Showing posts with label Ilmu Haji. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Haji. Show all posts
Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

AJARAM MUSLIM - Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

.
     Tidak mengerjakan ibadah haji padahal bisa ialah ialah dosa besar . Ibadah haji merupakan ialah galat satu rukun islam yang harus dikerjakan bagi setiap muslim baik laki-laki  maupun perempuan   menggunakan kondisi-kondisi eksklusif yg dipengaruhi sang syariat islam. Allah swt. Berfirman pada pada al-qur’an al-karim yg berbunyi sebagai berikut :
فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Artinya: padanya terdapat tanda-tanda yg nyata, (di antaranya) maqam ibrahim; barangsiapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah beliau; mengerjakan haji adalah kewajiban insan terhadap allah, yaitu (bagi) orang yg bisa mengadakan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya allah maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) asal semesta alam (qs. Ali-'imran ayat 97).

Senada dengan firman allah swt. Pada atas, pula dalil hadits sabda nabi muhammad saw. Yg menandakan wajibnya mengerjakan ibadah apabila mampu:


مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللّهِ وَلَمْ يَحُجَّ فَلاَ عَلَيْهِ أَنْ يَمُوْتَ يَهُوْدِيًّا اَوْ نَصْرَانِيًّا

Adalah: barangsiapa yang mempunyai bekal serta kendaraan yg mampu mengantarkannya haji ke baitullah tetapi tid ak melaksanakannya , semoga saja beliau tidak mangkat  menjadi seseorang yahudi atau nasrani.. (diriwayatkan sang at-tirmidzi, lbnu jam al-uqaili, lbnu adi, dan  al-baihaqi dalam asy-syu'ab)

Dikisahkan bahwa umar bin khattab berkata: sungguh, saya pernah berkeinginan buat mengutus beberapa orang ke banyak sekali penjuru buat melihat siapa saja yang sehat dan  mempunyai bekal tapi mereka tak melaksanakan haji supaya diminta jizyahnya (pajak) dan  menduga mereka menjadi bukan muslim.

Pula diceritakan berasal abdullah bin abbas dia berkata : barangsiapa yg mempunyai harta yg cukup buat mengerjakan ibadah haji akan tetapi mereka tidak mengerjakannya atau mempunyai harta sampai batas nishab akan tetapi mereka tidak membayarkan zakatnya niscaya akan meminta raj’ah (kembali) pada kala tewas. 

Kemudian seorang berkata:  bertakwalah kepada allah , wahai ibnu abbas. Hanya saja orang kafir sajalah yg meminta raj’ah.

 Ibnu  abbas lalu menjawab: akan saya bacakan satu ayat:

وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِيٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Adalah: serta belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum tiba kematian pada galat seseorang pada antara kamu; lalu ia mengatakan: "ya rabb-ku, mengapa kamu tidak menangguhkan (kematian)ku sampai ketika yg dekat, yang menyebabkan aku  dapat bersedekah serta aku  termasuk orang-orang yang sholeh? Qs. Al-munafiqun ayat 10.

Maksud asal bersedekah pada ayat pada atas merupakan membayar zakat, serta maksud asal menjadi keliru seorang sholeh adalah mengerjakan atau menunaikan ibadah haji.

Keliru seorang pun bertanya: berapa nishab harta? Bila uang perak sudah mencapai 200 dirham atau uang emas yg nilainya sebanding dengannya, wajib  dikeluarkan zakatnya.

Seorang bertanya, "berapa nishab harta?
Jawab ibnu abbas: bila uang perak telah mencapai 200 dirham atau uang emas yang setara dengannya. Wajib  dimuntahkan zakatnya.
Bertanya seorang yang lain: apakah yang mewajibkan berhaji? Ibnu abbas berkata: perbekalan dan  kendaraan.

Diceritakan dari sa'id bin jubair dia bercerita: seseorang tetanggaku yg kaya tetapi belum menunaikan ibadah haji dan  meninggal, serta aku  tidak mensholatinya.
Sebagaimana kabar berasal asal al-qur’an dan  dalil hadits nabi saw. Mengambarkan bahwa ibadah haji merupakan adalah suatu kewajiban yg mutlak dilaksanakan apabila sudah mampu pada hal kendaraan serta perbekalan.
Dalam warta nash-nash pada atas, terdapat berbagai macam insinuasi, ancaman yang diberikan kepada mereka yg tidak menunaikan ibadah haji waktu bisa di antaranya ialah disebut bukan muslim, tidak disholati waktu mereka mangkat , meninggal menjadi seorang nasrani atau yahudi. Menggunakan demikian, meninggalkan perintah allah yg wajib  artinya merupakan sebuah dosa besar Naudzubillah min dzalik. Wallahu a’lam

Kisah dibangun kembalinya baitullah

Kisah dibangun kembalinya baitullah

AJARAM MUSLIM - Kisah dibangun kembalinya baitullah

      Kisah dibangunnya baitullah atau yg dikenal dengan nama ka’bah itu dibangun di masa nabi ibrahim AS. Saat allah menganugerahi nabi ibrahim seseorang putera yg diberi nama ismail asal istri dia yang kedua, terjadilah percekcokan antara istri pertama dan  istri ke 2.

Akhirnya istri pertama yang bernama sarah meminta pada nabi ibrahim supaya ismail serta ibunya dijauhkan darinya. Padahal ibu nabi ismail asal asal jariah (hamba sahaya) yang dihadiahkannya sendiri pada suaminya. Dia bernama hajar.

Namun selesainya hajar menjadi istri nabi ibrahim, dari hasil pernikahannya dengan hajar nabi ibrahim memiliki seseorang anak lelaki yg diberi nama ismail. Hal ini membuat iri hati sarah, akhirnya terjadilah percekcokan, yang berakhir dengan dijatuhkannya hajar serta anak lelakinya.

Nabi ibrahim kemudian berangkat dari tanah leluhurnya yaitu syam bersama hajar dan  anak lelakinya. Beliau berjalan menuju ke arah selatan, akhirnya berhentilah di suatu lembah, yang di lalu hari dibangun baitullah.

Allah sudah berfirman menceritakan wacana nabi ibrabhim :ya yang kuasa kami, sesungguhnya aku  sudah menempatkan sebagian keturunanku pada lembah yang tidak memiliki tanam-tanaman pada dekat rumah kamu (baitullah) yang dihormati, ya dewa kami (yg demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung pada mereka serta beri rezkilah mereka dari buah-buahan, praktis-mudahan mereka bersyukur”. (qs. 14 : 37).

Firman yang berbunyi :di dekat tempat tinggal engkau ’,

berarti nabi ibrahim sudah mengetahui bahwa di situ terdapat tempat kudus yg diberi nama baitullah. Maksud dan  tujuan nabi ibrahim menempatkan sebagian keturunannya di sebelah baitullah ini agar mereka mendirikan shalat serta beribadah kepada allah. Kesucian tempat ini sebelumnya telah diketahui terlebih dahulu oleh nabi ibrahim, yang karenanya menempatkan anaknya pada daerah tadi.
Waktu ismail tumbuh menjadi dewasa, allah memerintahkan agar nabi ibrahim mendirikan kawasan melakukan shalat di tempat suci, agar seluruh manusia menghadap ke tempat tersebut dalam melakukan shalat, menjadi rasa syukur atas segala nikmat yg sudah allah berikan pada mereka.

Allah berfirman pada ibrahim :dan  (ingatlah) ketika ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah beserta ismail (seraya berdoa) : “ya dewa kami, terimalah daripada kami (amal kami), sesungguhnya engkaulah yg maha mendengar lagi maha mengetahui. Ya tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yg tunduk patuh kepada kamu dan  (jadikanlah) pada antara anak cucu kami umat yg tunduk patuh kepada engkau  serta tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan  kawasan-daerah ibadah haji kami, dan  terimalah taubat kami. Sesungguhnya engkaulah yang maha penerima taubat lagi maha penyayang”. (qs. Dua : 127 – 128).

Nabi ibrahim serta anak dia, ismail, keduanya menciptakan pulang pondemen-pondemen baitullah. Tentu saja hal ini mereka lakukan selesainya terlebih dahulu allah memberitahukan tempat baitullah secara absolut.

Allah telah berfirman : serta (ingatlah), ketika kami memberikan daerah kepada ibrahim di tempat baitullah (dengan berkata): “janganlah engkau  mempersekutukan sesuatupun dengan aku  serta sucikanlah rumah-ku ini bagi orang-orang yg thawaf, serta orang-orang yang beribadah serta orang-orang yang rukuserta sujud (shalat). (qs. 22 : 26) .

Pengertian ayat tersebut ada 2 kemungkinan. 

Pertama, gejala baitullah semula terpendam, kemudian allah menampakkan pada nabi ibrahim, supaya daerah yg akan dibangun tepat, pada tempatnya. Jadi baitullah telah ada semenjak dulu.

Kedua, baitullah itu dulunya belum terdapat, kemudian allah memerintahkan nabi ibrahim dan  ismail supaya menciptakan baitullah pada daerah yang telah dipengaruhi sebelumnya oleh allah.

Hajar aswad : ketika bangunan ka’bah telah hampir selesai, ibrahim meminta pada anaknya ismail agar meletakkan batu menjadi tanda permulaan thawaf. Akhirnya ismail meletakkan batu yang mempunyai karakteristik khas tersendiri.
Batu itu bukanlah batu yang biasa kita lihat, melainkan, dari keliru satu riwayat, batu itu diturunkan berasal langit ke bumi supaya diambil oleh nabi ismail. Hal ini artinya ialah kehendak allah swt pada rangka pelaksanaan pembangunan ka’bah yg pada kemudian hari menjadi kiblat kaum muslimin pada seluruh dunia.

Sudah diriwayatkan oleh rasulullah saw :


 نزل الحجر الأسود من الجنة وهو أشد بياضا من اللبن فسودته خطايا بني آدم (راه الترمذى)

hajar aswad diturunkan dari langit pada keadaan putih cemerlang dan  lebih putih berasal rona susu, kemudian menjadi hitam karena dosa-dosa anak adam (yg menciuminya) (hadits riwayat turmudzi)”.

Hajar aswad ini selalu dicium oleh rasulullah saw saat melakukan thawaf. Kemungkinan, karena dia menciuminya sebab hajar aswad merupakan keliru satu benda berasal nirwana, atau menjadi peringatan kepada tangan-tangan mulia yg membawanya, lalu meletakkannya pada daerah yg sudah disediakan, yaitu nabi ibrahim dan  nabi ismail kakek moyang bangsa arab.

Kaum muslimin sama sekali tidak bermaksud menyembah hajar aswad, tetapi hanya sekedar memuliakan karena dia merupakan benda berasal nirwana. Pada hal ini kaum muslimin hanya meniru jejak rasul saw dan  adalah ikrar terhadap allah akan melaksanakan segala perintah-perintah-nya serta menjauhi larangan-embargo-nya.

Mencium hajar aswad bukanlah termasuk fardhu haji yang wajib dilakukan oleh jama’ah aji, namun mencium hajar aswad hanyalah sunnah. Seseorang jama’ah haji boleh mencium hajar aswad apabila keadaannya memungkinkan. Tetapi apabila terlalu sesak dia diperbolehkan hanya menggunakan memberi isyarat menggunakan tangannya atau menggunakan lengannya, sebagai ganti daripada mencium, atau diperbolehkan hanya menggunakan memegangnya.

umar ibnu al-khaththab ra sudah mengatakan :demi allah, aku  mengetahui bahwa kamu artinya batu yang tidak memberikan mudharat serta manfaat.  Saya tidak melihat rasulullah menciummu, saya tak sudi menciummu”.

Baitullah merupakan rumah pertama di global yang dibangun untuk kawasan beribadah. 

Allah sudah berfirman : “sesungguhnya tempat tinggal   yg mula-mula dibangun untuk (daerah beribadah) manusia, ialah baitullah yang di bakkah (makkah) yang diberkahi serta menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat gejala yang konkret, (antara lain) maqam ibrahim; barangsiapa memasukinya (baitullah) sebagai amanlah beliau”. (qs. Tiga : 96 – 97).

Bakkah atau makkah adalah nama yang sama bagi satu kota. Kota makkah dikatakan bakkah karena kota ini bisa menghancurkan orang-orang yang merasa dirinya kuat dan  perkasa. Siapa saja yang coba-coba menghancurkannya, maka absolut akan binasa. Serta kota kudus itu dinamakan makkah sebab bisa menghapus dosa, dan  terdapat jua yang mengatakan sebab kota ini dapat menarik hati penduduk dunia sehingga tiba berduyun-duyun ke sana.

Allah memberitahu pada kita bahwa baitullah ini diberkahi allah. Serta beribadah di dalamnya akan melipatgandakan pahala. Baitullah jua merupakan petunjuk bagi seluruh umat insan. Barangsiapa yang memasukinya buat melakukan ibadah haji dan  taqarrub kepada allah, maka besok pada hari kiamat, dia akan selamat berasal siksa neraka dan  siksa allah pada dunia.

Ibadah haji dimulai sejak zaman nabi ibrahim, lalu diteruskan oleh anaknya, nabi ismail. Akhirnya, zaman terus berlalu. Poly orang yg menyelipkan ke dalam ibadah haji ini cara-cara terlarang dan  mengandung syirik. Mirip halnya menyembah berhala serta melakukan thawaf pada sekeliling ka’bah dalam keadaan bugil. Lalu allah mengutus nabi muhammad saw buat menghancurkan kesyirikan dan  membersihkan cara-cara ibadah haji asal perbuatan bid’ah.

Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga

Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga

AJARAM MUSLIM - Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga 

     Diriwayatkan sang abu hurairah ra., rasulullah saw., bersabda:umrah ke umrah merupakan penghapus dosa di antara keduanya serta haji yg mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga .” (hr. Bukhari – muslim)

Diriwayatkan sang abu hurairah ra., 

seseorang bertanya kepada rasulullah saw., “perbuatan apa yang paling baik?” 
beliau menjawab: “iman kepada allah serta rasulnya.
orang itu berkata: “lalu apa lagi?
dia menjawab: “jihad dijalan allah.
orang itu berkata: “lalu apa?
dia menjawab: “haji mabrur.(hr. Bukhari muslim)

Diriwayatkan sang ali bin abi thalib ra., 

rasulullah saw., bersabda: “barangsiapa yg mempunyai bekal dan  tunggangan yg bisa membawanya ke baitullah, tetapi beliau tak menunaikan haji maka baginya kematian dalam keadaan yahudi atau nashrani. Allah berfirman dalam kitabnya:

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap allah, yaitu (bagi) orang yg sanggup mengadakan pejalanan ke baitullah.” (ali imran [3]:97) (hr. Tirmidzi)

Diriwayatkan sang anas bin malik ra., 

seseorang bertanya: “apa yg dimaksud dengan ‘Alaihi Salam-sabila?
beliau menjawab: “bekal serta tunggangan.(hr. Hakim)

Ketahuilah pekerjaan haji dibagi menjadi 3 bagian:

Rukun haji: ihram, wuquf, mencukur rambut, thawaf ifadhah serta sa’i. Berkenaan menggunakan mencukur rambut ada yang berkata itu bukan rukun haji.

Wajib  haji: ihram dari miqat, melempar jumrah yang 3 (ini tak terdapat disparitas pendapat), menggabungkan antara malam serta siang dalam wukuf di arafah (yaitu berdiam sejenak setelah surya terbenam), mabit di muzdalifah, mabit di mina di malam tasyrik, thawaf wada’ (pendapat yang paling benar adalah thawaf wada’ hukumnya wajib , tetapi tidak ada yang mengatakan sunah).

Sunnah haji: semua yg disyariatkan dalam ibadah haji asal perkataan dan  perbuatan, mirip membaca talbiyah, zikir serta doa, thawaf qudumm, istilam ke hajar aswad (mengangkat tangan kanan sambil membaca: bismillah allah akbar), lari-lari mungil serta lain-lain.

Hukum dari ketiga hal tersebut merupakan sebagai berikut :

Rukun haji, ialah pekerjaan yang wajib dikerjakan dan  tidak legal ibadah haji apabila meninggalkan galat satunya. Ia tak dapat diganti dengan dam (hukuman)

Wajib haji, barangsiapa yg meninggalkan galat satu darinya maka harus membayar dam. Ibadah hajinya permanen sah, baik beliau meninggalkannya dengan sengaja atau tidak. Akan tetapi bagi yg meninggalkannya menggunakan sengaja beliau berdosa.

Sunah haji, tidak berdosa serta tak harus membayar dam bagi orang yg meninggalkannya, serta hajinya tetap legal. Hanya saja hilang keutamaan ibadah sunah.

Hadis ini dia menjelaskan holistik amalan pada ibadah haji. Diriwayatkan oleh jabir ra.

Rasulullah saw., menunaikan ibadah haji serta kami keluar bersama dengannya sampai kami datang di dzul hulaifah. 

Kemudian rasulullah saw., melakukan shalat pada masjid. Sesudah itu, dia naik onta serta ketika hingga di daerah baida

beliau membaca talbiyah: “labaik allahumma labaik, labaika laa syarika laka labaik, inna al-hamda wa an’nimatah laa wa al-mulk, laa syarika laka.” ( ya allah saya menyambut seruanmu, aku  menyambut seruanmu tidak ada sekutu bagimu, aku  menyambut seruanmu, sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan  kekuasaan hanya milikmu, tidak ada sekutu baginya). Saat hingga pada masjid haram, dia melakukan istilam (mengangkat tangan kanan atau mencium) ke hajar aswad, lalu melakukan thawaf dengan berlari kecil dalam tiga putaran pertama serta berjalan dalam empat putaran (terakhir). Lalu mendatangi maqam ibrahim serta melakukan shalat pada sana. Kemudian balik  ke hajar aswad dan  melakukan istilam (mengangkat tangan dan  mengarah telapak tangan ke hajar aswad).

Kemudian keluar dari pintu masjid menuju shafa


Saat mendekati shafa dia membaca:inna ash-shafa wa al-marwata min sya’airillah. Abda’u bi maa bada’a allah bihi.” (sesungguhnya shafa serta marwa artinya sebagian dari syiar allah. Aku  memulai dengan apa yg dimulai oleh allah)

lalu dia naik ke shafa hingga beliau bisa melihat ka’bah. Dia menghadap ke kiblat dan  membaca kalimat tauhid serta takbir: lailahaillallah wahdahu laa syarika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli sya’in qadiir. Lailahaillallah wahdahu anjaza wa’dahu, wa nashara ‘abdahu wa hazama al-ahzab wahadah (  tidak terdapat tuhan selain allah yang esa, tidak terdapat sekutu baginya, miliknya seluruh kekuasaan serta miliknya semua kebanggaan, serta beliau berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada ilahi selain allah yang esa, sudah terlaksana janjinya, dan  telah menolong hambanya dan  telah mengalahkan pasukan musuh menggunakan sendiri). Kemudian beliau membaca doa sebesar tiga kali. Lalu berjalan menuju bukit marwah, sampai pada bathn wadi (sekarang antara dua pilar hijau) beliau berlari-lari mungil, saat naik ke bukit marwa beliau berjalan biasa. Pada bukit marwa beliau melakukan seperti di bukit shafa.

Ketika hari tarwiyah kaum muslimin menuju mina serta rasulullah menaiki onta. Disana dia mengerjakan shalat zhuhur, ashar, maghrib, isya’ serta shubuh. Lalu berdiam sampai terbit mentari .

Kemudian melanjutkan bepergian hingga sampai di arafah, beliau mendapati kubah yg sudah musnah pada namirah. Dia berhenti disana, hingga saat surya tergelincir beliau menuju bathn wadi dan  memberikan khutbah pada kaum muslimin. Kemudian dikumandangkan azan zhuhur dan  mendirikan shalat ashar (jama’ taqdim), dia tidak mengerjakan shalat sunah diantara keduanya (zhuhur dan  ashar). Sehabis itu, dia menaiki onta menuju ke kawasan wuquf, disana ontanya didudukkan dengan perutnya menyentuh padang pasir. Lalu dia menghadap kiblat, dan  dia terus melakukan wukuf sampai terbenam mentari  dan  rona kekuning-kuningan di langit hilang sedikit.

Beliau meneruskan bepergian sampai sampai di muzdalifah, dia melakukan shalat maghrib dan  isya’ dengan satu azan dan  2 iqamah. Dia tidak melakukan shalat sunah diantara keduanya (magrib dan  isya). Kemudian membaringkan badannya hingga terbit fajar dan  mengerjakan shalat subuh. Lalu menaiki onta hingga datang di masy’aril haram, beliau menghadap kiblat, berdoa, membaca takbir serta lailahaillallah. Beliau terus berdiam sampai langit kekuning-kuningan. Lalu pergi sebelum matahari terbit hingga datang pada jumrah al-kubra, beliau melempar jumrah menggunakan tujuh kerikil mirip ketepil. Dia membaca takbir setiap melempar satu kerikil, dia melemparnya asal bathn wadi. Kemudian pulang ke daerah penyembelihan (al-manhar) serta menyembelih binatang. Kemudian menaiki onta menuju masjid haram serta shalat zhuhur pada mekkah.” (hr. Muslim)

Rasulullah saw., bersabda:aku  menyembelih hewan kurban pada sini. Dan  mina seluruhnya artinya kawasan penyembelihan (al-manhar).saya melakukan wukuf pada sini, serta arafah seluruhnya tempat wukuf.(hr. Muslim)

Diriwayatkan sang jabir ra., rasulullah saw melempar jumrah di hari nahar ketika dhuha. Sedangkan hari selanjutnya sehabis surya tergelincir.(hr. Muslim)

Mengagungkan syiar-syiar allah serta hikmahnya

Mengagungkan syiar-syiar allah serta hikmahnya

AJARAM MUSLIM - Mengagungkan syiar-syiar allah serta hikmahnya

      Allah sudah memilih pada dalam ibadah haji manasik-manasik yg harus dilakukan oleh kaum muslimin yang sedang melakukan ibadah haji, supaya mereka menerima pahala yg agung dari allah. Manasik-manasik tersebut diberi nama syiar-syiar haji. Mengagungkan syiar-syiar ialah indikasi takwa.

Allah telah berfirman :serta barangsiapa yg menggunakan syiar-syiar allah, maka sesungguhnya itu muncul dari ketakwaan”. (qs. 22 : 32).

Pada pelaksanaannya syiar-syiar haji selalu dihubungkan dengan daerah-kawasan tertentu. Karena di tempat-kawasan itu telah terjadi suatu insiden bersejarah yang patut dijadikan model, guna membersihkan jiwa serta memperkuat korelasi antara kaum muslimin. Tempat-daerah tadi bukanlah obyek berasal ibadah, namun hanyalah karena daerah-kawasan tersebut ada kaitannya menggunakan insiden-insiden bersejarah, dan  mengingatkan kita buat menghayati insiden yg terjadi di daerah itu.

  • Di wuquf setiap syiar-syiar haji mengingatkan kita menggunakan insiden yg terjadi yaitu tempat buat bertakarrub kepada allah serta kawasan mengevaluasi diri sendiri pada hadapan allah.
  • Ka’bah mengingatkan kita kepada bapak para nabi yaitu nabi ibrahim AS dan  putranya dia ismail waktu membentuk ka’bah ini, yg sesudah usai membangun, 


mereka berdua berdoa pada allah :ya yang kuasa kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh pada kamu serta (jadikanlah) di antara anak cucu kami umatnya yang tunduk patuh pada kamu serta tunjukkan kepada kami cara-cara serta kawasan-kawasan ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya engkaulah yg maha penerima taubat lagi maha penyayang”. (qs. 2 : 128).

Melakukan thawaf di sekeliling ka’bah berarti meneruskan cara ibadah yg dilakukan sang nabi ibrahim, ismail serta pengikut-pengikutnya, dan mempererat pertalian antara pemulaan islam menggunakan masa kini buat berpegang teguh pada agama islam. Nabi ibrahim artinya orang pertama yg menamakan kepercayaan  yg kita peluk sekarang, yaitu islam.

Ayat berikut ini mengungkapkan hal itu :“(ikutilah) agama orang tuamu ibrahim. Beliau (allah) sudah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan  (begitu pula) dalam (al-qur’an) ini, agar rasul itu sebagai saksi atas dirimu serta supaya kamu seluruh menjadi saksi atsa segenap insan”. (qs. 22 : 78).

Melakukan sa’i antara shafa dan  marwah berarti mengenang balik  peristiwa yang dialami sang hajar, ketika anaknya merasa kehausan, kemudian hajar berjalan bolak-kembali berasal shafa dan  marwah mencari mata air. Dia sendiri merasa kehausan yang sangat. Serta  tidak ada mukjizat dari allah, menggunakan keluarnya air zam-zam, maka dapat dipastikan bahwa dahaga akan menamatkan riwayat hajar dan  anaknya. Asal peristiwa ini dapat diambil konklusi, bahwa allah akan mencoba kaum muslimin dengan berbagai bencana. Jika mereka meminta pertolongan pada allah, maka allah akan menolong mereka dengan rahmat yg diberikan.

Melakukan kurban jua termasuk keliru satu syiar haji. Allah sudah berfirman :serta sudah kami jadikan buat engkau  unta-unta itu sebagian daripada syiar allah, engkau  memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama allah waktu kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (serta sudah terikat). Kemudian apabila sudah roboh (meninggal), maka makanlah sebagiannya dan  beri makanlah orang yang rela menggunakan apa yang ada padanya (yang tak meminta-minta) serta orang yg meminta. Demikianlah kami telah menundukkan unta itu kepada kamu, praktis-mudahan engkau  bersyukur”. (qs. 22 : 36).

Sembelihan ini dinamakan al-hadyu. Melaksanakan kurban ini menjadi tanda taat kepada allah dan  menjalankan perintah-perintah-nya, serta ungkapan rasa syukur atas nikmat-nikmat yg sudah diberikan sang allah.

Di dalam kurban ini, merupakan peringatan atas pengorbanan yg sudah dilakukan oleh nabi ibrahim dan  nabi ismail. Waktu itu nabi ibrahim mendapatkan wahyu berasal allah berupa impian supaya menyembelih anaknya, ismail.

Lalu ibrahim menceritakan hal ini kepada anaknya, sebagaimana yang dijelaskan oleh ayat berikut adalah :ibrahim berkata : “hai anakku, sesungguhnya aku  melihat pada mimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu”. (qs. 37 : 102).

Kemudian dijawab oleh ismail menggunakan penuh rasa lapang dada terhadap pengorbanan demi membela jalan allah: “dia menjawab : “hai bapakku, kerjakanlah apa yg diperintahkan kepadamu; insya allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yg tabah”. (qs. 37 : 102).

Dalam menghadapi ujian yg berat ini, yg sang allah sengaja ditimpakan kepada mereka berdua, buat menguji sampai pada mana keikhlasan mereka terhadap-nya. Selesainya ibrahim hendak melaksanakan apa yg diperintahkan kepadanya, lalu allah mengubah nabi ismail dengan seekor domba. Serta allah menyelamatkan keduanya berasal percobaan yg teramat berat itu.

      Kurban yg dilakukan sang kaum muslimin saat haji adalah peringatan bagi apa yg sudah dilakukan sang nabi ibrahim dan  nabi ismail, dan  keikhlasan keduanya dalam menjalankan perintah allah. Kurban jua ialah rasa syukur atas diselamatkannya nabi ismail dari cobaan berat ini. Asal keturunan nabi ismail ini, muncullah nabi akhir zaman yaitu nabi muhammad saw.

      Kurban ini terbagi sebagai 2. Ada yang harus dan  terdapat yang sunnah. Yg kedua ini dilakukan sang orang-orang secara sukarela mengharapkan pahala berasal allah. Adapun yang pertama, memang sudah diwajibkan.

      Kurban hukumnya wajib bagi yg melakukan haji qiran, yaitu orang yg dalam niatnya membaringkan antara ibadah haji serta ‘umrah. Serta wajib  atas orang yang melakukan haji tamattu’ yaitu orang yang melakukan ihram terlebih dahulu, kemudian melakukan tahallul berasal ihramnya sambil menunggu sampai datangnya masa haji. Serta harus pula atas orang yg meninggalkan galat satu kewajiban haji, atau bagi orang yang melakukan larangan pada haji.

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
close