Merenung, syarat primer pesuluk ruhani ?

Merenung, syarat primer pesuluk ruhani ?


Ajaran Muslim–  merenung, kondisi utama pesuluk ruhani

          Pada kajian tasawuf, tahapan perjalanan ruhani adalah bagian terpenting untuk diketahui. Catatan sejarah para sufi mencerminkan majemuk bahasa bahkan pandangan yg mengekspresikan hakikat bepergian maknawi ini. Di antara kondisi pertama serta primer untuk berjuang melawan diri serta berjalan menuju allah adalah ‘tafakkur’ atau yg awam dikenal dengan ‘perenungan diri’.

          Dalam artikel sederhana ini, tafakkur dipergunakan dalam arti meluangkan saat, berapa pun sedikitnya, buat merenungkan tugas-tugas kita terhadap oleh pencipta serta penguasa kita – yg telah menghadirkan kita ke bumi, yang sudah menganugerahkan kita semua wahana kenikmatan serta kesenangan hidup, yg telah melengkapi kita dengan tubuh yang baik dan  pelbagai daya serta indra yang tepat buat beragam tujuan.

Baca Juga : Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

Seluruh itu menghasilkan nalar manusia terkagum-kagum. Di samping seluruh pemberian  dan rahmat tadi, dia pula sudah mengutus begitu banyak nabi serta menurunkan kitab  kudus-nya buat membimbing serta mengajak kita agar bisa memperoleh rahmat-nya. Maka, apa kira-kira kewajiban kita teradap allah, raja berasal segala raja ini?

Apakah seluruh ini dianugerahkan kepada kita sekedar buat melayani kehidupan hewani kita serta memuaskan nafsu serta naluri kita – yg jua dimiliki oleh semua binatang lain -ataukah terdapat tujuan yg lebih tinggi?

Apakah seluruh nabi allah, orang-orang arif, para pemikir, dan  orang-orang berilmu berasal setiap bangsa yang telah mengajak manusia buat mematuhi prinsip-prinsip rasional dan  aturan-hukum allah, dan  meminta insan buat meninggalkan seluruh kesamaan hewaninya dan  melepaskan diri dari lingkungan yg fana dan  musnah ini merupakan musuh-musuh manusia? Ataukah mereka yang tidak mengetahui jalan penyelamatan kita, manusia-insan yg tenggelam dalam aneka nafsu syahwat ini?

Bila kita merenung dengan nalar kita sesaat, kita akan tahu bahwa tujuan berasal semua rahmat dan anugerah yang ditanamkan ke pada diri kita ialah sesutu yg lain, yg lebih unggul dan  lebih tinggi daripada yang tampak oleh mata. Dunia ini merupakan tahap perbuatan dan  tujuannya adalah daerah eksistensi yg lebih tinggi serta lebih agung.

Keberadaan hewani yang rendah ini bukanlah ialah tujuan itu sendiri. Seorang manusia berakal mesti menilai dirinya sendiri dan  merasa sedih atas ketakberdayaan dirinya. Menggunakan rasa kasihan, ia seharusnya mengatakan pada dirinya sendiri.

“wahai diri yg lalai! Kau sudah menyia-nyiakan waktu-saat yg berharga pada hidup singkatmu buat mengejar cita-cita duniawi serta nafsumu. Dan  yang bakal kau peroleh hanyalah penyesalan dan  rasa kehilangan. Kau wajib  meratapi perbuatan-perbuatanmu di masa lalu pada hadapan allah serta memulai perjalanan baru ke tujuan yang sudah digariskan sang-nya; bepergian yg akan membawamu kepada kehidupan yg abadi dan  kebahagiaan tak pernah mati.”
“kau tidak boleh menukar kenikmatan-kenikmatan singkat ini, yang bahkan acapkali kali sulit diperoleh, dengan kebahagiaan abadi. Berpikirlah buat sesaat, wahai diri yang lalai! Kau wajib  memikirkan keadaan insan semenjak fajar peradaban hingga masa sekarang. Lihat serta bandingkan penderitaan dan  siksaan yang mereka terima dengan kenikmatan dan  kesenangan yang mereka perolah dan  kau akan melihat bahwa penderitaan serta kesakitan mereka selalu melebihi serta menghilangkan kenikmatan serta kesenangan mereka.”
“kenikmatan serta kesenangan bukanlah untuk setiap orang pada kehidupan ini. Orang yg mengajak dan  mendorongmu buat mengejar kenikmatan duniawi dan  perolehan materiil jelas adalah keliru satu asal kelompok utusan iblis dalam bentuk manusia. Dia selalu mengajak manusia untuk bergabung dengannya pada menyukai kenikmatan-kenikmatan serta menyatakan keyakinannya terhadap jalan ini.”

“pada persimpangan jalan ini, wahai diri, kau harus berhenti buat sesaat dan  berpikir apakah utusan iblis itu telah merasa puas serta senang  menggunakan keadaannya sendiri; ataukah ini seluruh hanya membagikan bahwa seseorang yang telah terjangkiti sang sifat jelek itu ingin menularkannya kepada orang lain”

Baca Juga :Tingginya derajat orang yg ahli sedekahBaca Juga :Cara nabi menghilangkan najis darah, air kecing bayi dan sperma 

“wahai diri! Kau mesti memohon keridhaan allah bagi semua perbuatanmu dan  terus mengejar keridhaan-nya. Berdoalah agar seluruh perbuatanmu diridhai sang-nya. Di antara dia  dan  engkau  selalu terdapat  sepercik asa. Asa itu akan sebagai nyata pada niat teguhmu buat bertempur melawan iblis dan  jiwa rendahmu. Usaha melawan diri ini akan mengantarmu ke taraf yg lebih tinggi dan  upayakanlah dengan semua kemampuanmu buat mencapainya melalui usaha yang benar-benar-benar-benar.”

Mirip dinyatakan sang nabi muhammad dalam sebuah hadist, bahwa jihad diri artinya jihad akbar yang lebih unggul dibandingkan dengan jihad berperang di jalan allah. Pada tahap ini, jihad akbar berarti usaha manusia buat mengendalikan semua daya serta kekuataan fisiknya untuk patuh di seluruh perintah allah dan  dibersihkan asal seluruh unsur setan serta kekuatannya dalam diri kita.



Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

Mengapa ilahi ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?


Ajaram muslim –mengapa yang kuasa ciptakan segalanya buat berpasang-pasangan?

          Apa sebenarnya yg mampu dipetik ketika allah berfirman, “dan segala-galanya kami ciptakan serba berpasang-pasangan” (qs. 51: 49). Rasyid al-din maybudi, dalam menjelaskan makna harfiah asal ayat ini, mengatakan bahwa “pasangan” (zawjan) yg dimaksudkan ialah laki-laki  dan  perempuan   di antara makhluk-makhluk hayati serta jenis-jenis yang tidak sinkron di antara benda-benda tewas.

“contohnya, langit dan  bumi, daratan dan  lautan, tanah kasar serta tanah lembut, ekspresi dominan dingin dan  animo panas, cahaya serta kegelapan, iman dan  kekafiran, kebahagiaan dan  kesengsaraan, manis serta getir,” ucapnya.

Yang lebih mendalam dari ayat itu, maybudi melihat “gejala” ganda dalam semua benda itu menjadi indikasi kemustahilan ilahi buat diperbandingkan. Maksudnya,  dewa membentuk segala sesuatu secara berpasang-pasangan buat membedakan keesaan-nya sendiri menggunakan kejamakan makhluk-makhluk-nya.

“ciptaan itu tidak mungkin tanpa dualitas, karena hanya tuhan yang tunggal.”

Maybudi selanjutnya mengemukakan hubungan antara penyebutan “pasangan” dalam al-qur’an serta konklusi yang ditarik al-qur’an dalam ayat selanjutnya: “maka datanglah kepada dewa.”

“Bila kita memandang kosmologi sebagai suatu bentuk primitif serta sains, ayat ini akan tampak tidak relevan menjadi pembahasan ini, sebab ia tidak memberi tahu kita apa pun, tentang perilaku alam raya.”

Namun maybudi melambangkan pendekataan kearifan di pemikiran kosmologi dengan menekankan ikatan erat antara dua dimensi dasar tao islam. “(yaitu) fenomena sikap alam serta ketentuan-ketentuan moral dan  spiritual dalam kehidupan insan.”

Karena kosmos tergantung sepenuhnya di dewa buat eksis dan  mewujud, maka tanggapan insan mestinya adalah pengakuan atas situasi itu menggunakan cara melepaskan pemujaan diri serta ketergantungan di benda-benda kreasi.

“setiap kali ilahi membangun sesuatu yang bersifat sementara, beliau menciptakannya berpasangan, menjadi dua benda yang dikaitkan satu sama lain, atau berlawanan satu sama lain, contohnya, laki-laki  serta perempuan  , siang dan  malam, langit serta bumi, daratan serta samudera , mentari  dan  bulan, jin dan  insan, kepatuhan serta keingkaran, kebahagiaan dan  kesengsaraan, petunjuk serta kesesatan, keagungan dan  kehinaan, kekuasaan serta ketidakmampuan, kekuatan serta kelemahan, pengetahuan serta kebodohan, kehidupan dan  kematian.”

Yang kuasa membangun sifat-sifat dari makhluk-makhluknya dengan cara yg saling berkaitan atau berlawanan satu sama lain sebagai akibatnya mereka tak akan sama menggunakan sifat-sifat pencipta. Keesaan serta ketunggalan-nya menjadi termanifestasi pada hadapan makhluk-makhluknya.

“keagungan-nya tanpa kehinaan, kekuasaan-nya tanpa ketidakmampuan, kekuatan-nya tanpa kelemahan, pengetahuan-nya tanpa kebodohan, kehidupan-nya tanpa kematian, kegembiraan-nya tanpa kesedihan, penghidupan-nya tanpa pemusnahan.”

Dewa itu esa serta unik. Esa pada esensi serta sifat-sifat, unik pada kemuliaan. Dia tidak bisa diperbandingkan menggunakan setiap orang dan  terpisah asal segala benda. “tak terdapat sesuatu yg menyerupai beliau.” (qs 42; 11)

Baca Juga :Tingginya derajat orang yg ahli sedekahBaca Juga :Cara nabi menghilangkan najis darah, air kecing bayi dan sperma 


Tak terdapat sesuatu yang menyerupai beliau serta beliau tidak punya persamaan atau pembanding. Kecenderungan itu dari asal sekutu, dan  ilahi tidak mempunyai sekutu. Dia tidak mampu disamakan menggunakan apa pun serta tidak butuh apa pun.

“pintu kekikiran-nya tertutup dan  pintu kedermawanan-nya terbuka. Beliau mengampuni dosa-dosa serta memberi belas kasih pada orang-orang yang bersalah. Beliau menghasilkan cinta-nya tampak nyata menggunakan mencintai hamba-hambanya. Beliau menyayangi hamba-hamba-nya meskipun beliau tidak membutuhkan apa-apa.”

Cinta-nya terjalin antara diri-nya serta hamba-nya tanpa perantara. Sebab itu telah selayaknya Jika hamba itu tidak soal bagaimanapun keadaanya –entah dia sedang terluka dalam penderitaan atau bergelimangan dalam kesenangan dan  karunia – buat mendapatkan kedermawanan-nya dan  mencari perlindungan di-nya, lari kepada-nya asal makhluk-makhluk lain, sebagaimana sudah diperintahkan oleh-nya, “maka larilah pada tuhan.”

“pelarian adalah keliru satu kedudukan asal para kelana ruhani, salah satu pemberhentian cinta.”
Pendeknya, kosmos merupakan lokus asal dualitas konkret serta kemajemukan nyata. Jika segala sesuatu diciptakan secara berpasang-pasangan, “segala sesuatu selain tuhan” pastilah berpasangan, yaitu, didesain asal 2 realitas yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Korelasi batin wanita serta pria

Korelasi batin wanita serta pria


AJARAN MUSLIM - Korelasi batin wanita serta pria

        Dalam duduk perkara relasi gender, tidak sedikit pendapat yang memandang wanita menjadi kelas lebih rendah asal laki-laki  asal sudut pandang agama. Pandangan ‘negatif’ itu bahkan dianggap bersumber berasal ayat al-qur’an, hadis termasuk injil, sedemikian sebagai akibatnya kepercayaan , khususnya islam, diskriminatif terhadap perempuan

“perempuan selalu menjadi teman agama, tetapi biasanya agama bukan teman bagi perempuan  .” (moriz winternitz)

Belum lagi sejumlah perkara yg terjadi di dunia islam telah mendukung keyakinan para pengkritik dan  memperkuat kesan bahwa perempuan – khususnya dalam grup islam garis keras – merupakan gerombolan  tertindas tanpa hak. Kajian mengenai peran wanita selama perang pembebasan turki awal 1920-an atau partisipasi aktif wanita pada gerakan kemerdekaan india dan  usaha pakistan 1940-an, merupakan beberapa model yang menunjukkan hal kebalikannya.

  • Di dunia tasawuf, kalangan sufi menyebut maskulin, atau aspek ‘jalal’ (keagungan) artinya aspek ‘yg’ serta kecintaan, kecantikan, sifat feminin, atau aspek ‘jamal’ (keindahan) merupakan aspek ‘yin’.  Menggunakan penyatuan ke 2 prinsip inilah – yin dan  yg – kehidupan terus ada.
  • “kehidupan tidak mungkin terdapat tanpa ‘systole’ dan  ‘diastole’ detak jantung, tanpa menghirup dan  menghembuskan, atau kerja listrik tanpa dua kutub,” istilah pengkaji tasawuf islam, annemarie schimmel.


Baca Juga : Apa Itu Cinta ? 


Dahulu, lanjut schimmel, kaum sufi menafsirkan perintah yang kuasa dalam penciptaan menggunakan ‘kun’ (jadilah!) – dalam bahasa arab terdiri asal dua huruf – dengan menunjuk pada “benang dua rona” yg menyelubungi, mirip sehalai kain, kesatuan dasar wujud dewa.

Maulana jalaluddin rumi secara spesifik mendeskripsikan keadaan saling menghipnotis yang kontinu antara dua aspek kehidupan itu melalui prosanya yang populer ‘fihi ma fihi’ serta menyebut-nyebut hal itu pada begitu banyak versi lirisnya, diwan serta matsnawi.

“serta bukankah interpretasi mistis berasal huruf pertama abjad arab, yg ramping serta tegak, alif, menggunakan nilai numerik satu, sebagai manifestasi pertama keesaan ilahi; serta huruf ke 2, artinya permulaan penciptaan alam semesta? Karena alfabet  pertama al-qur’an adalah ‘ba’ pada istilah bismillah, “menggunakan nama allah”.

Dengan adanya kecenderungan umum  dalam islam buat mengorganisasikan segala sesuatu ke dalam dua gerombolan  dan  melihat segala penciptaan sesuai kedua aspek ini, bagaimana mungkin sisi-sisi maskulin dan  feminim dalam kehidupan tidak disebut sama-sama penting?

“sebab tanpa kerja keduanya, tidak akan terdapat kehidupan baru pada muka bumi.”

Di sisi lain, semua kosmos dari asal dewa, maka ilahi mencintai alam semesta. Tujuan penciptaan selalu didasarkan  di ekuilibrium serta kesatuan baik dalam alam lahiriah maupun batiniah. Esensi kehidupan manusia baik perempuan   atau laki-laki  artinya buat sebagai insan kamil, yaitu manusia yang dapat menyatukan sisi ilahiah jamal (keindahan/kualitas feminin) dan  jalal (keagungan/kualitas maskulin) menjadi kamal (tepat).

Meskipun menarik diteliti lebih lanjut, Jika digali lebih pada tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Lepas dari aspek tasawuf ini, berdasarkan schimmmel, untuk mengoreksi kesalapahaman umum  wacana kiprah wanita dalam islam, sebenarnya relatif menggunakan melihat bagaimana ucapan-ucapan dalam al-qur’an muslimun wa muslimat, mu’minun wa mu’minat diletakkan sejajar yaitu muslim pria serta perempuan  , kaum beriman laki-laki  dan  wanita. Perempuan   mempunyai kewajiban keagamaan yang sama seperti pria (menggunakan dispensasi bahwa mereka tidak bisa melaksanakan kewajiban ini pada keadaan tidak kudus).

Toh, tidak shalat atau puasa wajib - wanita balig sebab alasan fikih jua bagian dari melaksanakan kewajiban keagamaan.

Kedudukan tinggi perempuan  , terlihat di istri pertama rasul, khadijah – “ibu kaum mukminin” – dalam perkembangan spiritualnya,  merupakan hal yang sangat konkret. Dengan kasih sayang serta pengertiannya, khadijah memberi rasul kekuatan dalam menghadapi pengalaman yg menegangkan dan  mengguncang hatinya yg paling dalam ketika mendapatkan wahyu pertama yang diturunkan kepadanya, karena beliau percaya akan kerasulan suaminya.

Kemudian putrinya khadijah menggunakan rasul saw yaitu fatimah az-zahra, yg terkenal menjadi perantara atau pada terminologi mistik menjadi umm abiha, “ibu bagi ayahnya”,” istilah fenomenolog agama asal jerman ini.

Rasul saw menyatakan bahwa “nirwana berada pada bawah telapak kaki mak ”. Lalu, rumi melihat “ibu”pada setiap daerah. Secara awam segala sesuatu pada kosmos adalah ibarat seseorang mak  , melahirkan sesuatu yang lebih tinggi berasal pada dirinya. Apakah itu batu barah yg “melahirkan” percikan, yang lalu membuat barah bila ditempatkan pada pengantar panas yang baik, atau bumi yg disuburkan sang awan, membuat tumbuh-tumbuhan menjadi akibat hieros gamos, perkawinan suci. Sedemikian sehingga rumi manggambarkan perempuan , dalam buku pertama matsnawi, menjadi seorang yg pantas dianggap menjadi “pencipta”.

Dalil relasi gender yang sering kali disalahartikan artinya, “istri-istrimu artinya pakaianmu, serta kamu adalah pakaian mereka,” (al baqarah: 188)

Jika kita membuka pulang pemikiran religious antik, pakaian diibaratkan sebagai “keakuan yang lain” (alter-ego). Pakaian bisa berfungsi sebagai pengganti buat seorang, dan  dengan pakaian baru seseorang seolah menerima kepribadian baru.

lebih jauh, pakaian menyembunyikan tubuh, menutupi pandangan terhadap bagian-bagian yg bersifat langsung, dan  melindungi pemakainya,” kata schimmel

Berdasarkan interpretasi ini, suami-istri berbicara satu sama lain pada alter-ego mereka, serta setiap diri melindungi kehormatan pasangannya. Hal ini memperlihatkan betapa baiknya prinsip ‘yin-yang’ berlaku pada hubungan perkawinan yg berarti, “korelasi suami-istri merupakan setara dalam kebersamaan mereka yang sempurna.

Apa itu cinta?

Apa itu cinta?

AJARAN MUSLIM - Apa itu cinta?

         Cinta tidak bisa didefinisikan. Di awal pembahasannya tentang cinta, ibn ‘arabi mengingatkan para pembacanya ihwal warta ini: “engkau  mesti memahami bahwa apa2 yg diketahui mampu dibagi dua.

Yang pertama mampu didefinisikan dan  yg lainnya tidak bisa. Orang-orang yang tahu serta berbicara ihwal cinta putusan bulat bahwa hal yang satu ini termasuk dalam hal yang tak bisa didefinisikan. Seorang menyadarinya waktu keadaan itu bersemayam pada dirinya serta saat ia telah sebagai bagian dari sifatnya. Beliau tak memahami apa itu tapi beliau tidak menyangkal keberadaannya. Sang syaikh menyebut cinta suatu pengetahuan yang dirasa. Orang tidak bisa memahami tentangnya kecuali menggunakan mengalami/merasakannya. Bahkan sehabis mencicipi pun,  dia tidak bisa menjelaskannya pada orang lain.

  • Maka, oleh syaikh pun berkata: “orang yg mendefinisikan cinta belumlah memahaminya. Serta beliau yg belum mencicipi dengan menenggaknya, belum mengetahuinya .” sebagaimana allah hanya mampu diketahui berasal sifat-sifat-nya, cinta pun tidak bisa diketahui sebagaimana adanya, tapi sifat dan  namanya bisa diketahui dan dideskripsikan.
Terlalu akbar cinta itu, istilah rumi, sehingga dia tak bisa didefinisikan. Bagaimana beliau mau didefinisikan Bila sesungguhnya seluruh wujud dan  kehidupan ini adalah cinta?

  • Tidak ada pada kehidupan ini yang mampu mendefinisikan cinta. Justru cinta itulah yang mendefinisikan kehidupan. Meski kata “definisi” di sini sama sekali tidak sempurna. Karena, alih-alih membatasi, cinta yg mencakup kehidupan ini tidak punya batas. 

Bagaimana punya batas, Jika sesungguhnya cinta sebenarnya adalah (bersumber berasal) yang kuasa itu sendiri?

cinta adalah rasa yg melampaui batas. Maka dikatakan bahwa cinta merupakan sifat sejati tuhan. Cinta jadi sifat hamba hanya menjadi turunan berasal itu.… ketahuilah bahwa cabang-cabang cinta terdapat dalam keabadian, tanpa awal; akarnya jua terdapat dalam keabadian, tanpa akhir. … orang menyebut-mu cinta, aku  menyebut-mu sultan cinta.

Jika aku  wajib  melanjutkan penjelasanku ihwal cinta, maka akan berlalu seratus (kematian dan ) kebangkitan sebelum saya mampu menyelesaikannya ….

Maka, dalam ketidakterbatasan itu, rumi mengakui ketakberdayaannya buat menyampaikan cinta:

apa pun yang aku  katakan buat menjelaskan dan  memerikan cinta, itu cuma membuatku dicekam rasa memalukan …. Cinta tak bisa ditampung pada istilah-kata yang kita ucapkan atau kita dengar: cinta merupakan samudra, yg kedalamannya tidak bisa diukur ….  Apakah kau kan menghitung jumlah tetesan samudra? Di hadapan oleh samudra, tujuh samudera  bukanlah apa-apa.

Pada akhirnya beliau hanya bisa mengeluh: 

mana mungkin mengukur samudra-mu menggunakan piring?”Sejalan dengan itu, berdasarkan imam al-ghazali, cinta hanya bisa ditinjau dari akibat yang dihasilkannya.

Kemudian, apa gejala cinta?

Istilah nabi: perumpamaan orang-orang yg beriman pada hal mengekspresikan rasa saling cinta, saling mewujudkan cinta, serta saling merasakan cinta  ialah seperti satu tubuh yg ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka semua tubuh meraa mengaduh dengan terus jaga tak mampu tidur dan  merasa panas. (hr. Muslim)

Pada kesempatan lain, nabi mengajarkan bahwa orang yang sedang jatuh cinta poly mengingat dan  menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu). Orang juga bisa diperbudak sang cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu).

Kata nabi lagi, karakteristik cinta sejati terdapat tiga : 


  • lebih suka  berbicara menggunakan yg dicintai dibanding menggunakan yang lain, 
  • lebih suka  berkumpul dengan yang dicintai dibanding menggunakan yang lain, serta 
  • lebih suka  mengikuti kemauan yg dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri.


Dalam bahasa al-quran, cinta dianggap menggunakan hubb. Istilah al-qusyairi, penulis rîsalah , hubb ialah cinta serta kasih sayang yang paling murni, sebagaimana orang arab mengatakan habab al-asnân buat membagikan orang yang giginya putih-murni. Penulis kasyf al-mahbûb, al-hujwiri mengatakan bahwa hubb boleh jadi berasal berasal habb yang bermakna benih. Hubb bermakna demikian sebab dia bersemayam di benih-benih hati, tetap tidak tergoyah sebagaimana benih tetap berada di tanah serta menjadi sumber kehidupan meski hujan-badai menerpa serta panas surya membakar. Hubb jua dianggap demikian karena istilah itu dari asal hibbah yg berarti benih tetanaman. Cinta disebut hubb karena sebagaimana hibbah artinya benih tanaman, beliau merupakan benih kehidupan.

Buat mendeskripsikan penderitaan tidak terperi dampak hampanya hidup tanpa cinta mirip ini, rumi seperti mengeluh: “ketahuilah, pencinta tanpa cinta merupakan ikan tanpa air, mangkat  serta kering, meski jikalau mereka merupakan para perdana menteri.

Akhirnya, begitu dahsyatnya cinta sehingga – mirip dikatakan kaum ‘ulama’ – cinta meruntuhkan kesombongan dan  membentuk penderitanya tidak segan merendahkan diri, merupakan asal kekuatan dan  pemusatan perhatian yg tidak terbagi, melembutkan hati, menghilangkan pamrih langsung, serta membuahkan orang dermawan serta penuh pemaafan.

Zakat harta ?

Zakat harta ?

Macam-macam harta persekutuan


         Yang dimaksud harta komplotan (khalithain) dalam bab zakat, artinya 2 harta yang wajib dimuntahkan zakatnya yakni milik 2 orang, yg digabung jadi satu menggunakan tujuan kerja-sama atau lainnya

Terdapat 2 macam harta komplotan: 

1diklaim ktailthatu 'inan atau khilthatu syuyu'. Maksudnya artinya, komplotan antara dua orang yg wajib  berzakat, masing-masing memiliki senishab zakat atau lebih, yang dimilikinya setahun penuh, berasal dari membeli atau waris atau lainnya, sedang harta itu homogen.

Perlu diperhatikan, bahwa kedua harta adonan jenis ini ber-campur secara merata. Maksudnya, milik masing-masing tak mampu pada-bedakan satu sama lain, namun masing-masing memiliki bagian tidak eksklusif berasal harta milik beserta itu menurut prosentasenya sendiri- sendiri. Misalnya, Bila ada 2 orang bersaudara mewarisi asal ayah mereka 40 ekor kambing, atau keduanya membeli bersama-sama kambing sebanyak itu. Pada hal ini masing-masing berasal mereka berdua memiliki separo berasal tiap-tiap ekor.
Begitu jua, bila yg diwarisi atau dibeli itu berupa barang atau tanah. Maka masing-masing mempunyai separo berasal tiap-tiap bagian tanah atau barang itu, tanpa mampu ditentukan.
2. diklaim khilthatu mujawarah atau khilthatu aushaf, yaitu komplotan antara dua orang yg berkewajiban zakat, masing-masing mempunyai senishab harta yang tidak dimiliki bersama, namun persekutuan antara keduanya bersifat bertetangga saja. Jadi mampu kita perhatikan, bahwa ke 2 harta dalam hal ini tidak bercampur, tapi terpisah dan  bisa dibedakan.

Pelaksanaan zakat harta komplotan

         Harta komplotan -yg mana saja pada antara ke 2 macamnya ter-sebut di atas pada kaitannya dengan zakat diklaim satu harta asal seorang.

Maksudnya, jika jumlah harta persekutuan itu telah mencapai nishab, serta mengalami ulang tahun dalam keadaan permanen mencapai nishab, maka dia harus dizakati, sekalipun bagian masing-masing pemilik harta itu tidak mencapai nishab.

Adapun dalilnya merupakan hadits al-bukhari, asal anas ra yang beberapa bagian daripadanya sudah kita kemukakan di atas- di mana terdapat kata-kata:

 لاَيُجْمََعُ بَيْنَ مُفْتَرِقٍ ٬ وََلاَ يُفَرَّقُ بَيْنَ يُجْتَمََعٍ ٬ خَشْيَةَ الصَّدِقَةِ٠

Merupakan: "tidak digabung antara yg terpisah, dan  tidak dipisahkan antara yg terkumpul, dikarenakan risi terkena zakat."

Maksudnya, jika bagian masing-masing pemilik harta itu telah terpisah sendiri-sendiri asal yang lain, maka tidak perlu digabung jadi satu agar mencapai nishab kemudian terkena kewajiban zakat. Serta apabila keduanya telah terkumpul jadi satu, maka tidak boleh dipisahkan supaya tak terkena zakat dikarenakan kurang dari nishab.

Dan aturan ini, sebagaimana anda lihat, boleh jadi mengakibatkan diwajibkannya zakat di 2 harta, yang semestinya belum wajib  dizakati sekiranya tidak digabung. Demikian juga, bisa jadi mengurangi berukuran zakat pada kedua harta tadi, padahal semestinya lebih berasal itu sekiranya tidak digabung.

Model Ke 1 artinya, ada dua orang selama setahun penuh memiliki 40 ekor kambing sebagai akibatnya terkena zakat, padahal sekiranya masing-masing membawa bagiannya sendiri-sendiri, maka masing-masing tidak berkewajiban mengluarkan zakat dari hartanya itu, sebab bagian mereka masing-masing kurang berasal nishab.

Model ke 2, Jika ke 2 orang itu mempunyai 80 ekor kambing, masing-masing 40 ekor. Dengan demikian, setelah lewat setahun harta itu hanya wajib  dikeluarkan zakatnya seekor saja manakala digabung. Sementara, jika masing-masing membawa bagiannya sendiri-sendiri, maka dari ke 2 harta itu wajib  dimuntahkan 2 ekor di tiap-tiap 40 ekor.

Kondisi-syarat harta komplotan diklaim satu harta

         Buat wajibnya zakat pada harta komplotan yg dianggap me-rupakan satu harta milik seseorang, ada dua kelompok kondisi-kondisi sebagai berikut:

Gerombolan  yang pertama, merupakan syarat-kondisi harta komplotan jenis mana saja. Maksudnya, baika persekutuan itu artinya khiithatu syuyu' ataupun khiithatu mujawarah, ialah sebagai berikut:

Kedua harta itu homogen. Jadi, bila salah  satunya berupa kambing, sedang yang satu lagi sapi, maka masing-masing berdiri sendiri, apa-pun bentuk percampuran dan  persekutuannya.
Jumlah ke 2 harta itu keseluruhanya mencapai nishab atau lebih. Maka, jikalau jumlahnya hanya 35 ekor kambing umpamanya, tidaklah harus dizakati, sekalipun kedua pemilik itu -atau galat satunya- masih memiliki lagi sejumlah kambing yang sekiranya ikut digabungkan pada harta komplotan itu maka akan tercapai nishab.

Komplotan itu berlangsung satu tahun, apabila harta itu termasuk harta yang dipersyaratkan berulang tahun. 

Maksudnya, jika masing-masing asal ke 2 pemilik itu memiliki 40 ekor kambing di awal bulan muharram umpamanya, sedang pada awal bulan shafar barulah digabungkan, maka yg harus, Bila berulang tahun dengan datangnya bulan muharram lagi, artinya masing-masing mengeluarkan seekor kambing. Jadi, komplotan itu tak perlu diperhatikan. Adapun bila hartanya itu tidak termasuk yg dipersyaratkan ulang tahun, mirip tumbuhan dan  buah-buahan umpamanya, maka hanya dipersyaratkan tetap berlangsungnya komplotan sampai nampaknya butir dan  matangnya biji-bijian.
Adapun kelompok syarat yg ke 2 artinya kondisi-syarat spesifik bagi khilthatu mujawarah, yaitu menjadi berikut:

Buat ternak, hendaklah tak dipisahkan tempat penggemba-laannya, kawasan merumput, kandang dan  tempat pemerahan susunya. Jadi, bila masing-masing berasal peternak itu membawa kambing-kambingnya ke kawasan penggembalaan yang tidak selaras satu sama lain, atau pulang ke kandang yg berbeda. Begitu jua, kawasan melepaskannya berbeda, yakni kawasan berkumpulnya kambing-kambing itu buat digiring ketempat penggembalaan. Atau, masing-masing berasal ke 2 peternak itu membawa kambing-kambingnya ke daerah tersendiri buat memerah susu, maka komplotan seperti ini tidak berpengaruh apa-apa terhadap apa yang telah kita terangkan pada atas.

Penggembalanya sama, serta pejantannya pun sama. Ialah, kalau masing-masing berasal ke 2 peternak itu mempunyai penggembala atau pejantan sendiri-sendiri, maka harta mereka tidak dianggap persekutuan.

         Apabila harta yg wajib  dizakati itu berupa tanaman, maka di-persyaratkan penjaganya maupun daerah penjemurannya tidak sendiri-sendiri. Begitu pula, Bila harta itu berupa barang dagangan, maka hendaklah toko, gudang maupun indera-alat penjualan, mirip timbangan dan  lain sebagainya, sama.

         Apabila ketiga syarat tersebut di atas sudah terpenuhi, maka harta persekutuan itu bisa disebut satu harta seolah-olah milik satu orang, dan  tidak mengapa sekalipun keduanya tidak bercampur secara merata, tetapi relatif -manakala syarat-kondisi tersebut terpenuhi- bertetangga saja (mujawarah). Adapun jikalau kondisi-syarat itu, atau keliru satunya tak terpenuhi, maka masing-masing pemilik harta itu memperhatikan hartanya sendiri saja serta menghitungnya secara tersendiri, kemudian mengeluarkan zakatnya menjadi harta sendiri.

Kewajiban masing-masing pemilik harta komplotan dalam kaitannya zakat.

         Bila zakat sudah dipungut berasal harta komplotan -sebagai satu harta- maka masing-masing asal para sekutu menanggung beban sesuai dengan prosentase miliknya dalam komplotan tersebut. Kalau berasal hartanya terambil lebih asal yang semestinya, dia boleh meminta kelebihan itu berasal sekutu-sekutunya yg lain. Dan  kalau terambil kurang dari yg semestinya, dia wajib  mengembalikan kelebihan pada mereka.

Jadi,kalau harta komplotan itu terdapat 100 ekor kambing umpama-nya, zakatnya merupakan seekor. Bila persekutuan itu milik tiga orang, sedang seorang di antaranya memiliki 50 ekor, maka beliau menanggung separo kambing. Dan  yg ke 2 mempunyai 25 orang, beliau menanggung seperempat kambing, begitu juga yg ketiga.

Adapun dalilnya merupakan pernyaiaan yg terdapat pada hadits riwayat anas ra;

 مَاكَانَ مِنْ خَلِيْطَيْنِ فَاِنَّهُمَا يَتََرَا جَعَانِ بَيْنَهُمَا بِالسَّوِيَّةِ٠
Ialah: "harta yg berupa persekutuan, maka ke 2 pemiliknya saling andil berzakat secara sama (adil)."

Berapa harta zakat perniagaan?

Berapa harta zakat perniagaan?

AJARAN MUSLIM - Berapa harta zakat perniagaan?

         Sudah kita ketahui, bahwa harta perniagaan, maksudnya ialah barang-barang yg dipertukarkan buat memperoleh untung, berupa barang apa pun, yg dalam fiqih islam disebut 'urudbu tijarah. Jadi, barang apa pun yang diperdagangkan oleh manusia, baik berupa jenis-jenis barang yang aslinya memang harus dizakati, mirip emas, perak, biji-bijian, buah-buahan dan  ternak, ataupun barang-barang lainnya, seperti kain, yang akan terjadi-hasil industri, tanah, tempat tinggal   dan  saham, semuanya wajib  dizakati menggunakan kondisi-syarat tertentu.

Kalau ini sudah anda ketahui, maka selanjutnya ketahuilah, bahwa harta perniagaan mengacu kepada emas serta perak dalam soal nishab, ulang tahun dan  kadar zakatnya. Maksudnya, hitunglah harga barang dagangan itu dengan uang yg berlaku. Jika harganya mencapai harga 96 gr emas atau 672 gram perak, maka wajiblah beliau diakati. Orang boleh memilih apakah akan mengukur dagangannya menggunakan harga emas atau harga perak, kecuali bila dulu dagangan itu dibeli dengan salah  dari ke 2 logam itu sendiri, maka wajib  diukur dengannya.

Hingga-tidaknya barang dagangan pada nishab, yg sebagai pedoman artinya di akhir tahun, terhitung sejak mulai berdagang. Jadi, tidak dipersyaratkan sampainya nishab di permulaan berdagang maupun berlangsungnya nishab sepanjang tahun. Serta menggunakan demikian diketahuilah, bahwa yg dimaksud ulang tahun pada zakat perniagaan artinya, lewatnya satu tahun qamariyah pada keadaan mempunyai barang dagangan terhitung sejak niat berdagang; kecuali jika pemilikannya berasal pembelian dengan uang yang mencapai nishab atau lebih, maka dalam hal ini permulaan tahun dihitung semenjak tanggal dimilikinya uang senishab, yang dipergunakan untuk membeli barang dagangan itu.

Berdasarkan keterangan pada atas, maka seorang pedagang hendaknya melakukan perhitungan umum atas semua harta perniagaan yang terdapat padanya. Hitunglah saat itu harga dagangannya menggunakan harga emas atau perak seperti tersebut pada atas. Jikalau nilainya mencapai nishab, maka beliau wajib  mengeluarkan 1/40 berasal nilai dagangan tersebut menjadi zakat. Dan  kalau ternyata tidak mencapai nishab, maka tidak ada kewajiban apa-apa.

Serta ketika mengadakan perhitungan itu hendaklah memperhatikan hal-hal menjadi berikut: 

Pertama, tidak termasuk barang dagangan yg wajib  diperhitung-kan, perkakas dan  indera-alat ataupun yang sema'na dengannya, yang ada pada toko, yg tujuannya hendak dipergunakan, tidak akan dijual. Perkakas- perkakas dan  indera-indera ini tidak harus dizakati, berapa pun harganya.

Kedua, termasuk harta yg harus diperhitungkan, kapital serta untung-nya sekaligus. Jadi kedua-duanya wajib  digabungkan dengan barang da-gangan, kemudian zakat dibayarkan berasal keseluruhannya. Jika seseorang memulai perniagaannya menggunakan kapital senilai beberapa rupiah saja, kemudian di akhir tahun jumlah seluruhnya mencapai 2 juta rupiah umpamanya, maka wajiblah dikeluarkan zakat dari keseluruhannya.

Yg wajib  dimuntahkan sebagai zakat berasal harta perniagaan

Sudah kita ketahui, bahwasanya jika perniagaan sudah berjalan genap satu tahun, maka seluruh harta dagangan dievaluasi dengan uang yang tersebar. Jika ternyata mencapai nishab emas atau perak, maka harus dimuntahkan zakatnya 2,5%nya. Sekarang, yang sekian ini dikeluarkan dalam bentuk barang da-gangan itu sendiri, ataukah harganya saja?

Menjawab pertanyaa ini, dalam madzhab asy-syafi'i terdapat 3 pendapat:

       Wajib dimuntahkan pada bentuk harganya saja, dan  tidak sah pada bentuk dagangan itu sendiri. Karena harta dagangan itu di Asalnya bukan harta zakat. Serta kalaupun dizakati tidak lain karena ada niat diperdagangkan, lalu dagangan itu dikenakan zakat dengan memperhatikan harta (uang) yg dipergunakan buat menilai dagangan tersebut. Sang sebab itu yg harus dimuntahkan ialah harganya. Agaknya inilah pendapat yang paling sahih, yg patut di-amalkan serta difatwakan.
Wajib  dimuntahkan dalam bentuk barang dagangan itu sendiri, dan  tidak legal pada bentuk uang. Sebab barang dagangan itulah yg menjadi sebab wajibnya zakat.

Boleh pilih antara mengeluarkan harganya atau barang dagangan itu sendiri. Karena zakat dikenakan terhadap keduanya. Karena masing masing berasal keduanya menjadi karena wajibnya zakat.

Catatan dan  perhatian:

Patut diperhatikan di sini, bahwa kalau kita berpendapat, boleh me-ngeluarkan kadar zakat yang wajib  dikeluarkan pada bentuk barang dagangan itu sendiri, maka kita wajib  mengeluarkan 2,lima% asal tiap-tiap jenis barang yg kita miliki. Dan  tidak sah Jika kita mengeluarkan pengganti kadar yang wajib  dikeluarkan dari suatu jenis barang, berupa harganya dari jenis barang yg lain. Begitu jua, kadar yang wajib  dimuntahkan dari tiap-tiap jenis barang itu harus berasal barang yg kualitasnya sedang, serta tidak sah Bila yang dimuntahkan itu lebih rendah nilainya, atau cacat, atau tak laku  di pasaran, dsb.

Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat

Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat

AJARAM MUSLIM - Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat 

         Agar zakat dan sedekah kita sebagai sempurna yg pula turut menjadi amal ibadah yang menjadi bekal kita kepada kehidupan kelak ayo kita beserta tahu dan  mengetahui misteri serta hal-hal yg perlu kita jaga dan  perhatikan dalam bersedekah dan  berzakat berdasar di hadits nabi dan  dalil pada al qur'an al karim.

Wacana misteri zakat imam ghazali rahimmahullah ta’ala mengungkapkan sebagai berikut:

         Ketahuilah menginfakkan harta pada kebaikan ialah keliru satu rukun agama. Adapun misteri yang terkandung pada dalamnya merupakan: harta adalah sesuatu yang dicintai oleh insan. Sedangkan seorang mukmin diperintahkan untuk menyayangi allah di atas segalanya. Oleh sebab itu, mengeluarkan harta yang dicintainya artinya berukuran atas kecintaannya pada allah, apakah imannya benar atau hanya ucapan belaka? Karena seorang jika mengasihi sesuatu, maka akan segenap hatinya melakukan apa saja untuk memberi kebahagiaan kepada yg dicintainya.

Sesuai dengan ini insan dibagi menjadi tiga:

Orang-orang yg bertenaga: mereka artinya orang-orang yang menginfakkan seluruh apa yang dimilikinya, tanpa mati sedikitpun buat dirinya. Orang seperti ini telah menepati janjinya pada allah buat mencintainya. Mirip yang dilakukan oleh abu bakar ash-shidiq ra., ketika tiba kepada rasulullah saw., menggunakan membawa semua hartanya, lalu dia bertanya: “apa yg kamu tinggalkan buat dirimu?” dia menjawab: “allah dan  rasulnya.

Orang-orang yg dipertengahan (antara bertenaga dan lemah): mereka ialah orang-orang yg belum mampu mengeluarkan semua hartanya. Namun yg ada bersamanya bukan buat dirinya saja, melainkan buat diinfakkan juga kepada orang yg membutuhkan. Bila dia melihat seseorang membutuhkannya, maka dia cepat-cepat mengeluarkan sebagian hartanya. Beliau mengeluarkan sebagian hartanya bukan sebatas zakat saja namun sedekah sunah.

Orang-orang yg lemah: mereka adalah orang-orang yang hanya mengeluarkan zakat wajibnya saja.Inilah derajat manusia pada menginfakkan hartanya. Sebanyak kecintaannya kepada allah sebanyak itu pula harta yang diinfakkan. Bila kamu belum mampu melakukan derajat pertama serta ke 2, maka lakukan derajat ketiga. Supaya kamu terhindar dari golongan orang – orang yang pelit (bukhala). Pada samping itu, berusahalah buat melakukan sedekah setiap harinya walaupun hanya sedikit. Dengan demikian, tanpa disadari engkau  akan naik kepada derajat kedua atau pertama.

Dalam mengeluarkan zakat dan  sedekah, jagalah lima kasus berikut adalah :
Sembunyi-sembunyi, rasulullah saw., bersabda: “sedekah yg dilakukan secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan allah.” orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi akan terhindar dari sifat riya. Sebab sifat riya itu dapat penghancur pahala kebaikan.

Tidak mengharapkan kebanggaan, sebab orang yg mirip ini akan muncul kesombongan dalam dirinya. Beliau merasa sudah melakukan kebaikan pada orang lain sehingga beliau lebih mulia darinya. Ciri-ciri orang ini adalah mengharapkan ucapamn terima kasih serta merasa orang tersebut mengambil sebagian miliknya. Buat menghilangkan kesombongan antara lain engkau  ingatkan diri bahwa harta yang engkau  keluarkan adalah hak allah yang terdapat padamu, buat menyelamatkanmu berasal sifat pelit serta membersihkan harta-hartamu.

Sesungguhnya zakat merupakan pembersih kotoran-kotoran manusia. Sebab itulah, zakat tidak boleh diberikan pada rasulullah serta keluarganya (ahlu bait)

Harta yang dimuntahkan merupakan harta yg paling baik yang kamu miliki. 

Allah berfirman:kamu sekali-kali tidak hingga pada kebajikan (yg tepat), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yg engkau  cintai.(ali imran [3] : 92)serta janganlah kamu memilih yang jelek-buruk  lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya.(al-baqarah [2]:267) 

rasulullah saw., bersabda:sesungguhnya allah itu indah  serta dia tidak menerima kecuali yang indah .
Waktu mengerluarkannya diiringi menggunakan wajah yg penuh senyuman. Sebab 1 dirham yg dimuntahkan berasal hati yang penuh kegembiaraan akan mengalahkan 100 dirham dari hati yang terpaksa.

Menyampaikan sedekah pada orang yg menggunakannya buat beribadah pada allah

         Mirip orang alim yg bertaqwa yg menggunakan harta itu buat ketaatan serta ketaqwaan pada allah, orang saleh yang miskin serta kerabat dekat. Jika ada seseorang yang memiliki seluruh karakter ini maka beliau artinya orang yang paling tepat diberikan sedekah. Kalaupun hanya keliru satu sifat saja yg ada pada dirinya, maka itupun cukup.

Rasulullah saw., bersabda: “jangan biarkan makananmu di makan kecuali orang yg bertaqwa, serta janganlah kamu makan kecuali kuliner orang yang bertaqwa.

Asal penjelasan diatas, kita sudah mengetahui bahwa allah berakibat batasan pelit itu ialah orang yg hanya mengeluarkan zakat wajib  saja, tanpa mengeluarkan sedekah sunnah. Menggunakan demikian, orang yg tidak mengeluarkan zakat harus ialah orang yg pelit.

Sesuai firman allah yg sudah kami sebutkan: “Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat serta menunaikan zakat, maka (mereka itu ) merupakan saudara-saudaramu seagama.” (at-taubah [9]:11)
Arti ayat ini artinya apabila seseorang tidak mendirikan shalat dan  tak mengeluarkan zakat, maka beliau bukanlah saudara sesama muslim dan  seagama. Ini merupakan embargo keras asal allah bagi setiap orang yg ingin melakukan perbuatan baik. “barangsiapa yg allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan bisa menolak sesuatupun (yg tiba) daripada allah.”(al-maidah [5]:41)

Diriwayatkan oleh abu hurairah ra.

rasulullah saw., bersabda: tidaklah seseorang mempunyai emas serta perak , dan  dia tidak mengeluarkan zakatnya kecuali bila tiba hari kiamat akan dinyalakan api neraka untuknya. Kemudian emas serta peraknya dipanaskan di pada api neraka. Lalu dengannya (emas dan  perak) orang itu disetrika dahi, lambung serta punggungnya. Saat dingin (tubuhnya musnah) maka dikembalikan lagi, di hari yang lamanya 50.000 tahun. (hal itu berlangsung hingga) allah mengadili hamba-hambanya, maka dia akan melihat jalannya, apakah ke nirwana atau ke neraka.(bukhari muslim)

Hadits ini dikuatkan dengan firman allah:


يَوۡمَ يُحۡمَىٰ عَلَيۡهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكۡوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمۡ وَجُنُوبُهُمۡ وَظُهُورُهُمۡۖ هَٰذَا مَا كَنَزۡتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡنِزُونَ

di hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan  punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, inilah harta bendamu yg kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat berasal) apa yang engkau  simpan itu.(at-taubah [9]: 35)

Diriwayatkan oleh ibn mas’ud ra.

rasulullah saw., bersabda:tidaklah seorang yang tak mengeluarkan zakat hartanya, kecuali pada hari kiamat hartanya akan berwujud ular yg botak serta ular itu dikalungkan dilehernya.” kemudian rasulullah saw., membaca firman allah : “sekali-kali janganlah orang-orang yg bathil menggunakan harta yg allah berikan pada mereka dari karunia-nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu artinya jelek bagi mereka. Harta yg mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak dilehernya berasal hari kiamat.(ali imran [3]:180) (hr. Ibn hibban, an-nasa’i serta ibn khudzaimah)

Zakat sebagai pembebas jalan

Zakat sebagai pembebas jalan

AJARAM MUSLIM - Zakat sebagai pembebas jalan

Berkenaan dengan zakat , allah berfirman:


خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“ambillah zakat berasal sebagian harta mereka, menggunakan zakat itu kamu membersihkan serta mensucikan mereka serta mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (sebagai) ketentraman jiwa bagi mereka. Serta allah maha mendengar lagi maha mengetahui". (at-taubah [9]: 103)

Zakat merupakan saudaranya shalat. 

Sang sebab itu, dalam beberapa ayat al-qur’an serta hadist nabi, penyebutan zakat selalu diiringi dengan shalat, seperti dalil pada firman allah ini dia“Jika mereka bertaubat serta mendirikan shalat dan  menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka buat berjalan.(at-taubah [9]: 5)
Bila mereka bertaubat, mendirikan shalat serta menunaikan zakat, maka (mereka itu) ialah saudara-saudaramu seagama.(at-taubah [9]: 11)

Secara zhahir makna ayat ini ialah orang yang tak mengerjakan shalat serta menunaikan zakat, maka mereka tidak diberikan kebebasan buat berjalan, tapi wajib  diperangi. Karena mereka bukanlah saudaramu seiman dan seagama.

Abu bakar ash-shiddiq ra., berkata: “demi allah, saya akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dengan zakat.(hr. Bukhari – muslim)

Perkataan ini sesuai dengan hadis nabi pada atas.saya diperintahkan buat memerangi insan sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilahi selain allah dan  muhammad ialah utusannya, mendirikan shalat serta membayar zakat. Bila mereka melakukan itu maka mereka terjaga dariku darah dan  hartanya, kecuali berkaitan aturan islam (had) serta hisab mereka diserahkan kepada allah.(hr. Bukhari – muslim)

Diriwayatkan oleh ibn abbas ra., saat nabi saw mengirim mu’adz ke yaman, dia mengatakan:

serulah mereka kepada syahadat bahwa tiada tuhan selain allah serta aku  artinya utusan allah. Apabila mereka mentaatimu buat melakukan itu, beritahu kepada mereka bahwa allah telah mewajibkan mereka shalat lima ketika sehari semalam. Bila mereka mentaatimu buat melakukan itu, beritahu pada mereka bahwa allah sudah mewajibkan mereka sedekah asal harta-harta mereka. Merogoh harta dari orang-orang kaya diantara mereka serta mengembalikan kepada orang-orang miskin diantara mereka.(hr. Bukhari-muslim)

Ketahuilah! 

Zakat itu dibagi menjadi dua: zakat harta dan  zakat badan. Zakat harta berkaitan dengan lima macam: zakat emas dan  perak (naqdain), perdagangan, zakat buah-buahan seperti korma serta anggur, zakat pertanian dan  binatang mirip onta, sapi serta kambing.

Adapun nisab (ukuran zakat) asal ini semua sesuai apa yg diriwayatkan sang bukhari, diriwayatkan sang anas bin malik ra.,:

beliau bercerita bahwa abu bakar ra., menulis surat kepadanya: “ini (zakat) adalah sedekah harus yang sudah diwajibkan sang rasulullah saw atas semua kaum muslimin sebagaimana diperintahan allah kepada rasulnya:
(zakat onta) dalam 24 ekor unta serta kurang darinya: setiap lima ekor unta (mengeluarkan zakat) 1 kambing berumur satu tahun. Jika jumlahnya hingga 25 unta sampai 35 unta, zakatnya artinya 1 unta bintu mahadh (unta betina berumur 1 tahun memasuki 2 tahun). Apabila tidak terdapat maka (diganti) 1 unta ibn labun (unta jantan berumur dua tahun memasuki 3 tahun. Apabila jumlahnya sampai 36 unta sampai 45 unta, zakatnya 1 unta bintu labun (unta betina berumur 2 tahun memasuki 3 tahun). Jika jumlahnya sampai 46 unta hingga 60 unta, zakatnya 1 unta hiqqah (unta betina berumur 3 tahun memasuki 4 tahun). Bila jumlahnya hingga 61 unta hingga 75 unta, zakatnya 1 unta jaz’ah (unta betina berumur 4 tahun memsauki 5 tahun).Apabila jumlahnya hingga 76 unta sampai 90 unta, zakatnya 2 unta labun. Apabila jumlahnya sampai 91 unta hingga 120 unta, maka setiap 40 zakatnya 1 unta bintu labun serta setiap 50 unta zakatnya 1 unta hiqqah. Barangsiapa yg tidak memiliki unta kecuali 4 ekor maka tak harus baginya zakat, kecuali apa yg dikehendaki tuhannya (sedekah sunah).
(zakat kambing) pada zakat kambing menjadi binatang ternak. Apabila jumlahnya 40 kambing sampai 120 kambing, zakatnya 1 kambing berumur 1 tahun. Bila jumlahnya lebih berasal 120 kambing sampai 200 kambing, zakatnya dua kambing.Apabila jumlahnya lebih berasal 200 kambing hingga 300 kambing, zakatnya tiga kambing. Apabila jumlahnya lebih dari 300 kambing, maka setiap 100 kambing zakatnya 1 kambing. Jika kambing peliharaan seseorang kurang asal 40 kambing, maka tiaklah wajib  baginya mengeluarkan zakat kecuali apa yg dikehendaki tuhannya.”
(zakat sapi) diriwayatkan sang mu’adz bin jabal ra., saat rasulullah saw mengirimnya ke yaman, beliau memerintahkan kepadanya buat mengambil setiap 30 sapi, 1 sapi tabi’ atau tabi’at (sapi laki-laki  atau betina berumur 1 tahun). Serta setiap 40 sapi, 1 sapi musinnah (sapi betina berumur dua tahun). (hr. Ahmad, abu daud, tirmidzi, nasa’i, ibn majah serta ibnu hibban)
(zakat dirham serta dinar) diriwayatkan sang ali bin abi thalib ra., rasulullah saw., bersabda: “apabila kamu mempunyai 200 dirham dan  sudah hingga haulnya (satu tahun) maka zakatnya 5 dirham. Atau, engkau  tak memiliki sesuatu asal emas, sampai kamu memiliki 20 dinar dan  telah sampai haulnya, maka zakatnya 1/2 dinar. Sedangkan, apaila lebih maka hitungannya seperti itu.” (hr. Abu daud)
(zakat tanaman) diriwayatkan oleh sa’id al-khudri ra., rasulullah saw., bersabda: “tidaklah kurang berasal 5 wasaq dari butir-buahan serta biji-bijian terkena zakat.” (hr. Muslim) diriwayatkan oleh ibn umar ra., rasulullah saw., bersabda: “tumbuhan yg disirami hujan dan  mata air atau tidak disirami sendiri, maka zakatnya 1/10. Apabila disirami dengan timba maka zakatnya 1/20.” (hr. Bukhari)
Zakat fitrah

Yg dimaksud dengan zakat badan merupakan zakat fitrah. Berdasarkanm hadits nabi yang diriwayatkan sang ibn umar ra., beliau berkata: “rasulullah saw., mewajibkan zakat fitrah satu sha’ dari korma atau satu sha’ dari gandum atas budak dan  orang yang merdeka, laki-laki  atau wanita, anak mungil atau orang dewasa asal kaum muslimin. Rasulullah juga memerintahkan buat mengerluarkannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat ied.” (hr. Bukhari – muslim)

Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

AJARAM MUSLIM - Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

.
     Tidak mengerjakan ibadah haji padahal bisa ialah ialah dosa besar . Ibadah haji merupakan ialah galat satu rukun islam yang harus dikerjakan bagi setiap muslim baik laki-laki  maupun perempuan   menggunakan kondisi-kondisi eksklusif yg dipengaruhi sang syariat islam. Allah swt. Berfirman pada pada al-qur’an al-karim yg berbunyi sebagai berikut :
فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Artinya: padanya terdapat tanda-tanda yg nyata, (di antaranya) maqam ibrahim; barangsiapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah beliau; mengerjakan haji adalah kewajiban insan terhadap allah, yaitu (bagi) orang yg bisa mengadakan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya allah maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) asal semesta alam (qs. Ali-'imran ayat 97).

Senada dengan firman allah swt. Pada atas, pula dalil hadits sabda nabi muhammad saw. Yg menandakan wajibnya mengerjakan ibadah apabila mampu:


مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللّهِ وَلَمْ يَحُجَّ فَلاَ عَلَيْهِ أَنْ يَمُوْتَ يَهُوْدِيًّا اَوْ نَصْرَانِيًّا

Adalah: barangsiapa yang mempunyai bekal serta kendaraan yg mampu mengantarkannya haji ke baitullah tetapi tid ak melaksanakannya , semoga saja beliau tidak mangkat  menjadi seseorang yahudi atau nasrani.. (diriwayatkan sang at-tirmidzi, lbnu jam al-uqaili, lbnu adi, dan  al-baihaqi dalam asy-syu'ab)

Dikisahkan bahwa umar bin khattab berkata: sungguh, saya pernah berkeinginan buat mengutus beberapa orang ke banyak sekali penjuru buat melihat siapa saja yang sehat dan  mempunyai bekal tapi mereka tak melaksanakan haji supaya diminta jizyahnya (pajak) dan  menduga mereka menjadi bukan muslim.

Pula diceritakan berasal abdullah bin abbas dia berkata : barangsiapa yg mempunyai harta yg cukup buat mengerjakan ibadah haji akan tetapi mereka tidak mengerjakannya atau mempunyai harta sampai batas nishab akan tetapi mereka tidak membayarkan zakatnya niscaya akan meminta raj’ah (kembali) pada kala tewas. 

Kemudian seorang berkata:  bertakwalah kepada allah , wahai ibnu abbas. Hanya saja orang kafir sajalah yg meminta raj’ah.

 Ibnu  abbas lalu menjawab: akan saya bacakan satu ayat:

وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِيٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Adalah: serta belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum tiba kematian pada galat seseorang pada antara kamu; lalu ia mengatakan: "ya rabb-ku, mengapa kamu tidak menangguhkan (kematian)ku sampai ketika yg dekat, yang menyebabkan aku  dapat bersedekah serta aku  termasuk orang-orang yang sholeh? Qs. Al-munafiqun ayat 10.

Maksud asal bersedekah pada ayat pada atas merupakan membayar zakat, serta maksud asal menjadi keliru seorang sholeh adalah mengerjakan atau menunaikan ibadah haji.

Keliru seorang pun bertanya: berapa nishab harta? Bila uang perak sudah mencapai 200 dirham atau uang emas yg nilainya sebanding dengannya, wajib  dikeluarkan zakatnya.

Seorang bertanya, "berapa nishab harta?
Jawab ibnu abbas: bila uang perak telah mencapai 200 dirham atau uang emas yang setara dengannya. Wajib  dimuntahkan zakatnya.
Bertanya seorang yang lain: apakah yang mewajibkan berhaji? Ibnu abbas berkata: perbekalan dan  kendaraan.

Diceritakan dari sa'id bin jubair dia bercerita: seseorang tetanggaku yg kaya tetapi belum menunaikan ibadah haji dan  meninggal, serta aku  tidak mensholatinya.
Sebagaimana kabar berasal asal al-qur’an dan  dalil hadits nabi saw. Mengambarkan bahwa ibadah haji merupakan adalah suatu kewajiban yg mutlak dilaksanakan apabila sudah mampu pada hal kendaraan serta perbekalan.
Dalam warta nash-nash pada atas, terdapat berbagai macam insinuasi, ancaman yang diberikan kepada mereka yg tidak menunaikan ibadah haji waktu bisa di antaranya ialah disebut bukan muslim, tidak disholati waktu mereka mangkat , meninggal menjadi seorang nasrani atau yahudi. Menggunakan demikian, meninggalkan perintah allah yg wajib  artinya merupakan sebuah dosa besar Naudzubillah min dzalik. Wallahu a’lam

Kisah dibangun kembalinya baitullah

Kisah dibangun kembalinya baitullah

AJARAM MUSLIM - Kisah dibangun kembalinya baitullah

      Kisah dibangunnya baitullah atau yg dikenal dengan nama ka’bah itu dibangun di masa nabi ibrahim AS. Saat allah menganugerahi nabi ibrahim seseorang putera yg diberi nama ismail asal istri dia yang kedua, terjadilah percekcokan antara istri pertama dan  istri ke 2.

Akhirnya istri pertama yang bernama sarah meminta pada nabi ibrahim supaya ismail serta ibunya dijauhkan darinya. Padahal ibu nabi ismail asal asal jariah (hamba sahaya) yang dihadiahkannya sendiri pada suaminya. Dia bernama hajar.

Namun selesainya hajar menjadi istri nabi ibrahim, dari hasil pernikahannya dengan hajar nabi ibrahim memiliki seseorang anak lelaki yg diberi nama ismail. Hal ini membuat iri hati sarah, akhirnya terjadilah percekcokan, yang berakhir dengan dijatuhkannya hajar serta anak lelakinya.

Nabi ibrahim kemudian berangkat dari tanah leluhurnya yaitu syam bersama hajar dan  anak lelakinya. Beliau berjalan menuju ke arah selatan, akhirnya berhentilah di suatu lembah, yang di lalu hari dibangun baitullah.

Allah sudah berfirman menceritakan wacana nabi ibrabhim :ya yang kuasa kami, sesungguhnya aku  sudah menempatkan sebagian keturunanku pada lembah yang tidak memiliki tanam-tanaman pada dekat rumah kamu (baitullah) yang dihormati, ya dewa kami (yg demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung pada mereka serta beri rezkilah mereka dari buah-buahan, praktis-mudahan mereka bersyukur”. (qs. 14 : 37).

Firman yang berbunyi :di dekat tempat tinggal engkau ’,

berarti nabi ibrahim sudah mengetahui bahwa di situ terdapat tempat kudus yg diberi nama baitullah. Maksud dan  tujuan nabi ibrahim menempatkan sebagian keturunannya di sebelah baitullah ini agar mereka mendirikan shalat serta beribadah kepada allah. Kesucian tempat ini sebelumnya telah diketahui terlebih dahulu oleh nabi ibrahim, yang karenanya menempatkan anaknya pada daerah tadi.
Waktu ismail tumbuh menjadi dewasa, allah memerintahkan agar nabi ibrahim mendirikan kawasan melakukan shalat di tempat suci, agar seluruh manusia menghadap ke tempat tersebut dalam melakukan shalat, menjadi rasa syukur atas segala nikmat yg sudah allah berikan pada mereka.

Allah berfirman pada ibrahim :dan  (ingatlah) ketika ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah beserta ismail (seraya berdoa) : “ya dewa kami, terimalah daripada kami (amal kami), sesungguhnya engkaulah yg maha mendengar lagi maha mengetahui. Ya tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yg tunduk patuh kepada kamu dan  (jadikanlah) pada antara anak cucu kami umat yg tunduk patuh kepada engkau  serta tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan  kawasan-daerah ibadah haji kami, dan  terimalah taubat kami. Sesungguhnya engkaulah yang maha penerima taubat lagi maha penyayang”. (qs. Dua : 127 – 128).

Nabi ibrahim serta anak dia, ismail, keduanya menciptakan pulang pondemen-pondemen baitullah. Tentu saja hal ini mereka lakukan selesainya terlebih dahulu allah memberitahukan tempat baitullah secara absolut.

Allah telah berfirman : serta (ingatlah), ketika kami memberikan daerah kepada ibrahim di tempat baitullah (dengan berkata): “janganlah engkau  mempersekutukan sesuatupun dengan aku  serta sucikanlah rumah-ku ini bagi orang-orang yg thawaf, serta orang-orang yang beribadah serta orang-orang yang rukuserta sujud (shalat). (qs. 22 : 26) .

Pengertian ayat tersebut ada 2 kemungkinan. 

Pertama, gejala baitullah semula terpendam, kemudian allah menampakkan pada nabi ibrahim, supaya daerah yg akan dibangun tepat, pada tempatnya. Jadi baitullah telah ada semenjak dulu.

Kedua, baitullah itu dulunya belum terdapat, kemudian allah memerintahkan nabi ibrahim dan  ismail supaya menciptakan baitullah pada daerah yang telah dipengaruhi sebelumnya oleh allah.

Hajar aswad : ketika bangunan ka’bah telah hampir selesai, ibrahim meminta pada anaknya ismail agar meletakkan batu menjadi tanda permulaan thawaf. Akhirnya ismail meletakkan batu yang mempunyai karakteristik khas tersendiri.
Batu itu bukanlah batu yang biasa kita lihat, melainkan, dari keliru satu riwayat, batu itu diturunkan berasal langit ke bumi supaya diambil oleh nabi ismail. Hal ini artinya ialah kehendak allah swt pada rangka pelaksanaan pembangunan ka’bah yg pada kemudian hari menjadi kiblat kaum muslimin pada seluruh dunia.

Sudah diriwayatkan oleh rasulullah saw :


 نزل الحجر الأسود من الجنة وهو أشد بياضا من اللبن فسودته خطايا بني آدم (راه الترمذى)

hajar aswad diturunkan dari langit pada keadaan putih cemerlang dan  lebih putih berasal rona susu, kemudian menjadi hitam karena dosa-dosa anak adam (yg menciuminya) (hadits riwayat turmudzi)”.

Hajar aswad ini selalu dicium oleh rasulullah saw saat melakukan thawaf. Kemungkinan, karena dia menciuminya sebab hajar aswad merupakan keliru satu benda berasal nirwana, atau menjadi peringatan kepada tangan-tangan mulia yg membawanya, lalu meletakkannya pada daerah yg sudah disediakan, yaitu nabi ibrahim dan  nabi ismail kakek moyang bangsa arab.

Kaum muslimin sama sekali tidak bermaksud menyembah hajar aswad, tetapi hanya sekedar memuliakan karena dia merupakan benda berasal nirwana. Pada hal ini kaum muslimin hanya meniru jejak rasul saw dan  adalah ikrar terhadap allah akan melaksanakan segala perintah-perintah-nya serta menjauhi larangan-embargo-nya.

Mencium hajar aswad bukanlah termasuk fardhu haji yang wajib dilakukan oleh jama’ah aji, namun mencium hajar aswad hanyalah sunnah. Seseorang jama’ah haji boleh mencium hajar aswad apabila keadaannya memungkinkan. Tetapi apabila terlalu sesak dia diperbolehkan hanya menggunakan memberi isyarat menggunakan tangannya atau menggunakan lengannya, sebagai ganti daripada mencium, atau diperbolehkan hanya menggunakan memegangnya.

umar ibnu al-khaththab ra sudah mengatakan :demi allah, aku  mengetahui bahwa kamu artinya batu yang tidak memberikan mudharat serta manfaat.  Saya tidak melihat rasulullah menciummu, saya tak sudi menciummu”.

Baitullah merupakan rumah pertama di global yang dibangun untuk kawasan beribadah. 

Allah sudah berfirman : “sesungguhnya tempat tinggal   yg mula-mula dibangun untuk (daerah beribadah) manusia, ialah baitullah yang di bakkah (makkah) yang diberkahi serta menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat gejala yang konkret, (antara lain) maqam ibrahim; barangsiapa memasukinya (baitullah) sebagai amanlah beliau”. (qs. Tiga : 96 – 97).

Bakkah atau makkah adalah nama yang sama bagi satu kota. Kota makkah dikatakan bakkah karena kota ini bisa menghancurkan orang-orang yang merasa dirinya kuat dan  perkasa. Siapa saja yang coba-coba menghancurkannya, maka absolut akan binasa. Serta kota kudus itu dinamakan makkah sebab bisa menghapus dosa, dan  terdapat jua yang mengatakan sebab kota ini dapat menarik hati penduduk dunia sehingga tiba berduyun-duyun ke sana.

Allah memberitahu pada kita bahwa baitullah ini diberkahi allah. Serta beribadah di dalamnya akan melipatgandakan pahala. Baitullah jua merupakan petunjuk bagi seluruh umat insan. Barangsiapa yang memasukinya buat melakukan ibadah haji dan  taqarrub kepada allah, maka besok pada hari kiamat, dia akan selamat berasal siksa neraka dan  siksa allah pada dunia.

Ibadah haji dimulai sejak zaman nabi ibrahim, lalu diteruskan oleh anaknya, nabi ismail. Akhirnya, zaman terus berlalu. Poly orang yg menyelipkan ke dalam ibadah haji ini cara-cara terlarang dan  mengandung syirik. Mirip halnya menyembah berhala serta melakukan thawaf pada sekeliling ka’bah dalam keadaan bugil. Lalu allah mengutus nabi muhammad saw buat menghancurkan kesyirikan dan  membersihkan cara-cara ibadah haji asal perbuatan bid’ah.

Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga

Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga

AJARAM MUSLIM - Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga 

     Diriwayatkan sang abu hurairah ra., rasulullah saw., bersabda:umrah ke umrah merupakan penghapus dosa di antara keduanya serta haji yg mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga .” (hr. Bukhari – muslim)

Diriwayatkan sang abu hurairah ra., 

seseorang bertanya kepada rasulullah saw., “perbuatan apa yang paling baik?” 
beliau menjawab: “iman kepada allah serta rasulnya.
orang itu berkata: “lalu apa lagi?
dia menjawab: “jihad dijalan allah.
orang itu berkata: “lalu apa?
dia menjawab: “haji mabrur.(hr. Bukhari muslim)

Diriwayatkan sang ali bin abi thalib ra., 

rasulullah saw., bersabda: “barangsiapa yg mempunyai bekal dan  tunggangan yg bisa membawanya ke baitullah, tetapi beliau tak menunaikan haji maka baginya kematian dalam keadaan yahudi atau nashrani. Allah berfirman dalam kitabnya:

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap allah, yaitu (bagi) orang yg sanggup mengadakan pejalanan ke baitullah.” (ali imran [3]:97) (hr. Tirmidzi)

Diriwayatkan sang anas bin malik ra., 

seseorang bertanya: “apa yg dimaksud dengan ‘Alaihi Salam-sabila?
beliau menjawab: “bekal serta tunggangan.(hr. Hakim)

Ketahuilah pekerjaan haji dibagi menjadi 3 bagian:

Rukun haji: ihram, wuquf, mencukur rambut, thawaf ifadhah serta sa’i. Berkenaan menggunakan mencukur rambut ada yang berkata itu bukan rukun haji.

Wajib  haji: ihram dari miqat, melempar jumrah yang 3 (ini tak terdapat disparitas pendapat), menggabungkan antara malam serta siang dalam wukuf di arafah (yaitu berdiam sejenak setelah surya terbenam), mabit di muzdalifah, mabit di mina di malam tasyrik, thawaf wada’ (pendapat yang paling benar adalah thawaf wada’ hukumnya wajib , tetapi tidak ada yang mengatakan sunah).

Sunnah haji: semua yg disyariatkan dalam ibadah haji asal perkataan dan  perbuatan, mirip membaca talbiyah, zikir serta doa, thawaf qudumm, istilam ke hajar aswad (mengangkat tangan kanan sambil membaca: bismillah allah akbar), lari-lari mungil serta lain-lain.

Hukum dari ketiga hal tersebut merupakan sebagai berikut :

Rukun haji, ialah pekerjaan yang wajib dikerjakan dan  tidak legal ibadah haji apabila meninggalkan galat satunya. Ia tak dapat diganti dengan dam (hukuman)

Wajib haji, barangsiapa yg meninggalkan galat satu darinya maka harus membayar dam. Ibadah hajinya permanen sah, baik beliau meninggalkannya dengan sengaja atau tidak. Akan tetapi bagi yg meninggalkannya menggunakan sengaja beliau berdosa.

Sunah haji, tidak berdosa serta tak harus membayar dam bagi orang yg meninggalkannya, serta hajinya tetap legal. Hanya saja hilang keutamaan ibadah sunah.

Hadis ini dia menjelaskan holistik amalan pada ibadah haji. Diriwayatkan oleh jabir ra.

Rasulullah saw., menunaikan ibadah haji serta kami keluar bersama dengannya sampai kami datang di dzul hulaifah. 

Kemudian rasulullah saw., melakukan shalat pada masjid. Sesudah itu, dia naik onta serta ketika hingga di daerah baida

beliau membaca talbiyah: “labaik allahumma labaik, labaika laa syarika laka labaik, inna al-hamda wa an’nimatah laa wa al-mulk, laa syarika laka.” ( ya allah saya menyambut seruanmu, aku  menyambut seruanmu tidak ada sekutu bagimu, aku  menyambut seruanmu, sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan  kekuasaan hanya milikmu, tidak ada sekutu baginya). Saat hingga pada masjid haram, dia melakukan istilam (mengangkat tangan kanan atau mencium) ke hajar aswad, lalu melakukan thawaf dengan berlari kecil dalam tiga putaran pertama serta berjalan dalam empat putaran (terakhir). Lalu mendatangi maqam ibrahim serta melakukan shalat pada sana. Kemudian balik  ke hajar aswad dan  melakukan istilam (mengangkat tangan dan  mengarah telapak tangan ke hajar aswad).

Kemudian keluar dari pintu masjid menuju shafa


Saat mendekati shafa dia membaca:inna ash-shafa wa al-marwata min sya’airillah. Abda’u bi maa bada’a allah bihi.” (sesungguhnya shafa serta marwa artinya sebagian dari syiar allah. Aku  memulai dengan apa yg dimulai oleh allah)

lalu dia naik ke shafa hingga beliau bisa melihat ka’bah. Dia menghadap ke kiblat dan  membaca kalimat tauhid serta takbir: lailahaillallah wahdahu laa syarika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli sya’in qadiir. Lailahaillallah wahdahu anjaza wa’dahu, wa nashara ‘abdahu wa hazama al-ahzab wahadah (  tidak terdapat tuhan selain allah yang esa, tidak terdapat sekutu baginya, miliknya seluruh kekuasaan serta miliknya semua kebanggaan, serta beliau berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada ilahi selain allah yang esa, sudah terlaksana janjinya, dan  telah menolong hambanya dan  telah mengalahkan pasukan musuh menggunakan sendiri). Kemudian beliau membaca doa sebesar tiga kali. Lalu berjalan menuju bukit marwah, sampai pada bathn wadi (sekarang antara dua pilar hijau) beliau berlari-lari mungil, saat naik ke bukit marwa beliau berjalan biasa. Pada bukit marwa beliau melakukan seperti di bukit shafa.

Ketika hari tarwiyah kaum muslimin menuju mina serta rasulullah menaiki onta. Disana dia mengerjakan shalat zhuhur, ashar, maghrib, isya’ serta shubuh. Lalu berdiam sampai terbit mentari .

Kemudian melanjutkan bepergian hingga sampai di arafah, beliau mendapati kubah yg sudah musnah pada namirah. Dia berhenti disana, hingga saat surya tergelincir beliau menuju bathn wadi dan  memberikan khutbah pada kaum muslimin. Kemudian dikumandangkan azan zhuhur dan  mendirikan shalat ashar (jama’ taqdim), dia tidak mengerjakan shalat sunah diantara keduanya (zhuhur dan  ashar). Sehabis itu, dia menaiki onta menuju ke kawasan wuquf, disana ontanya didudukkan dengan perutnya menyentuh padang pasir. Lalu dia menghadap kiblat, dan  dia terus melakukan wukuf sampai terbenam mentari  dan  rona kekuning-kuningan di langit hilang sedikit.

Beliau meneruskan bepergian sampai sampai di muzdalifah, dia melakukan shalat maghrib dan  isya’ dengan satu azan dan  2 iqamah. Dia tidak melakukan shalat sunah diantara keduanya (magrib dan  isya). Kemudian membaringkan badannya hingga terbit fajar dan  mengerjakan shalat subuh. Lalu menaiki onta hingga datang di masy’aril haram, beliau menghadap kiblat, berdoa, membaca takbir serta lailahaillallah. Beliau terus berdiam sampai langit kekuning-kuningan. Lalu pergi sebelum matahari terbit hingga datang pada jumrah al-kubra, beliau melempar jumrah menggunakan tujuh kerikil mirip ketepil. Dia membaca takbir setiap melempar satu kerikil, dia melemparnya asal bathn wadi. Kemudian pulang ke daerah penyembelihan (al-manhar) serta menyembelih binatang. Kemudian menaiki onta menuju masjid haram serta shalat zhuhur pada mekkah.” (hr. Muslim)

Rasulullah saw., bersabda:aku  menyembelih hewan kurban pada sini. Dan  mina seluruhnya artinya kawasan penyembelihan (al-manhar).saya melakukan wukuf pada sini, serta arafah seluruhnya tempat wukuf.(hr. Muslim)

Diriwayatkan sang jabir ra., rasulullah saw melempar jumrah di hari nahar ketika dhuha. Sedangkan hari selanjutnya sehabis surya tergelincir.(hr. Muslim)

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
close