saling melihat segala sesuatu berasal segi positif dan  tidak membesar-besarkan persoalan


Duduk perkara yang sederhana akan kalilan selesaikan dengan cara sederhana jua. Mengembang-besarkan persoalan yg sebenarnya tidak begitu penting bukanlah gaya kalian. Suatu dilema Bila tidak ditanggapi menggunakan bijak akan menjadi semakin runyam. Bersama orang yang tepat kamu akan bisa melihat segala sesuatu berasal segi positif. Tidak pernah berburuk sangka apalagi sampai menuduh tanpa adanya bukti.

Mengembang-besarkan masalah serta menuduh tanpa bukti artinya hal yang sangat tidak dewasa. Hal ini mampu mengakibatkan persoalan yang sangat berfokus apalagi Bila ditambah penguasaan emosi yg kurang akan terjadi sebuah perseteruan. Orang yang selalu berfikiran positif hidupnya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka yang suka  mengkritisi satu sama lain.

Engkau selalu tersenyum bersamanya sebab rasa percayamu di beliau begitu besar 


Kebahagiaan kalian akan selalu hadir saat kalian beserta, ini mengindikasikan rasa yg terdapat dalam diri masing-masing tumbuh menggunakan selaras dan  mampu membentuk kedua belah pihak memberikan rasa percaya yg tinggi. Percaya bahwa beliau akan terus beserta dengan kamu, percaya bahwa cinta yg kalian biana bersama akan semakin bertenaga seiring dengan berjalannya ketika.

Terdapat berbagai alasan mengapa kita perlu sekali memilih pasangan yang bisa membuatmu tertawa waktu bersama dia. Senyuman mampu menyiratkan banyak makna yang mempunyai kebahagiaan.

Saling mengasihi satu sama lain lebih asal pekerjaan, hobi serta hal lain sehingga mengakibatkan kamu menjadi orang yang begitu khas


Dibanding pekerjaan, pendapatan atau bahkan hobi kalian lebih memilih pasangan. Perasaan yang begitu besar  terhadap engkau  menghasilkan kalian berdua merasa puas karena saling mencintai dan  disayangi. Setiap hari rasa afeksi selalu kalian dipupuk. Dengan keadaan seperti ini pasangan juga tidak memanfaatkan satu sama lain terhadap rasa yang ada tetapi saling mendukung.



Syukur jua merupakan hal terpenting supaya engkau  serta pasangan selalu bahagai bersama. Sebab ketika kalian bersyukur berarti telah relatif puas dengan hidup yg ada waktu ini sebagai akibatnya tidak menuntut satu sama lain bertindak diluar kemampuan.
Apa pendapat orang islam tentang kepercayaan islam serta kristen?

Apa pendapat orang islam tentang kepercayaan islam serta kristen?

Apa pendapat orang islam tentang kepercayaan  islam serta kristen?


Pernyataan utama:


       Yesus kristus berdasarkan alkitab tidak sama dengan isa dari al-quran. Mengapa? Al-quran diturunkan pada muhammad 625 tahun sesudah yesus kristus. Al-quran tersusun tidak sistematis, maksud sistematis adalah tulisan pada bab dan  pasal-pasalnya tidak sistematis, atau saling terkait, susunan berasal nabi pertama yg terdapat dalam al-quran hingga terakhir tidak sistematis, seolah-olah tulisan itu hanya kutipan belaka asal tulisan-goresan pena yg ditemukan seseorang.

Sedangkan alkitab mulai berasal awal penciptaan sampai akhir tulisan hari kiamat tersambung sedemikian rupa serta simpel diikuti. Al-quran menulis nama-nama para nabi yang sama persis menggunakan alkitab, misalnya asal adam, musa, nuh, ibrahim, ishak, yahya, dll. Mengapa muhammad mampu menerima al-quran eksklusif dari allah dengan tulisan ditemukannya nabi-nabi yg sama persis dengan alkitab? Siapakah yg berkata islam telah terdapat semenjak adam? Ad interim yesus kristus lahir tahun 1 masehi serta muhammad lahir 625 tahun masehi. Apakah muhammad yg mengatakan bahwa islam telah terdapat sebelum adam?

Isa menurut al-quran tidak sama dengan yesus kristus berdasarkan alkitab. Hal ini wajib  dipisahkan secara kentara. Secara total  berbeda.

Pada islam tak terdapat kasih, karena kasih menurut islam tidak selaras dengan kasih menurut kristen. Umat islam mendoakan muhammad agar bisa diterima allah di tempat yg layak pada sisinya. Pada hal ini muhammad sangat beruntung sekali, sementara mungkin mereka yg mendoakannya justru lupa buat mendoakan diri mereka sendiri agar dapat ditempatkan pada daerah yg layak.

Hal-hal pada ataslah yg menghasilkan saya (penulis) berani berkata bahwa isa al-masih berdasarkan islam tidak sama dengan yesus kristus menjadi tuhan dalam alkitab. Jadi aku  merasa tidak perlu lagi dibahas dalam hal ini. Bahkan allah islam tidak sama dengan allah kristen, dalam arti allah yg disembah islam serta dipanggil melalui pembesar bunyi dengan allahuaqbar tidak sama menggunakan allah umat kristen yang dipanggil allah bapa di surga . Karena itu: isa al-masih berdasarkan islam tidak sama menggunakan yesus kristus dari kristen. Tidak, sama sekali lagi tidak sama. Bahkan jauh berbeda dengan disparitas tanpa batas. Atau tidak terdapat kaitannya atau hubungannya sama sekali.


Jawabannya:


Istilah "tidak sama" anda pakai tujuh kali. Pada umumnya kami sepakat menggunakan pernyataan primer anda. Telah kentara selain menyelidiki kepercayaan  islam serta al-quran, rupanya anda pula telah meneliti alkitab dan  ajaran agama kristen. Kami salut atas kerajinan anda. Praktis-mudahan anda tidak tersinggung karena kami sebagai orang kristen juga menelaah al-quran dan  suka  membahas wacana isa al-masih (yg memang dalam injil dikenal menjadi "yesus kristus") yg diklaim di dalam al-quran lebih kurang 90 kali.

Kami sepakat bahwa al-quran jauh berbeda dari alkitab dalam hal 'tak tersusun secara sistematis'. Setiap orang yg membaca dua kitab   ini akan segera melihat disparitas tersebut. Kami putusan bulat pula dengan keraguan anda terhadap pernyataan bahwa al-quran diterima eksklusif asal allah di hal isinya ada banyak bertentangan dengan wahyu dewa yang lebih dahulu, yaitu dengan taurat, zabur dan  injil.


Perbedaan ajaran islam dan  kristen


Kami tidak membantah pernyataan anda bahwa "kasih menurut islam tidak sama berasal kasih menurut kristen." memang berita injil pada intinya adalah isu kasih allah yg dinyatakan melalui kedatangan serta kematian isa al-masih. Serta injil tidak mengenal 'jihad' sama sekali, malah sebaliknya perintah serta teladan isa al-masih merupakan saling menyayangi bahkan sampai musuhpun dikasihi!

Kami putusan bulat jua akan keanehan nabi islam minta didoakan. Sedangkan isa al-masih tidak perlu didoakan. Isa al-masih telah di surga  (al-quran pun mengakui ini, lihat sura tiga:55).
Ya, tepat sekali tanggapan anda bahwa "allah yg disembah islam tidak sama dengan allah kristen yang dipanggil allah bapa pada nirwana." kami kagum akan pengertian anda yg begitu pada.
Kami setuju bahwa intinya isa al-masih dalam alkitab tidak sama menggunakan isa al-masih menurut al-quran.

Namun kami melihat dalam al-quran ada pula ucapan yg benar ihwal isa al-masih. Mirip sura tiga ayat 45 wacana isa al-masih putera maryam seorang terkemuka di dunia dan  pada akhirat, atau sura lima ayat 110 wacana isa al-masih menyembuhkan orang buta dan  bahkan membangkitkan orang mangkat  berasal kubur, atau sura 19 ayat 19 bahwa maryam akan melahirkan "seseorang anak laki-laki  yang kudus," atau ayat 33 yang menjelaskan bukan saja kelahiran isa al-masih namun juga perihal kematiannya serta kebangkitannya beliau hidup balik .

Kebenaran dalam isa al-masih


Bukankah meski ditulis di kitab  mana saja, kebenaran tetaplah kebenaran? Karena itu maaf jika kami meragukan kalimat anda yang terakhir bahwa, "tidak terdapat kaitannya atau hubungannya sama sekali antara al-quran dan  alkitab." memang meskipun tidak sinkron jauh, tetapi masih terdapat faedahnya menyelidiki titik persamaan dan  mencari kebenaran yang abadi.

Yg terpenting di sini, kebenaran utama wacana isa al-masih artinya bahwa kedatangannya, pengajarannya, kematiannya (di kayu salib), kebangkitannya, dan  pengangkatannya ke nirwana menjawab persoalan dosa insan. Mirip allah menebus "anak itu (yaitu anak ibrahim) dengan seekor sembelihan yang besar " (yaitu seekor sembelihan yang disembelih ganti anaknya - sura 37:102-107), demikian jua dalam cerita injil yg jauh lebih latif, allah mengatur ada seorang penebus (dari dosa) yang turun asal nirwana dan  sebagai pengganti hukuman dosa anda dan  saya. Demikian firman allah, "lihatlah anak domba allah (isa al-masih), yang menghapus dosa dunia (injil, rasul yohanes 1:29)" dan  "beliau (isa al-masih) yg tidak mengenal dosa telah dirancang-nya menjadi dosa sebab kita, supaya dalam beliau kita dibenarkan oleh allah (injil, dua korintus 5:21)."

Bila anda ingin membahas tema ini lebih lanjut, dengan suka  hati kami akan menerima tanggapan anda. Info pada atas ialah gosip terpenting pada dunia ini. Kami berharap anda juga bisa mengalami indahnya keselamatan ini. Mungkin anda mempunyai pertanyaan. Silakan disampaikan kepada kami. Terima kasih!

Doa agar menjadi istri yang sholehah

Doa agar menjadi istri yang sholehah

AJARAN MUSLIM - Doa agar menjadi istri yang sholehah


     Waktu pada masa penantian hendaklah bagi kaum wanita untuk memperbanyak berdo’a agar sebagai istri yg sholehah kelak Jika allah sudah mempersatukan menggunakan jodoh yang dinanti-nantikan. Sebab apa? Menjadi istri yang sholehah akan membawanya kepada keridhaan allah swt.

Dengan menjadi istri yang sholehah maka peluang buat memasuki syurga akan terbuka lebar, inilah bait-bait do’a supaya menjadi istri yang sholehah.

Bismillaahirrahmaanirrahiim: “yaa allah, Jika kelak engkau  persatukan aku  menggunakan beliau, berilah saya kekuatan serta keyakinan buat terus bersamanya. Jika kelak dia artinya suami yg akan membimbing tanganku dititian-mu, karuniakanlah saya sifat kasih serta ridha atas segala perbuatannya. Jika kelak beliau merupakan bidadara untukku di jannah-mu, limpahkanlah saya menggunakan sifat tunduk dan  tawaduk akan segala perintahnya. Bila kelak beliau ialah yg terbaik untukku pada dunia-mu, peliharalah tingkah laris serta istilah-kataku asal menyakiti perasaannya. Bila kelak beliau merupakan jodoh yg dirahmati sang-mu, berilah aku  kesabaran buat menghadapi segala macam persoalan. Tunjukkanlah aku  jalan yg terbaik buat aku  harungi segala dugaan-mu.

yaa allah, andai kata nanti dia tergoda menggunakan keindahan dunia-mu, limpahkanlah saya kesabaran untuk terus membimbingnya. Andai kata nanti beliau tunduk terhadap nafsu yang melalaikan, karuniakanlah aku  kekuatan-mu buat memperbaiki keadaannya. Nanti beliau menyintai kesesatan, bimbinglah saya untuk menarik dirinya keluar dari keterlenaannya.

yaa allah, kamu yg maha mengetahui apa yang terbaik untukku, engkau  jua yg maha mengampuni segala kekhilafan dan  keterlanjuranku. Andai kata saya tersilap berbuat keputusan, bimbinglah saya ke jalan yg kamu ridhai. Andai kata aku  lalai dalam tanggungjawabku menjadi isteri, hukumlah saya didunia tetapi bukan diakhirat-mu.  Saya ingkar dan  durhaka, berikanlah saya petunjuk kearah rahmat-mu.

yaa allah, sesungguhnya saya lemah tanpa petunjuk-mu, aku  buta tanpa bimbingan-mu, saya cacat tanpa hidayah-mu, saya hina tanpa rahmat-mu.

yaa allah, kuatkan hati dan  semangatku, tabahkan aku  menghadapi segala cobaan-mu, jadikanlah saya istri yang disenangi suami, bukakanlah hatiku buat menghayati kepercayaan -mu, bimbinglah saya sebagai isteri solehah. Hanya di-mu yaa allah ku mohon segala harapan sebab aku  pasrah menggunakan dugaan-mu, karena saya sadar hinanya aku , karena saya hanyut menggunakan keindahan global-mu, sebab kurang kesabaranku menghadapi cobaan-mu, karena pendek akalku mengarungi ujian-mu.”

yaa allah yaa tuhanku, aku  hanya ingin menjadi istri yg dirahmati, istri yang dikasihi, istri yang sholehah, istri yg sentiasa dihati suami.

Aamiin yaa rabbal’aalamiin


Cinta tidak terdapat kesempatan kedua?

Cinta tidak terdapat kesempatan kedua?

AJARAN MUSLIM - Cinta tidak terdapat kesempatan kedua?

Sobat, marilah kita sedikit berbual wacana jalan cinta. Di sini, tidak terdapat stagnasi. Pada jalan ini semuanya lurus dan  lapang tidak berkesudahan. Begitu “on”, kau takkan lagi merasa kesulitan, atau kemandekan atau kelambanan. Klik, dan  semuanya berjalan tanpa halangan, kencang tanpa hitungan. Inilah jalan cinta.

Jalan cinta ialah jalan derita yg paling menyenangkan. Ya, semua itu pastilah ada deritanya. Tapi derita cinta, istilah penyair nizar qabbani, artinya yang paling lezat serta manis.

Di jalan ini, sakit pun bisa terasa lebih lezat dari kesembuhan. Serta nikmat kesembuhannya terasa berlipatganda. Di jalan ini, panas terasa sejuk serta kesejukannya akan terus terasa meski panas sekali waktu tiba menarik hati.

Di jalan ini, tidak terdapat aku , kau serta mereka. Di sini seluruh tampak sama, sama-sama tidak tampak lagi. Tidak ada benjolan, friksi, tekanan ataupun kepadatan. Pada sini semua telah dikosongkan; disedot higienis sang kekuatan cinta.

Inilah jalan orang-orang yg sakitnya artinya kesembuhan, bingungnya ialah kepastian, miskinnya artinya kekayaan, tidurnya merupakan keterjagaan, pening kepalanya ialah kelegaan, gilanya ialah pencerahan, serta kesadarannya tidak pernah sirep.

Sobat, Jika kita baca hayati orang-orang yang meniti jalan ini, maka kita tidak mungkin paham. Mereka seperti anak-anak yg tidak kenal lelah bermain, bercanda dan  bermesraan. Akan tetapi mereka tidak pernah main-main. Mirip anak-anak itu, mereka melakukan segalanya dengan sungguh-sungguh. Mereka sudah menemukan sosok pada pulang bayang-bayang yg dicari kebanyakan orang asal kejauhan. Mereka tepekur menikmati suasana yg tidak ada lagi lahir serta batinnya–di sini semuanya jadi bathin sekaligus zhahir, awal sekaligus akhir.

Jalan ini seperti kereta cepat yang meluncur tanpa stasiun pemberhentian, melaju terus tanpa perlu bahan bakar. Bahan bakarnya merupakan sang kekasih, masinisnya adalah sang kekasih, penumpangnya merupakan sang kekasih, relnya adalah oleh kekasih, keretanya ialah oleh kekasih serta tujuan akhirnya ialah oleh kekasih. Di kereta ini tidak terdapat kategori, analisis, konsep, bahasa, atau komunikasi. Pada dalamnya seluruh melebur jadi kesatuan.

Pada jalan ini, terdapat khalayak ramai bersenandung: pagi ini aku  menengok pantai. Aku  mengingatmu, kekasih. Sekiranya pantai ini mengenalimu, dia sempurna akan meninggalkan bahari, melupakan ikan serta segenap kekayaan di dalamnya, menarik dirinya asal tepian kemudian berlari mengikuti ingatanku.

Di jalan ini, rumi bertutur: sebab cinta yg getir jadi cantik, duri jadi mawar, cuka jadi anggur segar, barah yang berkobar jadi cahaya berpendar, batu yg keras jadi lembut bak mentega, duka jadi riang gembira, amarah jadi kasih sayang, setan jadi malaikat, busuk jadi harum semerbak, logam jadi emas berkilau.

Oh sobat, sekiranya kita bisa sampai di jalan ini, maka tidak ada lagi perasaan kehilangan, seperti pula tidak terdapat perasaan mempunyai. Pada jalan ini, yang ada hanya sang kekasih. Selainnya hanya kekosongan, yg menggendong kita buat terus maju menghampiri sang tujuan.

Ya, pada jalan cinta tak ada kesempatan ke 2, tidak ada keraguan yg mendera, tidak terdapat kesulitan yg melanda, tidak terdapat kata-istilah, tidak terdapat apa-apa. Mereka yg masih senang berjalan di tengah stagnasi asa dan  tumpukan perkakas analisa jangan pernah bermimpi melintasi jalan ini. Mereka bakal menggigil ketakutan di sini, merasakan dahsyatnya kesenyapan.

Sobat, hanya sekali ini saja, yuk kita coba ingat pulang pesan oleh pengajar: “lupakan apa yang bukan jadi urusanmu, semisal hayati dan  matimu, sial  serta mujurmu, harta serta statusmu, perut serta auratmu, kening dan  pahamu, tubuh dan  jiwamu. Sekali ini saja fokuslah pada urusanmu sendiri, yakni kehampaan serta ketiadaanmu.”

Terakhir, sobat, izinkan aku  menggaruk gatal di jidatku dan  mengucapkan selamat tinggal di prosa yg tidak krusial ini.

Mungkinkah Ada Kombinasi Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan ?

Mungkinkah Ada Kombinasi Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan ?

AJARAN MUSLIM - Mungkinkah Ada Kombinasi Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan ?


     Judul ini mengingatkan Perkataan seorang santri yang ketika itu penulis juga masih seorang santri.
Karena kedudukan yang masih awam dan tak banyak ilmu, maka saat itu hanya termenung saja dan memikirkan perkataannya seperti berikut ini " Mengapa kamu belajar geografi, serius sekali ! mending Kamu baca Al Qur'an Dan di Al Qur'an dah ada semua? "  " Buat apa kau belajar matematika, nanti kau gak ditanya Tuhan tentang Matematika itu ? " Mungkin kalimat di atas adalah kalimat yang sepele yang bisa saja muncul dalam pembicaraan seorang muslim dengan peci,sorban , atau sarung dengan warna serba putih atau seorang muslim yang taat beribadah .
     
     Sebenarnya kalimat di atas , bisa jadi sebuah kesalahan pemahaman yang terjadi di kalangan muslim sendiri . Hal ini terkait dengan dikotomi pemisahan ilmu umum dan ilmu agama . Ilmu umum dianggap kebenaran ilmiah semata tanpa perlu landasan agama , sedangkan ilmu agama juga dianggap suatu kebenaran semata tanpa perlu landasan agama , sedangkan Ilmu agama juga dianggap suatu kebenaran semata tanpa perlu landasan dari ilmu pengetahuan . Ilmu agama dipandang oleh saintis tidak ilmiah, dan saintis dipandang oleh agama tidak harus diikuti karena dianggap bukan wahyu Tuhan . Masing-masing di antara keduanya saling berkompetisi dan menunjukkan kebenarannya tanpa melihat kaitannya dengan yang lain . 
     
     Wacana semua keilmuan di abad 21 diharapkan dapat menjawab semua tantangan perkembangan zaman . kondisi inilah yang seharusnya menjadi salah satu dasar bahwa sepatutnya agama dikembangkan sebagai basic / dasar ilmu pengetahuan, Karena perkembangan ilmu pengetahuan tanpa dibarengi nilai religi akan menyebabkan gap / jurangperbedaan semata seperti hal di atas , Akibatnya ilmu pengetahuan samakin meninggalkan agama dan kemudian mengeksplotasi alam . Konsep ketuhanan pun bergeser, ada anggapan bahwa agama diperlukan hanya untuk orang-orang yang terpinggirkan dari ilmu pengetahuan . Mereka mengklain dengan ilmu pengetahuan sudah cukup diketahui semua hal yang telah terjadi , yang sedang terjadi dan akan terjadi dengan ilmu pengetahuan saja.

     Di sisi lain , Jika dibuka sejarah tokoh-tokoh muslim, maka anggapan ilmu umum tidak penting bahkan tidak perlu dibaca juga bukan hal yang sepenuhnya bisa dibenarkan . Terdapat beberapa tokoh besar dari kalangan muslim yang tidak melupakan ilmu umum bahkan mereka adalah penemu ilmu umum yang pengarhnya besr hingga sekarang .Seperti : Al-Farabi seorang pemikir muslim terkemuka dengan penumuannya logika, ilmu matematika , ilmu alam , teologi dan ilmu politik dan kenegaraan ; Al-batani menemukan sejumlah persamaan trigonometri ;Ibnu Sina terkenal dengan seorang penulis , seorang dokter , dan terkenal dengan ahli pengobatan muslim ; Muhammad bin Musa al Khawarizmi seorang muslim tetapi ahli matematika , astronomi dan geografi dari Persia dan Seterusnya .

Selain dari itu secara praktis, seorang muslim juga menggunakan ilmu umum untuk menjalankan sebagian ibadahnya bahkan muncullah berbagai lembaga disebabkan karena adanya penggabungan antara ilmu umum dan ilmu agama. Tidaklah seorang muslim bisa membagi warisan jika dia tidak memilki ilmu hitung yang baik dan benar, tidaklah seorang muslim juga bisa menghitung membayar zakat mal dan fitrah jika kemampuan ilmu hitungnya lemah kemudian muncullah BAZIS atau LAZIS, tidaklah seorang muslim mengetahui kapan gerhana, kapan shalat, kapan ramadhan dan lain jika tanpa ilmu astronomi islam sehingga muncullah CASA, BADAN HISAB DAN RUKYAT dst. Bahkan dia tidak bisa menghitung BPJS/ jual beli/laba rugi jika dia tidak tahu ilmu huitung sama sekali. Dalam hal ini tentulah juga ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi. 

     Sehingga jelas bahwa sesungguhnya ilmu umum haruslah dilandasi ilmu agama, dan ilmu agama sendiri haruslah menerima bahwa keberadaan ilmu umum diperlukan manusia. Universitas-universitas Islam di Indonesia telah memadukkan antara ilmu umum dan illmu agama sehingga muncul seperti Ilmu Astronomi Islam, Psikologi Islam, Pendidikan Islam, Psikologi Pendidikan Islam, Psikologi Hukum Keluarga Islam, Sosiologi dan Antropologi Hukum Islam, Sejarah Sosial Pemikiran Islam, Islam dan HAM, Ilmu Akutansi Syariah, Ilmu Ekonomi Islam, Hukum Ekonomi Islam, Perbankan Syariah dan lain-lain. Walaupun perpaduan ini bukanlah tanpa kekurangan, namun patut untuk dievaluasi bersama bahwa inilah bukti bahwa agama harus mampu menjawab tantangan perkembangan tekonologi dan perubahan sosial. Agama juga harus sebagai “rahmatan lil alamin fi kullli makan wa zaman” bukan hanya sekedar slogan semata. 

     Hal ini dimaksudkan seorang ahli agama juga bisa mengikuti perkembangan teknologi dengan arif, bijaksana dan salah satu agen pengontrol sosial agar manusia tidak lupa dengan Tuhan di saat ilmu pengetahuan dianggap mengetahui banyak hal atau “Tuhan yang baru” disebagian kalangan umat. 
     
Allah memunculkan insan kesempurnaan ubudiyah

Allah memunculkan insan kesempurnaan ubudiyah


AJARAM MUSLIM - Allah memunculkan insan kesempurnaan ubudiyah

         Pesan yang tersirat ketujuh berasal banyaknya pesan tersirat berasal adanya perbuatan dosa dan maksiat adalah bahwa, allah swt memunculkan di diri hamba- nya kesempurnaan ubudiyah.

Ubudiah yang tepat itu terwujud dengan cara menyempurnakan wahana kerendahan serta kepatuhan. Insan yang paling tepat sifat ubudiahnya ialah yang paling tepat kerendahan, ketundukan, serta ketaatannya pada allah swt.

Seorang hamba rendah di hadapan tuhannya yang haq dengan segala bentuk kerendahan. Dia hina sebab kemuliaan allah swt, rendah di hadapan keperkasaan allah swt, tunduk kepada rububiyah allah swt, rendah sebab faktor karunia serta nikmat tuhan kepadanya. Karena, siapa yang memberimu, berarti beliau telah memperhambakanmu. Hatimu menjadi budaknya, rendah dan  hina. Sebab, engkau  selalu membutuhkan-nya buat memperoleh manfaat serta menolak semua yang berbahaya.

Pada sini ada 2 macam kerendahan dan  perhambaan yang memiliki efek luar biasa. Keduanya menuntut ketaatan dan  kemenangan yang tidak sama berasal yg lain bagi pemiliknya.

  1. kerendahan cinta kasih

  • Ini tidak selaras dari yang sudah dibicarakan sebelumnya. Beliau artinya inti, bahkan ruh serta hakikat berasal cinta. Itulah yg sebenarnya diminta asal seseorang hamba seandainya beliau sadar. Kerendahan ini memunculkan aneka macam macam pendekatan diri, itsar, ridha, syukur, tabah, penyesalan, serta menanggung aneka macam beban berat pada hati orang yang cinta. Seluruh sifat itu tadi tidak dapat dimunculkan oleh khauf (takut) saja atau rajaa' (pengharapan) saja. Seorang sahabat berkata, "cinta kepada-nya memunculkan ketaatan melebihi yg dimunculkan sang rasa takut pada-nya." inilah kerendahan orang-orang yang cinta.

   2.kerendahan maksiat

  • Bila ini tergabung dengan yg pertama, maka gambaran kebajikan dirinya lenyap, jiwanya lebur, kekuatannya lentur, klaim-klaim kesombongannya pupus secara keseluruhan, dan  egoisme serta keangkuhan 'aku ' akan terhapus berasal hati dan  lidahnya. Si miskin ini terbebas dari keluhan-keluhan pembangkangan, keberpalingan, serta penghindaran.

2 syuhud (persaksian/pengakuan) menjadi murni, sehingga tidak tersisa selain 

  1. persaksian yg benar -betul murni terhadap kemuliaan dan  keagungan-nya yg tidak terdapat satu pun makhluk-nya yg menyamai
  2. pengakuan yang benar-benar tulus akan kerendahan serta kemiskinan dirinya berasal seluruh aspek dan  standar. Beliau mengakui kerendahan dan  kemiskinan dirinya. Pula mengakui kemuliaan, keagungan, kekuasaan, dan  kekayaan kekasihnya. Jika kedua pengakuan ini tertanam kuat pada benak, maka tidak terdapat setitik pun kerendahan dan  kebutuhan pada yang kuasa kecuali dia menyaksikan serta mengakuinya.

  • Coba bayangkan kedudukan seperti apa yang dicapai hati mirip ini? 
  • Kedekatan seperti apa yg diperolehnya? 
  • Kenikmatan serta ketenangan macam apa yg dirasakannya?
Maka, sekarang perhatikanlah penyesalan yg terjadi padanya dampak maksiat! Betapa menakjubkannya penyesalan ini! Betapa akbar pengaruhnya! Bagaimana penyesalan itu tiba sehingga menumpas asal dirinya segala klaim kebaikan diri dan  aneka macam macam angan-angan kosong. Kemudian menyebabkan rasa memalukan terhadap amal saleh yang sudah dikerjakannya, kemudian menyebabkannya menganggap banyak terhadap sedikit nikmat tuhan yang diterimanya karena dia sadar bahwa nilai dirinya lebih rendah dari kelayakan menerima nikmat itu. Perasaan seperti itu jua menuntutnya untuk menduga sedikit amal-amal salehnya yg banyaknya segunung sebab merasa bahwa dosa serta keburukannya memerlukan penghapus yg jauh lebih poly.

Akibatnya, beliau senantiasa berbuat baik dan  pada pada batinnya penuh penyesalan terhadap dosa dan  kesalahan. Beliau tunduk, tidak mendongakkan ketua, tidak membusungkan dada. Yg mengantarkannya pada kerendahan perasaan ini tidak lain adalah perbuatan dosanya. Jadi, adakah yang lebih digdaya selain obat ini?

"semoga penghinaan mendatangkan kebanggaan sesudahnya siapa tahu badan itu akan menjadi sehat karena penyakit."

Arti kabar ini artinya bahwa jika seseorang hamba melihat kebaikan diri, maka hidungnya membesar, jiwanya mengembang, lalu menyangka dirinya besar  serta mulia. Akan tetapi Bila diuji dengan dosa, maka dirinya merasa mungil, hina, dan  konfiden bahwa beliau hanya hamba yang lemah.

Merenung, syarat primer pesuluk ruhani ?

Merenung, syarat primer pesuluk ruhani ?


Ajaran Muslim–  merenung, kondisi utama pesuluk ruhani

          Pada kajian tasawuf, tahapan perjalanan ruhani adalah bagian terpenting untuk diketahui. Catatan sejarah para sufi mencerminkan majemuk bahasa bahkan pandangan yg mengekspresikan hakikat bepergian maknawi ini. Di antara kondisi pertama serta primer untuk berjuang melawan diri serta berjalan menuju allah adalah ‘tafakkur’ atau yg awam dikenal dengan ‘perenungan diri’.

          Dalam artikel sederhana ini, tafakkur dipergunakan dalam arti meluangkan saat, berapa pun sedikitnya, buat merenungkan tugas-tugas kita terhadap oleh pencipta serta penguasa kita – yg telah menghadirkan kita ke bumi, yang sudah menganugerahkan kita semua wahana kenikmatan serta kesenangan hidup, yg telah melengkapi kita dengan tubuh yang baik dan  pelbagai daya serta indra yang tepat buat beragam tujuan.

Baca Juga : Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

Seluruh itu menghasilkan nalar manusia terkagum-kagum. Di samping seluruh pemberian  dan rahmat tadi, dia pula sudah mengutus begitu banyak nabi serta menurunkan kitab  kudus-nya buat membimbing serta mengajak kita agar bisa memperoleh rahmat-nya. Maka, apa kira-kira kewajiban kita teradap allah, raja berasal segala raja ini?

Apakah seluruh ini dianugerahkan kepada kita sekedar buat melayani kehidupan hewani kita serta memuaskan nafsu serta naluri kita – yg jua dimiliki oleh semua binatang lain -ataukah terdapat tujuan yg lebih tinggi?

Apakah seluruh nabi allah, orang-orang arif, para pemikir, dan  orang-orang berilmu berasal setiap bangsa yang telah mengajak manusia buat mematuhi prinsip-prinsip rasional dan  aturan-hukum allah, dan  meminta insan buat meninggalkan seluruh kesamaan hewaninya dan  melepaskan diri dari lingkungan yg fana dan  musnah ini merupakan musuh-musuh manusia? Ataukah mereka yang tidak mengetahui jalan penyelamatan kita, manusia-insan yg tenggelam dalam aneka nafsu syahwat ini?

Bila kita merenung dengan nalar kita sesaat, kita akan tahu bahwa tujuan berasal semua rahmat dan anugerah yang ditanamkan ke pada diri kita ialah sesutu yg lain, yg lebih unggul dan  lebih tinggi daripada yang tampak oleh mata. Dunia ini merupakan tahap perbuatan dan  tujuannya adalah daerah eksistensi yg lebih tinggi serta lebih agung.

Keberadaan hewani yang rendah ini bukanlah ialah tujuan itu sendiri. Seorang manusia berakal mesti menilai dirinya sendiri dan  merasa sedih atas ketakberdayaan dirinya. Menggunakan rasa kasihan, ia seharusnya mengatakan pada dirinya sendiri.

“wahai diri yg lalai! Kau sudah menyia-nyiakan waktu-saat yg berharga pada hidup singkatmu buat mengejar cita-cita duniawi serta nafsumu. Dan  yang bakal kau peroleh hanyalah penyesalan dan  rasa kehilangan. Kau wajib  meratapi perbuatan-perbuatanmu di masa lalu pada hadapan allah serta memulai perjalanan baru ke tujuan yang sudah digariskan sang-nya; bepergian yg akan membawamu kepada kehidupan yg abadi dan  kebahagiaan tak pernah mati.”
“kau tidak boleh menukar kenikmatan-kenikmatan singkat ini, yang bahkan acapkali kali sulit diperoleh, dengan kebahagiaan abadi. Berpikirlah buat sesaat, wahai diri yang lalai! Kau wajib  memikirkan keadaan insan semenjak fajar peradaban hingga masa sekarang. Lihat serta bandingkan penderitaan dan  siksaan yang mereka terima dengan kenikmatan dan  kesenangan yang mereka perolah dan  kau akan melihat bahwa penderitaan serta kesakitan mereka selalu melebihi serta menghilangkan kenikmatan serta kesenangan mereka.”
“kenikmatan serta kesenangan bukanlah untuk setiap orang pada kehidupan ini. Orang yg mengajak dan  mendorongmu buat mengejar kenikmatan duniawi dan  perolehan materiil jelas adalah keliru satu asal kelompok utusan iblis dalam bentuk manusia. Dia selalu mengajak manusia untuk bergabung dengannya pada menyukai kenikmatan-kenikmatan serta menyatakan keyakinannya terhadap jalan ini.”

“pada persimpangan jalan ini, wahai diri, kau harus berhenti buat sesaat dan  berpikir apakah utusan iblis itu telah merasa puas serta senang  menggunakan keadaannya sendiri; ataukah ini seluruh hanya membagikan bahwa seseorang yang telah terjangkiti sang sifat jelek itu ingin menularkannya kepada orang lain”

Baca Juga :Tingginya derajat orang yg ahli sedekahBaca Juga :Cara nabi menghilangkan najis darah, air kecing bayi dan sperma 

“wahai diri! Kau mesti memohon keridhaan allah bagi semua perbuatanmu dan  terus mengejar keridhaan-nya. Berdoalah agar seluruh perbuatanmu diridhai sang-nya. Di antara dia  dan  engkau  selalu terdapat  sepercik asa. Asa itu akan sebagai nyata pada niat teguhmu buat bertempur melawan iblis dan  jiwa rendahmu. Usaha melawan diri ini akan mengantarmu ke taraf yg lebih tinggi dan  upayakanlah dengan semua kemampuanmu buat mencapainya melalui usaha yang benar-benar-benar-benar.”

Mirip dinyatakan sang nabi muhammad dalam sebuah hadist, bahwa jihad diri artinya jihad akbar yang lebih unggul dibandingkan dengan jihad berperang di jalan allah. Pada tahap ini, jihad akbar berarti usaha manusia buat mengendalikan semua daya serta kekuataan fisiknya untuk patuh di seluruh perintah allah dan  dibersihkan asal seluruh unsur setan serta kekuatannya dalam diri kita.



Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?


Ajaram muslim –mengapa yang kuasa ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

          Apa sebenarnya yg mampu dipetik ketika allah berfirman, “dan segala-galanya kami ciptakan serba berpasang-pasangan” (qs. 51: 49). Rasyid al-din maybudi, dalam menjelaskan makna harfiah asal ayat ini, mengatakan bahwa “pasangan” (zawjan) yg dimaksudkan ialah laki-laki  dan  perempuan   di antara makhluk-makhluk hayati serta jenis-jenis yang tidak sinkron di antara benda-benda tewas.

“contohnya, langit dan  bumi, daratan dan  lautan, tanah kasar serta tanah lembut, ekspresi dominan dingin dan  animo panas, cahaya serta kegelapan, iman dan  kekafiran, kebahagiaan dan  kesengsaraan, manis serta getir,” ucapnya.

Yang lebih mendalam dari ayat itu, maybudi melihat “gejala” ganda dalam semua benda itu menjadi indikasi kemustahilan ilahi buat diperbandingkan. Maksudnya,  dewa membentuk segala sesuatu secara berpasang-pasangan buat membedakan keesaan-nya sendiri menggunakan kejamakan makhluk-makhluk-nya.

“ciptaan itu tidak mungkin tanpa dualitas, karena hanya tuhan yang tunggal.”

Maybudi selanjutnya mengemukakan hubungan antara penyebutan “pasangan” dalam al-qur’an serta konklusi yang ditarik al-qur’an dalam ayat selanjutnya: “maka datanglah kepada dewa.”

“Bila kita memandang kosmologi sebagai suatu bentuk primitif serta sains, ayat ini akan tampak tidak relevan menjadi pembahasan ini, sebab ia tidak memberi tahu kita apa pun, tentang perilaku alam raya.”

Namun maybudi melambangkan pendekataan kearifan di pemikiran kosmologi dengan menekankan ikatan erat antara dua dimensi dasar tao islam. “(yaitu) fenomena sikap alam serta ketentuan-ketentuan moral dan  spiritual dalam kehidupan insan.”

Karena kosmos tergantung sepenuhnya di dewa buat eksis dan  mewujud, maka tanggapan insan mestinya adalah pengakuan atas situasi itu menggunakan cara melepaskan pemujaan diri serta ketergantungan di benda-benda kreasi.

“setiap kali ilahi membangun sesuatu yang bersifat sementara, beliau menciptakannya berpasangan, menjadi dua benda yang dikaitkan satu sama lain, atau berlawanan satu sama lain, contohnya, laki-laki  serta perempuan  , siang dan  malam, langit serta bumi, daratan serta samudera , mentari  dan  bulan, jin dan  insan, kepatuhan serta keingkaran, kebahagiaan dan  kesengsaraan, petunjuk serta kesesatan, keagungan dan  kehinaan, kekuasaan serta ketidakmampuan, kekuatan serta kelemahan, pengetahuan serta kebodohan, kehidupan dan  kematian.”

Yang kuasa membangun sifat-sifat dari makhluk-makhluknya dengan cara yg saling berkaitan atau berlawanan satu sama lain sebagai akibatnya mereka tak akan sama menggunakan sifat-sifat pencipta. Keesaan serta ketunggalan-nya menjadi termanifestasi pada hadapan makhluk-makhluknya.

“keagungan-nya tanpa kehinaan, kekuasaan-nya tanpa ketidakmampuan, kekuatan-nya tanpa kelemahan, pengetahuan-nya tanpa kebodohan, kehidupan-nya tanpa kematian, kegembiraan-nya tanpa kesedihan, penghidupan-nya tanpa pemusnahan.”

Dewa itu esa serta unik. Esa pada esensi serta sifat-sifat, unik pada kemuliaan. Dia tidak bisa diperbandingkan menggunakan setiap orang dan  terpisah asal segala benda. “tak terdapat sesuatu yg menyerupai beliau.” (qs 42; 11)

Baca Juga :Tingginya derajat orang yg ahli sedekahBaca Juga :Cara nabi menghilangkan najis darah, air kecing bayi dan sperma 


Tak terdapat sesuatu yang menyerupai beliau serta beliau tidak punya persamaan atau pembanding. Kecenderungan itu dari asal sekutu, dan  ilahi tidak mempunyai sekutu. Dia tidak mampu disamakan menggunakan apa pun serta tidak butuh apa pun.

“pintu kekikiran-nya tertutup dan  pintu kedermawanan-nya terbuka. Beliau mengampuni dosa-dosa serta memberi belas kasih pada orang-orang yang bersalah. Beliau menghasilkan cinta-nya tampak nyata menggunakan mencintai hamba-hambanya. Beliau menyayangi hamba-hamba-nya meskipun beliau tidak membutuhkan apa-apa.”

Cinta-nya terjalin antara diri-nya serta hamba-nya tanpa perantara. Sebab itu telah selayaknya Jika hamba itu tidak soal bagaimanapun keadaanya –entah dia sedang terluka dalam penderitaan atau bergelimangan dalam kesenangan dan  karunia – buat mendapatkan kedermawanan-nya dan  mencari perlindungan di-nya, lari kepada-nya asal makhluk-makhluk lain, sebagaimana sudah diperintahkan oleh-nya, “maka larilah pada tuhan.”

“pelarian adalah keliru satu kedudukan asal para kelana ruhani, salah satu pemberhentian cinta.”
Pendeknya, kosmos merupakan lokus asal dualitas konkret serta kemajemukan nyata. Jika segala sesuatu diciptakan secara berpasang-pasangan, “segala sesuatu selain tuhan” pastilah berpasangan, yaitu, didesain asal 2 realitas yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Korelasi batin wanita serta pria

Korelasi batin wanita serta pria


AJARAN MUSLIM - Korelasi batin wanita serta pria

        Dalam duduk perkara relasi gender, tidak sedikit pendapat yang memandang wanita menjadi kelas lebih rendah asal laki-laki  asal sudut pandang agama. Pandangan ‘negatif’ itu bahkan dianggap bersumber berasal ayat al-qur’an, hadis termasuk injil, sedemikian sebagai akibatnya kepercayaan , khususnya islam, diskriminatif terhadap perempuan

“perempuan selalu menjadi teman agama, tetapi biasanya agama bukan teman bagi perempuan  .” (moriz winternitz)

Belum lagi sejumlah perkara yg terjadi di dunia islam telah mendukung keyakinan para pengkritik dan  memperkuat kesan bahwa perempuan – khususnya dalam grup islam garis keras – merupakan gerombolan  tertindas tanpa hak. Kajian mengenai peran wanita selama perang pembebasan turki awal 1920-an atau partisipasi aktif wanita pada gerakan kemerdekaan india dan  usaha pakistan 1940-an, merupakan beberapa model yang menunjukkan hal kebalikannya.

  • Di dunia tasawuf, kalangan sufi menyebut maskulin, atau aspek ‘jalal’ (keagungan) artinya aspek ‘yg’ serta kecintaan, kecantikan, sifat feminin, atau aspek ‘jamal’ (keindahan) merupakan aspek ‘yin’.  Menggunakan penyatuan ke 2 prinsip inilah – yin dan  yg – kehidupan terus ada.
  • “kehidupan tidak mungkin terdapat tanpa ‘systole’ dan  ‘diastole’ detak jantung, tanpa menghirup dan  menghembuskan, atau kerja listrik tanpa dua kutub,” istilah pengkaji tasawuf islam, annemarie schimmel.


Baca Juga : Apa Itu Cinta ? 


Dahulu, lanjut schimmel, kaum sufi menafsirkan perintah yang kuasa dalam penciptaan menggunakan ‘kun’ (jadilah!) – dalam bahasa arab terdiri asal dua huruf – dengan menunjuk pada “benang dua rona” yg menyelubungi, mirip sehalai kain, kesatuan dasar wujud dewa.

Maulana jalaluddin rumi secara spesifik mendeskripsikan keadaan saling menghipnotis yang kontinu antara dua aspek kehidupan itu melalui prosanya yang populer ‘fihi ma fihi’ serta menyebut-nyebut hal itu pada begitu banyak versi lirisnya, diwan serta matsnawi.

“serta bukankah interpretasi mistis berasal huruf pertama abjad arab, yg ramping serta tegak, alif, menggunakan nilai numerik satu, sebagai manifestasi pertama keesaan ilahi; serta huruf ke 2, artinya permulaan penciptaan alam semesta? Karena alfabet  pertama al-qur’an adalah ‘ba’ pada istilah bismillah, “menggunakan nama allah”.

Dengan adanya kecenderungan umum  dalam islam buat mengorganisasikan segala sesuatu ke dalam dua gerombolan  dan  melihat segala penciptaan sesuai kedua aspek ini, bagaimana mungkin sisi-sisi maskulin dan  feminim dalam kehidupan tidak disebut sama-sama penting?

“sebab tanpa kerja keduanya, tidak akan terdapat kehidupan baru pada muka bumi.”

Di sisi lain, semua kosmos dari asal dewa, maka ilahi mencintai alam semesta. Tujuan penciptaan selalu didasarkan  di ekuilibrium serta kesatuan baik dalam alam lahiriah maupun batiniah. Esensi kehidupan manusia baik perempuan   atau laki-laki  artinya buat sebagai insan kamil, yaitu manusia yang dapat menyatukan sisi ilahiah jamal (keindahan/kualitas feminin) dan  jalal (keagungan/kualitas maskulin) menjadi kamal (tepat).

Meskipun menarik diteliti lebih lanjut, Jika digali lebih pada tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Lepas dari aspek tasawuf ini, berdasarkan schimmmel, untuk mengoreksi kesalapahaman umum  wacana kiprah wanita dalam islam, sebenarnya relatif menggunakan melihat bagaimana ucapan-ucapan dalam al-qur’an muslimun wa muslimat, mu’minun wa mu’minat diletakkan sejajar yaitu muslim pria serta perempuan  , kaum beriman laki-laki  dan  wanita. Perempuan   mempunyai kewajiban keagamaan yang sama seperti pria (menggunakan dispensasi bahwa mereka tidak bisa melaksanakan kewajiban ini pada keadaan tidak kudus).

Toh, tidak shalat atau puasa wajib - wanita balig sebab alasan fikih jua bagian dari melaksanakan kewajiban keagamaan.

Kedudukan tinggi perempuan  , terlihat di istri pertama rasul, khadijah – “ibu kaum mukminin” – dalam perkembangan spiritualnya,  merupakan hal yang sangat konkret. Dengan kasih sayang serta pengertiannya, khadijah memberi rasul kekuatan dalam menghadapi pengalaman yg menegangkan dan  mengguncang hatinya yg paling dalam ketika mendapatkan wahyu pertama yang diturunkan kepadanya, karena beliau percaya akan kerasulan suaminya.

Kemudian putrinya khadijah menggunakan rasul saw yaitu fatimah az-zahra, yg terkenal menjadi perantara atau pada terminologi mistik menjadi umm abiha, “ibu bagi ayahnya”,” istilah fenomenolog agama asal jerman ini.

Rasul saw menyatakan bahwa “nirwana berada pada bawah telapak kaki mak ”. Lalu, rumi melihat “ibu”pada setiap daerah. Secara awam segala sesuatu pada kosmos adalah ibarat seseorang mak  , melahirkan sesuatu yang lebih tinggi berasal pada dirinya. Apakah itu batu barah yg “melahirkan” percikan, yang lalu membuat barah bila ditempatkan pada pengantar panas yang baik, atau bumi yg disuburkan sang awan, membuat tumbuh-tumbuhan menjadi akibat hieros gamos, perkawinan suci. Sedemikian sehingga rumi manggambarkan perempuan , dalam buku pertama matsnawi, menjadi seorang yg pantas dianggap menjadi “pencipta”.

Dalil relasi gender yang sering kali disalahartikan artinya, “istri-istrimu artinya pakaianmu, serta kamu adalah pakaian mereka,” (al baqarah: 188)

Jika kita membuka pulang pemikiran religious antik, pakaian diibaratkan sebagai “keakuan yang lain” (alter-ego). Pakaian bisa berfungsi sebagai pengganti buat seorang, dan  dengan pakaian baru seseorang seolah menerima kepribadian baru.

lebih jauh, pakaian menyembunyikan tubuh, menutupi pandangan terhadap bagian-bagian yg bersifat langsung, dan  melindungi pemakainya,” kata schimmel

Berdasarkan interpretasi ini, suami-istri berbicara satu sama lain pada alter-ego mereka, serta setiap diri melindungi kehormatan pasangannya. Hal ini memperlihatkan betapa baiknya prinsip ‘yin-yang’ berlaku pada hubungan perkawinan yg berarti, “korelasi suami-istri merupakan setara dalam kebersamaan mereka yang sempurna.

Apa itu cinta?

Apa itu cinta?

AJARAN MUSLIM - Apa itu cinta?

         Cinta tidak bisa didefinisikan. Di awal pembahasannya tentang cinta, ibn ‘arabi mengingatkan para pembacanya ihwal warta ini: “engkau  mesti memahami bahwa apa2 yg diketahui mampu dibagi dua.

Yang pertama mampu didefinisikan dan  yg lainnya tidak bisa. Orang-orang yang tahu serta berbicara ihwal cinta putusan bulat bahwa hal yang satu ini termasuk dalam hal yang tak bisa didefinisikan. Seorang menyadarinya waktu keadaan itu bersemayam pada dirinya serta saat ia telah sebagai bagian dari sifatnya. Beliau tak memahami apa itu tapi beliau tidak menyangkal keberadaannya. Sang syaikh menyebut cinta suatu pengetahuan yang dirasa. Orang tidak bisa memahami tentangnya kecuali menggunakan mengalami/merasakannya. Bahkan sehabis mencicipi pun,  dia tidak bisa menjelaskannya pada orang lain.

  • Maka, oleh syaikh pun berkata: “orang yg mendefinisikan cinta belumlah memahaminya. Serta beliau yg belum mencicipi dengan menenggaknya, belum mengetahuinya .” sebagaimana allah hanya mampu diketahui berasal sifat-sifat-nya, cinta pun tidak bisa diketahui sebagaimana adanya, tapi sifat dan  namanya bisa diketahui dan dideskripsikan.
Terlalu akbar cinta itu, istilah rumi, sehingga dia tak bisa didefinisikan. Bagaimana beliau mau didefinisikan Bila sesungguhnya seluruh wujud dan  kehidupan ini adalah cinta?

  • Tidak ada pada kehidupan ini yang mampu mendefinisikan cinta. Justru cinta itulah yang mendefinisikan kehidupan. Meski kata “definisi” di sini sama sekali tidak sempurna. Karena, alih-alih membatasi, cinta yg mencakup kehidupan ini tidak punya batas. 

Bagaimana punya batas, Jika sesungguhnya cinta sebenarnya adalah (bersumber berasal) yang kuasa itu sendiri?

cinta adalah rasa yg melampaui batas. Maka dikatakan bahwa cinta merupakan sifat sejati tuhan. Cinta jadi sifat hamba hanya menjadi turunan berasal itu.… ketahuilah bahwa cabang-cabang cinta terdapat dalam keabadian, tanpa awal; akarnya jua terdapat dalam keabadian, tanpa akhir. … orang menyebut-mu cinta, aku  menyebut-mu sultan cinta.

Jika aku  wajib  melanjutkan penjelasanku ihwal cinta, maka akan berlalu seratus (kematian dan ) kebangkitan sebelum saya mampu menyelesaikannya ….

Maka, dalam ketidakterbatasan itu, rumi mengakui ketakberdayaannya buat menyampaikan cinta:

apa pun yang aku  katakan buat menjelaskan dan  memerikan cinta, itu cuma membuatku dicekam rasa memalukan …. Cinta tak bisa ditampung pada istilah-kata yang kita ucapkan atau kita dengar: cinta merupakan samudra, yg kedalamannya tidak bisa diukur ….  Apakah kau kan menghitung jumlah tetesan samudra? Di hadapan oleh samudra, tujuh samudera  bukanlah apa-apa.

Pada akhirnya beliau hanya bisa mengeluh: 

mana mungkin mengukur samudra-mu menggunakan piring?”Sejalan dengan itu, berdasarkan imam al-ghazali, cinta hanya bisa ditinjau dari akibat yang dihasilkannya.

Kemudian, apa gejala cinta?

Istilah nabi: perumpamaan orang-orang yg beriman pada hal mengekspresikan rasa saling cinta, saling mewujudkan cinta, serta saling merasakan cinta  ialah seperti satu tubuh yg ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka semua tubuh meraa mengaduh dengan terus jaga tak mampu tidur dan  merasa panas. (hr. Muslim)

Pada kesempatan lain, nabi mengajarkan bahwa orang yang sedang jatuh cinta poly mengingat dan  menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu). Orang juga bisa diperbudak sang cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu).

Kata nabi lagi, karakteristik cinta sejati terdapat tiga : 


  • lebih suka  berbicara menggunakan yg dicintai dibanding menggunakan yang lain, 
  • lebih suka  berkumpul dengan yang dicintai dibanding menggunakan yang lain, serta 
  • lebih suka  mengikuti kemauan yg dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri.


Dalam bahasa al-quran, cinta dianggap menggunakan hubb. Istilah al-qusyairi, penulis rîsalah , hubb ialah cinta serta kasih sayang yang paling murni, sebagaimana orang arab mengatakan habab al-asnân buat membagikan orang yang giginya putih-murni. Penulis kasyf al-mahbûb, al-hujwiri mengatakan bahwa hubb boleh jadi berasal berasal habb yang bermakna benih. Hubb bermakna demikian sebab dia bersemayam di benih-benih hati, tetap tidak tergoyah sebagaimana benih tetap berada di tanah serta menjadi sumber kehidupan meski hujan-badai menerpa serta panas surya membakar. Hubb jua dianggap demikian karena istilah itu dari asal hibbah yg berarti benih tetanaman. Cinta disebut hubb karena sebagaimana hibbah artinya benih tanaman, beliau merupakan benih kehidupan.

Buat mendeskripsikan penderitaan tidak terperi dampak hampanya hidup tanpa cinta mirip ini, rumi seperti mengeluh: “ketahuilah, pencinta tanpa cinta merupakan ikan tanpa air, mangkat  serta kering, meski jikalau mereka merupakan para perdana menteri.

Akhirnya, begitu dahsyatnya cinta sehingga – mirip dikatakan kaum ‘ulama’ – cinta meruntuhkan kesombongan dan  membentuk penderitanya tidak segan merendahkan diri, merupakan asal kekuatan dan  pemusatan perhatian yg tidak terbagi, melembutkan hati, menghilangkan pamrih langsung, serta membuahkan orang dermawan serta penuh pemaafan.

Zakat harta ?

Zakat harta ?

Macam-macam harta persekutuan


         Yang dimaksud harta komplotan (khalithain) dalam bab zakat, artinya 2 harta yang wajib dimuntahkan zakatnya yakni milik 2 orang, yg digabung jadi satu menggunakan tujuan kerja-sama atau lainnya

Terdapat 2 macam harta komplotan: 

1diklaim ktailthatu 'inan atau khilthatu syuyu'. Maksudnya artinya, komplotan antara dua orang yg wajib  berzakat, masing-masing memiliki senishab zakat atau lebih, yang dimilikinya setahun penuh, berasal dari membeli atau waris atau lainnya, sedang harta itu homogen.

Perlu diperhatikan, bahwa kedua harta adonan jenis ini ber-campur secara merata. Maksudnya, milik masing-masing tak mampu pada-bedakan satu sama lain, namun masing-masing memiliki bagian tidak eksklusif berasal harta milik beserta itu menurut prosentasenya sendiri- sendiri. Misalnya, Bila ada 2 orang bersaudara mewarisi asal ayah mereka 40 ekor kambing, atau keduanya membeli bersama-sama kambing sebanyak itu. Pada hal ini masing-masing berasal mereka berdua memiliki separo berasal tiap-tiap ekor.
Begitu jua, bila yg diwarisi atau dibeli itu berupa barang atau tanah. Maka masing-masing mempunyai separo berasal tiap-tiap bagian tanah atau barang itu, tanpa mampu ditentukan.
2. diklaim khilthatu mujawarah atau khilthatu aushaf, yaitu komplotan antara dua orang yg berkewajiban zakat, masing-masing mempunyai senishab harta yang tidak dimiliki bersama, namun persekutuan antara keduanya bersifat bertetangga saja. Jadi mampu kita perhatikan, bahwa ke 2 harta dalam hal ini tidak bercampur, tapi terpisah dan  bisa dibedakan.

Pelaksanaan zakat harta komplotan

         Harta komplotan -yg mana saja pada antara ke 2 macamnya ter-sebut di atas pada kaitannya dengan zakat diklaim satu harta asal seorang.

Maksudnya, jika jumlah harta persekutuan itu telah mencapai nishab, serta mengalami ulang tahun dalam keadaan permanen mencapai nishab, maka dia harus dizakati, sekalipun bagian masing-masing pemilik harta itu tidak mencapai nishab.

Adapun dalilnya merupakan hadits al-bukhari, asal anas ra yang beberapa bagian daripadanya sudah kita kemukakan di atas- di mana terdapat kata-kata:

 لاَيُجْمََعُ بَيْنَ مُفْتَرِقٍ ٬ وََلاَ يُفَرَّقُ بَيْنَ يُجْتَمََعٍ ٬ خَشْيَةَ الصَّدِقَةِ٠

Merupakan: "tidak digabung antara yg terpisah, dan  tidak dipisahkan antara yg terkumpul, dikarenakan risi terkena zakat."

Maksudnya, jika bagian masing-masing pemilik harta itu telah terpisah sendiri-sendiri asal yang lain, maka tidak perlu digabung jadi satu agar mencapai nishab kemudian terkena kewajiban zakat. Serta apabila keduanya telah terkumpul jadi satu, maka tidak boleh dipisahkan supaya tak terkena zakat dikarenakan kurang dari nishab.

Dan aturan ini, sebagaimana anda lihat, boleh jadi mengakibatkan diwajibkannya zakat di 2 harta, yang semestinya belum wajib  dizakati sekiranya tidak digabung. Demikian juga, bisa jadi mengurangi berukuran zakat pada kedua harta tadi, padahal semestinya lebih berasal itu sekiranya tidak digabung.

Model Ke 1 artinya, ada dua orang selama setahun penuh memiliki 40 ekor kambing sebagai akibatnya terkena zakat, padahal sekiranya masing-masing membawa bagiannya sendiri-sendiri, maka masing-masing tidak berkewajiban mengluarkan zakat dari hartanya itu, sebab bagian mereka masing-masing kurang berasal nishab.

Model ke 2, Jika ke 2 orang itu mempunyai 80 ekor kambing, masing-masing 40 ekor. Dengan demikian, setelah lewat setahun harta itu hanya wajib  dikeluarkan zakatnya seekor saja manakala digabung. Sementara, jika masing-masing membawa bagiannya sendiri-sendiri, maka dari ke 2 harta itu wajib  dimuntahkan 2 ekor di tiap-tiap 40 ekor.

Kondisi-syarat harta komplotan diklaim satu harta

         Buat wajibnya zakat pada harta komplotan yg dianggap me-rupakan satu harta milik seseorang, ada dua kelompok kondisi-kondisi sebagai berikut:

Gerombolan  yang pertama, merupakan syarat-kondisi harta komplotan jenis mana saja. Maksudnya, baika persekutuan itu artinya khiithatu syuyu' ataupun khiithatu mujawarah, ialah sebagai berikut:

Kedua harta itu homogen. Jadi, bila salah  satunya berupa kambing, sedang yang satu lagi sapi, maka masing-masing berdiri sendiri, apa-pun bentuk percampuran dan  persekutuannya.
Jumlah ke 2 harta itu keseluruhanya mencapai nishab atau lebih. Maka, jikalau jumlahnya hanya 35 ekor kambing umpamanya, tidaklah harus dizakati, sekalipun kedua pemilik itu -atau galat satunya- masih memiliki lagi sejumlah kambing yang sekiranya ikut digabungkan pada harta komplotan itu maka akan tercapai nishab.

Komplotan itu berlangsung satu tahun, apabila harta itu termasuk harta yang dipersyaratkan berulang tahun. 

Maksudnya, jika masing-masing asal ke 2 pemilik itu memiliki 40 ekor kambing di awal bulan muharram umpamanya, sedang pada awal bulan shafar barulah digabungkan, maka yg harus, Bila berulang tahun dengan datangnya bulan muharram lagi, artinya masing-masing mengeluarkan seekor kambing. Jadi, komplotan itu tak perlu diperhatikan. Adapun bila hartanya itu tidak termasuk yg dipersyaratkan ulang tahun, mirip tumbuhan dan  buah-buahan umpamanya, maka hanya dipersyaratkan tetap berlangsungnya komplotan sampai nampaknya butir dan  matangnya biji-bijian.
Adapun kelompok syarat yg ke 2 artinya kondisi-syarat spesifik bagi khilthatu mujawarah, yaitu menjadi berikut:

Buat ternak, hendaklah tak dipisahkan tempat penggemba-laannya, kawasan merumput, kandang dan  tempat pemerahan susunya. Jadi, bila masing-masing berasal peternak itu membawa kambing-kambingnya ke kawasan penggembalaan yang tidak selaras satu sama lain, atau pulang ke kandang yg berbeda. Begitu jua, kawasan melepaskannya berbeda, yakni kawasan berkumpulnya kambing-kambing itu buat digiring ketempat penggembalaan. Atau, masing-masing berasal ke 2 peternak itu membawa kambing-kambingnya ke daerah tersendiri buat memerah susu, maka komplotan seperti ini tidak berpengaruh apa-apa terhadap apa yang telah kita terangkan pada atas.

Penggembalanya sama, serta pejantannya pun sama. Ialah, kalau masing-masing berasal ke 2 peternak itu mempunyai penggembala atau pejantan sendiri-sendiri, maka harta mereka tidak dianggap persekutuan.

         Apabila harta yg wajib  dizakati itu berupa tanaman, maka di-persyaratkan penjaganya maupun daerah penjemurannya tidak sendiri-sendiri. Begitu pula, Bila harta itu berupa barang dagangan, maka hendaklah toko, gudang maupun indera-alat penjualan, mirip timbangan dan  lain sebagainya, sama.

         Apabila ketiga syarat tersebut di atas sudah terpenuhi, maka harta persekutuan itu bisa disebut satu harta seolah-olah milik satu orang, dan  tidak mengapa sekalipun keduanya tidak bercampur secara merata, tetapi relatif -manakala syarat-kondisi tersebut terpenuhi- bertetangga saja (mujawarah). Adapun jikalau kondisi-syarat itu, atau keliru satunya tak terpenuhi, maka masing-masing pemilik harta itu memperhatikan hartanya sendiri saja serta menghitungnya secara tersendiri, kemudian mengeluarkan zakatnya menjadi harta sendiri.

Kewajiban masing-masing pemilik harta komplotan dalam kaitannya zakat.

         Bila zakat sudah dipungut berasal harta komplotan -sebagai satu harta- maka masing-masing asal para sekutu menanggung beban sesuai dengan prosentase miliknya dalam komplotan tersebut. Kalau berasal hartanya terambil lebih asal yang semestinya, dia boleh meminta kelebihan itu berasal sekutu-sekutunya yg lain. Dan  kalau terambil kurang dari yg semestinya, dia wajib  mengembalikan kelebihan pada mereka.

Jadi,kalau harta komplotan itu terdapat 100 ekor kambing umpama-nya, zakatnya merupakan seekor. Bila persekutuan itu milik tiga orang, sedang seorang di antaranya memiliki 50 ekor, maka beliau menanggung separo kambing. Dan  yg ke 2 mempunyai 25 orang, beliau menanggung seperempat kambing, begitu juga yg ketiga.

Adapun dalilnya merupakan pernyaiaan yg terdapat pada hadits riwayat anas ra;

 مَاكَانَ مِنْ خَلِيْطَيْنِ فَاِنَّهُمَا يَتََرَا جَعَانِ بَيْنَهُمَا بِالسَّوِيَّةِ٠
Ialah: "harta yg berupa persekutuan, maka ke 2 pemiliknya saling andil berzakat secara sama (adil)."

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
close