Berapa harta zakat perniagaan?

Berapa harta zakat perniagaan?

AJARAN MUSLIM - Berapa harta zakat perniagaan?

         Sudah kita ketahui, bahwa harta perniagaan, maksudnya ialah barang-barang yg dipertukarkan buat memperoleh untung, berupa barang apa pun, yg dalam fiqih islam disebut 'urudbu tijarah. Jadi, barang apa pun yang diperdagangkan oleh manusia, baik berupa jenis-jenis barang yang aslinya memang harus dizakati, mirip emas, perak, biji-bijian, buah-buahan dan  ternak, ataupun barang-barang lainnya, seperti kain, yang akan terjadi-hasil industri, tanah, tempat tinggal   dan  saham, semuanya wajib  dizakati menggunakan kondisi-syarat tertentu.

Kalau ini sudah anda ketahui, maka selanjutnya ketahuilah, bahwa harta perniagaan mengacu kepada emas serta perak dalam soal nishab, ulang tahun dan  kadar zakatnya. Maksudnya, hitunglah harga barang dagangan itu dengan uang yg berlaku. Jika harganya mencapai harga 96 gr emas atau 672 gram perak, maka wajiblah beliau diakati. Orang boleh memilih apakah akan mengukur dagangannya menggunakan harga emas atau harga perak, kecuali bila dulu dagangan itu dibeli dengan salah  dari ke 2 logam itu sendiri, maka wajib  diukur dengannya.

Hingga-tidaknya barang dagangan pada nishab, yg sebagai pedoman artinya di akhir tahun, terhitung sejak mulai berdagang. Jadi, tidak dipersyaratkan sampainya nishab di permulaan berdagang maupun berlangsungnya nishab sepanjang tahun. Serta menggunakan demikian diketahuilah, bahwa yg dimaksud ulang tahun pada zakat perniagaan artinya, lewatnya satu tahun qamariyah pada keadaan mempunyai barang dagangan terhitung sejak niat berdagang; kecuali jika pemilikannya berasal pembelian dengan uang yang mencapai nishab atau lebih, maka dalam hal ini permulaan tahun dihitung semenjak tanggal dimilikinya uang senishab, yang dipergunakan untuk membeli barang dagangan itu.

Berdasarkan keterangan pada atas, maka seorang pedagang hendaknya melakukan perhitungan umum atas semua harta perniagaan yang terdapat padanya. Hitunglah saat itu harga dagangannya menggunakan harga emas atau perak seperti tersebut pada atas. Jikalau nilainya mencapai nishab, maka beliau wajib  mengeluarkan 1/40 berasal nilai dagangan tersebut menjadi zakat. Dan  kalau ternyata tidak mencapai nishab, maka tidak ada kewajiban apa-apa.

Serta ketika mengadakan perhitungan itu hendaklah memperhatikan hal-hal menjadi berikut: 

Pertama, tidak termasuk barang dagangan yg wajib  diperhitung-kan, perkakas dan  indera-alat ataupun yang sema'na dengannya, yang ada pada toko, yg tujuannya hendak dipergunakan, tidak akan dijual. Perkakas- perkakas dan  indera-indera ini tidak harus dizakati, berapa pun harganya.

Kedua, termasuk harta yg harus diperhitungkan, kapital serta untung-nya sekaligus. Jadi kedua-duanya wajib  digabungkan dengan barang da-gangan, kemudian zakat dibayarkan berasal keseluruhannya. Jika seseorang memulai perniagaannya menggunakan kapital senilai beberapa rupiah saja, kemudian di akhir tahun jumlah seluruhnya mencapai 2 juta rupiah umpamanya, maka wajiblah dikeluarkan zakat dari keseluruhannya.

Yg wajib  dimuntahkan sebagai zakat berasal harta perniagaan

Sudah kita ketahui, bahwasanya jika perniagaan sudah berjalan genap satu tahun, maka seluruh harta dagangan dievaluasi dengan uang yang tersebar. Jika ternyata mencapai nishab emas atau perak, maka harus dimuntahkan zakatnya 2,5%nya. Sekarang, yang sekian ini dikeluarkan dalam bentuk barang da-gangan itu sendiri, ataukah harganya saja?

Menjawab pertanyaa ini, dalam madzhab asy-syafi'i terdapat 3 pendapat:

       Wajib dimuntahkan pada bentuk harganya saja, dan  tidak sah pada bentuk dagangan itu sendiri. Karena harta dagangan itu di Asalnya bukan harta zakat. Serta kalaupun dizakati tidak lain karena ada niat diperdagangkan, lalu dagangan itu dikenakan zakat dengan memperhatikan harta (uang) yg dipergunakan buat menilai dagangan tersebut. Sang sebab itu yg harus dimuntahkan ialah harganya. Agaknya inilah pendapat yang paling sahih, yg patut di-amalkan serta difatwakan.
Wajib  dimuntahkan dalam bentuk barang dagangan itu sendiri, dan  tidak legal pada bentuk uang. Sebab barang dagangan itulah yg menjadi sebab wajibnya zakat.

Boleh pilih antara mengeluarkan harganya atau barang dagangan itu sendiri. Karena zakat dikenakan terhadap keduanya. Karena masing masing berasal keduanya menjadi karena wajibnya zakat.

Catatan dan  perhatian:

Patut diperhatikan di sini, bahwa kalau kita berpendapat, boleh me-ngeluarkan kadar zakat yang wajib  dikeluarkan pada bentuk barang dagangan itu sendiri, maka kita wajib  mengeluarkan 2,lima% asal tiap-tiap jenis barang yg kita miliki. Dan  tidak sah Jika kita mengeluarkan pengganti kadar yang wajib  dikeluarkan dari suatu jenis barang, berupa harganya dari jenis barang yg lain. Begitu jua, kadar yang wajib  dimuntahkan dari tiap-tiap jenis barang itu harus berasal barang yg kualitasnya sedang, serta tidak sah Bila yang dimuntahkan itu lebih rendah nilainya, atau cacat, atau tak laku  di pasaran, dsb.

Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat

Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat

AJARAM MUSLIM - Jagalah lima masalah ketika bersedekah & zakat 

         Agar zakat dan sedekah kita sebagai sempurna yg pula turut menjadi amal ibadah yang menjadi bekal kita kepada kehidupan kelak ayo kita beserta tahu dan  mengetahui misteri serta hal-hal yg perlu kita jaga dan  perhatikan dalam bersedekah dan  berzakat berdasar di hadits nabi dan  dalil pada al qur'an al karim.

Wacana misteri zakat imam ghazali rahimmahullah ta’ala mengungkapkan sebagai berikut:

         Ketahuilah menginfakkan harta pada kebaikan ialah keliru satu rukun agama. Adapun misteri yang terkandung pada dalamnya merupakan: harta adalah sesuatu yang dicintai oleh insan. Sedangkan seorang mukmin diperintahkan untuk menyayangi allah di atas segalanya. Oleh sebab itu, mengeluarkan harta yang dicintainya artinya berukuran atas kecintaannya pada allah, apakah imannya benar atau hanya ucapan belaka? Karena seorang jika mengasihi sesuatu, maka akan segenap hatinya melakukan apa saja untuk memberi kebahagiaan kepada yg dicintainya.

Sesuai dengan ini insan dibagi menjadi tiga:

Orang-orang yg bertenaga: mereka artinya orang-orang yang menginfakkan seluruh apa yang dimilikinya, tanpa mati sedikitpun buat dirinya. Orang seperti ini telah menepati janjinya pada allah buat mencintainya. Mirip yang dilakukan oleh abu bakar ash-shidiq ra., ketika tiba kepada rasulullah saw., menggunakan membawa semua hartanya, lalu dia bertanya: “apa yg kamu tinggalkan buat dirimu?” dia menjawab: “allah dan  rasulnya.

Orang-orang yg dipertengahan (antara bertenaga dan lemah): mereka ialah orang-orang yg belum mampu mengeluarkan semua hartanya. Namun yg ada bersamanya bukan buat dirinya saja, melainkan buat diinfakkan juga kepada orang yg membutuhkan. Bila dia melihat seseorang membutuhkannya, maka dia cepat-cepat mengeluarkan sebagian hartanya. Beliau mengeluarkan sebagian hartanya bukan sebatas zakat saja namun sedekah sunah.

Orang-orang yg lemah: mereka adalah orang-orang yang hanya mengeluarkan zakat wajibnya saja.Inilah derajat manusia pada menginfakkan hartanya. Sebanyak kecintaannya kepada allah sebanyak itu pula harta yang diinfakkan. Bila kamu belum mampu melakukan derajat pertama serta ke 2, maka lakukan derajat ketiga. Supaya kamu terhindar dari golongan orang – orang yang pelit (bukhala). Pada samping itu, berusahalah buat melakukan sedekah setiap harinya walaupun hanya sedikit. Dengan demikian, tanpa disadari engkau  akan naik kepada derajat kedua atau pertama.

Dalam mengeluarkan zakat dan  sedekah, jagalah lima kasus berikut adalah :
Sembunyi-sembunyi, rasulullah saw., bersabda: “sedekah yg dilakukan secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan allah.” orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi akan terhindar dari sifat riya. Sebab sifat riya itu dapat penghancur pahala kebaikan.

Tidak mengharapkan kebanggaan, sebab orang yg mirip ini akan muncul kesombongan dalam dirinya. Beliau merasa sudah melakukan kebaikan pada orang lain sehingga beliau lebih mulia darinya. Ciri-ciri orang ini adalah mengharapkan ucapamn terima kasih serta merasa orang tersebut mengambil sebagian miliknya. Buat menghilangkan kesombongan antara lain engkau  ingatkan diri bahwa harta yang engkau  keluarkan adalah hak allah yang terdapat padamu, buat menyelamatkanmu berasal sifat pelit serta membersihkan harta-hartamu.

Sesungguhnya zakat merupakan pembersih kotoran-kotoran manusia. Sebab itulah, zakat tidak boleh diberikan pada rasulullah serta keluarganya (ahlu bait)

Harta yang dimuntahkan merupakan harta yg paling baik yang kamu miliki. 

Allah berfirman:kamu sekali-kali tidak hingga pada kebajikan (yg tepat), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yg engkau  cintai.(ali imran [3] : 92)serta janganlah kamu memilih yang jelek-buruk  lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya.(al-baqarah [2]:267) 

rasulullah saw., bersabda:sesungguhnya allah itu indah  serta dia tidak menerima kecuali yang indah .
Waktu mengerluarkannya diiringi menggunakan wajah yg penuh senyuman. Sebab 1 dirham yg dimuntahkan berasal hati yang penuh kegembiaraan akan mengalahkan 100 dirham dari hati yang terpaksa.

Menyampaikan sedekah pada orang yg menggunakannya buat beribadah pada allah

         Mirip orang alim yg bertaqwa yg menggunakan harta itu buat ketaatan serta ketaqwaan pada allah, orang saleh yang miskin serta kerabat dekat. Jika ada seseorang yang memiliki seluruh karakter ini maka beliau artinya orang yang paling tepat diberikan sedekah. Kalaupun hanya keliru satu sifat saja yg ada pada dirinya, maka itupun cukup.

Rasulullah saw., bersabda: “jangan biarkan makananmu di makan kecuali orang yg bertaqwa, serta janganlah kamu makan kecuali kuliner orang yang bertaqwa.

Asal penjelasan diatas, kita sudah mengetahui bahwa allah berakibat batasan pelit itu ialah orang yg hanya mengeluarkan zakat wajib  saja, tanpa mengeluarkan sedekah sunnah. Menggunakan demikian, orang yg tidak mengeluarkan zakat harus ialah orang yg pelit.

Sesuai firman allah yg sudah kami sebutkan: “Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat serta menunaikan zakat, maka (mereka itu ) merupakan saudara-saudaramu seagama.” (at-taubah [9]:11)
Arti ayat ini artinya apabila seseorang tidak mendirikan shalat dan  tak mengeluarkan zakat, maka beliau bukanlah saudara sesama muslim dan  seagama. Ini merupakan embargo keras asal allah bagi setiap orang yg ingin melakukan perbuatan baik. “barangsiapa yg allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan bisa menolak sesuatupun (yg tiba) daripada allah.”(al-maidah [5]:41)

Diriwayatkan oleh abu hurairah ra.

rasulullah saw., bersabda: tidaklah seseorang mempunyai emas serta perak , dan  dia tidak mengeluarkan zakatnya kecuali bila tiba hari kiamat akan dinyalakan api neraka untuknya. Kemudian emas serta peraknya dipanaskan di pada api neraka. Lalu dengannya (emas dan  perak) orang itu disetrika dahi, lambung serta punggungnya. Saat dingin (tubuhnya musnah) maka dikembalikan lagi, di hari yang lamanya 50.000 tahun. (hal itu berlangsung hingga) allah mengadili hamba-hambanya, maka dia akan melihat jalannya, apakah ke nirwana atau ke neraka.(bukhari muslim)

Hadits ini dikuatkan dengan firman allah:


يَوۡمَ يُحۡمَىٰ عَلَيۡهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكۡوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمۡ وَجُنُوبُهُمۡ وَظُهُورُهُمۡۖ هَٰذَا مَا كَنَزۡتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡنِزُونَ

di hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan  punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, inilah harta bendamu yg kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat berasal) apa yang engkau  simpan itu.(at-taubah [9]: 35)

Diriwayatkan oleh ibn mas’ud ra.

rasulullah saw., bersabda:tidaklah seorang yang tak mengeluarkan zakat hartanya, kecuali pada hari kiamat hartanya akan berwujud ular yg botak serta ular itu dikalungkan dilehernya.” kemudian rasulullah saw., membaca firman allah : “sekali-kali janganlah orang-orang yg bathil menggunakan harta yg allah berikan pada mereka dari karunia-nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu artinya jelek bagi mereka. Harta yg mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak dilehernya berasal hari kiamat.(ali imran [3]:180) (hr. Ibn hibban, an-nasa’i serta ibn khudzaimah)

Zakat sebagai pembebas jalan

Zakat sebagai pembebas jalan

AJARAM MUSLIM - Zakat sebagai pembebas jalan

Berkenaan dengan zakat , allah berfirman:


خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“ambillah zakat berasal sebagian harta mereka, menggunakan zakat itu kamu membersihkan serta mensucikan mereka serta mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (sebagai) ketentraman jiwa bagi mereka. Serta allah maha mendengar lagi maha mengetahui". (at-taubah [9]: 103)

Zakat merupakan saudaranya shalat. 

Sang sebab itu, dalam beberapa ayat al-qur’an serta hadist nabi, penyebutan zakat selalu diiringi dengan shalat, seperti dalil pada firman allah ini dia“Jika mereka bertaubat serta mendirikan shalat dan  menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka buat berjalan.(at-taubah [9]: 5)
Bila mereka bertaubat, mendirikan shalat serta menunaikan zakat, maka (mereka itu) ialah saudara-saudaramu seagama.(at-taubah [9]: 11)

Secara zhahir makna ayat ini ialah orang yang tak mengerjakan shalat serta menunaikan zakat, maka mereka tidak diberikan kebebasan buat berjalan, tapi wajib  diperangi. Karena mereka bukanlah saudaramu seiman dan seagama.

Abu bakar ash-shiddiq ra., berkata: “demi allah, saya akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dengan zakat.(hr. Bukhari – muslim)

Perkataan ini sesuai dengan hadis nabi pada atas.saya diperintahkan buat memerangi insan sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilahi selain allah dan  muhammad ialah utusannya, mendirikan shalat serta membayar zakat. Bila mereka melakukan itu maka mereka terjaga dariku darah dan  hartanya, kecuali berkaitan aturan islam (had) serta hisab mereka diserahkan kepada allah.(hr. Bukhari – muslim)

Diriwayatkan oleh ibn abbas ra., saat nabi saw mengirim mu’adz ke yaman, dia mengatakan:

serulah mereka kepada syahadat bahwa tiada tuhan selain allah serta aku  artinya utusan allah. Apabila mereka mentaatimu buat melakukan itu, beritahu kepada mereka bahwa allah telah mewajibkan mereka shalat lima ketika sehari semalam. Bila mereka mentaatimu buat melakukan itu, beritahu pada mereka bahwa allah sudah mewajibkan mereka sedekah asal harta-harta mereka. Merogoh harta dari orang-orang kaya diantara mereka serta mengembalikan kepada orang-orang miskin diantara mereka.(hr. Bukhari-muslim)

Ketahuilah! 

Zakat itu dibagi menjadi dua: zakat harta dan  zakat badan. Zakat harta berkaitan dengan lima macam: zakat emas dan  perak (naqdain), perdagangan, zakat buah-buahan seperti korma serta anggur, zakat pertanian dan  binatang mirip onta, sapi serta kambing.

Adapun nisab (ukuran zakat) asal ini semua sesuai apa yg diriwayatkan sang bukhari, diriwayatkan sang anas bin malik ra.,:

beliau bercerita bahwa abu bakar ra., menulis surat kepadanya: “ini (zakat) adalah sedekah harus yang sudah diwajibkan sang rasulullah saw atas semua kaum muslimin sebagaimana diperintahan allah kepada rasulnya:
(zakat onta) dalam 24 ekor unta serta kurang darinya: setiap lima ekor unta (mengeluarkan zakat) 1 kambing berumur satu tahun. Jika jumlahnya hingga 25 unta sampai 35 unta, zakatnya artinya 1 unta bintu mahadh (unta betina berumur 1 tahun memasuki 2 tahun). Apabila tidak terdapat maka (diganti) 1 unta ibn labun (unta jantan berumur dua tahun memasuki 3 tahun. Apabila jumlahnya sampai 36 unta sampai 45 unta, zakatnya 1 unta bintu labun (unta betina berumur 2 tahun memasuki 3 tahun). Jika jumlahnya sampai 46 unta hingga 60 unta, zakatnya 1 unta hiqqah (unta betina berumur 3 tahun memasuki 4 tahun). Bila jumlahnya hingga 61 unta hingga 75 unta, zakatnya 1 unta jaz’ah (unta betina berumur 4 tahun memsauki 5 tahun).Apabila jumlahnya hingga 76 unta sampai 90 unta, zakatnya 2 unta labun. Apabila jumlahnya sampai 91 unta hingga 120 unta, maka setiap 40 zakatnya 1 unta bintu labun serta setiap 50 unta zakatnya 1 unta hiqqah. Barangsiapa yg tidak memiliki unta kecuali 4 ekor maka tak harus baginya zakat, kecuali apa yg dikehendaki tuhannya (sedekah sunah).
(zakat kambing) pada zakat kambing menjadi binatang ternak. Apabila jumlahnya 40 kambing sampai 120 kambing, zakatnya 1 kambing berumur 1 tahun. Bila jumlahnya lebih berasal 120 kambing sampai 200 kambing, zakatnya dua kambing.Apabila jumlahnya lebih berasal 200 kambing hingga 300 kambing, zakatnya tiga kambing. Apabila jumlahnya lebih dari 300 kambing, maka setiap 100 kambing zakatnya 1 kambing. Jika kambing peliharaan seseorang kurang asal 40 kambing, maka tiaklah wajib  baginya mengeluarkan zakat kecuali apa yg dikehendaki tuhannya.”
(zakat sapi) diriwayatkan sang mu’adz bin jabal ra., saat rasulullah saw mengirimnya ke yaman, beliau memerintahkan kepadanya buat mengambil setiap 30 sapi, 1 sapi tabi’ atau tabi’at (sapi laki-laki  atau betina berumur 1 tahun). Serta setiap 40 sapi, 1 sapi musinnah (sapi betina berumur dua tahun). (hr. Ahmad, abu daud, tirmidzi, nasa’i, ibn majah serta ibnu hibban)
(zakat dirham serta dinar) diriwayatkan sang ali bin abi thalib ra., rasulullah saw., bersabda: “apabila kamu mempunyai 200 dirham dan  sudah hingga haulnya (satu tahun) maka zakatnya 5 dirham. Atau, engkau  tak memiliki sesuatu asal emas, sampai kamu memiliki 20 dinar dan  telah sampai haulnya, maka zakatnya 1/2 dinar. Sedangkan, apaila lebih maka hitungannya seperti itu.” (hr. Abu daud)
(zakat tanaman) diriwayatkan oleh sa’id al-khudri ra., rasulullah saw., bersabda: “tidaklah kurang berasal 5 wasaq dari butir-buahan serta biji-bijian terkena zakat.” (hr. Muslim) diriwayatkan oleh ibn umar ra., rasulullah saw., bersabda: “tumbuhan yg disirami hujan dan  mata air atau tidak disirami sendiri, maka zakatnya 1/10. Apabila disirami dengan timba maka zakatnya 1/20.” (hr. Bukhari)
Zakat fitrah

Yg dimaksud dengan zakat badan merupakan zakat fitrah. Berdasarkanm hadits nabi yang diriwayatkan sang ibn umar ra., beliau berkata: “rasulullah saw., mewajibkan zakat fitrah satu sha’ dari korma atau satu sha’ dari gandum atas budak dan  orang yang merdeka, laki-laki  atau wanita, anak mungil atau orang dewasa asal kaum muslimin. Rasulullah juga memerintahkan buat mengerluarkannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat ied.” (hr. Bukhari – muslim)

Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

AJARAM MUSLIM - Dosa besar meninggalkan haji ketika mampu

.
     Tidak mengerjakan ibadah haji padahal bisa ialah ialah dosa besar . Ibadah haji merupakan ialah galat satu rukun islam yang harus dikerjakan bagi setiap muslim baik laki-laki  maupun perempuan   menggunakan kondisi-kondisi eksklusif yg dipengaruhi sang syariat islam. Allah swt. Berfirman pada pada al-qur’an al-karim yg berbunyi sebagai berikut :
فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Artinya: padanya terdapat tanda-tanda yg nyata, (di antaranya) maqam ibrahim; barangsiapa memasukinya (baitullah itu) menjadi amanlah beliau; mengerjakan haji adalah kewajiban insan terhadap allah, yaitu (bagi) orang yg bisa mengadakan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya allah maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) asal semesta alam (qs. Ali-'imran ayat 97).

Senada dengan firman allah swt. Pada atas, pula dalil hadits sabda nabi muhammad saw. Yg menandakan wajibnya mengerjakan ibadah apabila mampu:


مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللّهِ وَلَمْ يَحُجَّ فَلاَ عَلَيْهِ أَنْ يَمُوْتَ يَهُوْدِيًّا اَوْ نَصْرَانِيًّا

Adalah: barangsiapa yang mempunyai bekal serta kendaraan yg mampu mengantarkannya haji ke baitullah tetapi tid ak melaksanakannya , semoga saja beliau tidak mangkat  menjadi seseorang yahudi atau nasrani.. (diriwayatkan sang at-tirmidzi, lbnu jam al-uqaili, lbnu adi, dan  al-baihaqi dalam asy-syu'ab)

Dikisahkan bahwa umar bin khattab berkata: sungguh, saya pernah berkeinginan buat mengutus beberapa orang ke banyak sekali penjuru buat melihat siapa saja yang sehat dan  mempunyai bekal tapi mereka tak melaksanakan haji supaya diminta jizyahnya (pajak) dan  menduga mereka menjadi bukan muslim.

Pula diceritakan berasal abdullah bin abbas dia berkata : barangsiapa yg mempunyai harta yg cukup buat mengerjakan ibadah haji akan tetapi mereka tidak mengerjakannya atau mempunyai harta sampai batas nishab akan tetapi mereka tidak membayarkan zakatnya niscaya akan meminta raj’ah (kembali) pada kala tewas. 

Kemudian seorang berkata:  bertakwalah kepada allah , wahai ibnu abbas. Hanya saja orang kafir sajalah yg meminta raj’ah.

 Ibnu  abbas lalu menjawab: akan saya bacakan satu ayat:

وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِيٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Adalah: serta belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum tiba kematian pada galat seseorang pada antara kamu; lalu ia mengatakan: "ya rabb-ku, mengapa kamu tidak menangguhkan (kematian)ku sampai ketika yg dekat, yang menyebabkan aku  dapat bersedekah serta aku  termasuk orang-orang yang sholeh? Qs. Al-munafiqun ayat 10.

Maksud asal bersedekah pada ayat pada atas merupakan membayar zakat, serta maksud asal menjadi keliru seorang sholeh adalah mengerjakan atau menunaikan ibadah haji.

Keliru seorang pun bertanya: berapa nishab harta? Bila uang perak sudah mencapai 200 dirham atau uang emas yg nilainya sebanding dengannya, wajib  dikeluarkan zakatnya.

Seorang bertanya, "berapa nishab harta?
Jawab ibnu abbas: bila uang perak telah mencapai 200 dirham atau uang emas yang setara dengannya. Wajib  dimuntahkan zakatnya.
Bertanya seorang yang lain: apakah yang mewajibkan berhaji? Ibnu abbas berkata: perbekalan dan  kendaraan.

Diceritakan dari sa'id bin jubair dia bercerita: seseorang tetanggaku yg kaya tetapi belum menunaikan ibadah haji dan  meninggal, serta aku  tidak mensholatinya.
Sebagaimana kabar berasal asal al-qur’an dan  dalil hadits nabi saw. Mengambarkan bahwa ibadah haji merupakan adalah suatu kewajiban yg mutlak dilaksanakan apabila sudah mampu pada hal kendaraan serta perbekalan.
Dalam warta nash-nash pada atas, terdapat berbagai macam insinuasi, ancaman yang diberikan kepada mereka yg tidak menunaikan ibadah haji waktu bisa di antaranya ialah disebut bukan muslim, tidak disholati waktu mereka mangkat , meninggal menjadi seorang nasrani atau yahudi. Menggunakan demikian, meninggalkan perintah allah yg wajib  artinya merupakan sebuah dosa besar Naudzubillah min dzalik. Wallahu a’lam

Kisah dibangun kembalinya baitullah

Kisah dibangun kembalinya baitullah

AJARAM MUSLIM - Kisah dibangun kembalinya baitullah

      Kisah dibangunnya baitullah atau yg dikenal dengan nama ka’bah itu dibangun di masa nabi ibrahim AS. Saat allah menganugerahi nabi ibrahim seseorang putera yg diberi nama ismail asal istri dia yang kedua, terjadilah percekcokan antara istri pertama dan  istri ke 2.

Akhirnya istri pertama yang bernama sarah meminta pada nabi ibrahim supaya ismail serta ibunya dijauhkan darinya. Padahal ibu nabi ismail asal asal jariah (hamba sahaya) yang dihadiahkannya sendiri pada suaminya. Dia bernama hajar.

Namun selesainya hajar menjadi istri nabi ibrahim, dari hasil pernikahannya dengan hajar nabi ibrahim memiliki seseorang anak lelaki yg diberi nama ismail. Hal ini membuat iri hati sarah, akhirnya terjadilah percekcokan, yang berakhir dengan dijatuhkannya hajar serta anak lelakinya.

Nabi ibrahim kemudian berangkat dari tanah leluhurnya yaitu syam bersama hajar dan  anak lelakinya. Beliau berjalan menuju ke arah selatan, akhirnya berhentilah di suatu lembah, yang di lalu hari dibangun baitullah.

Allah sudah berfirman menceritakan wacana nabi ibrabhim :ya yang kuasa kami, sesungguhnya aku  sudah menempatkan sebagian keturunanku pada lembah yang tidak memiliki tanam-tanaman pada dekat rumah kamu (baitullah) yang dihormati, ya dewa kami (yg demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung pada mereka serta beri rezkilah mereka dari buah-buahan, praktis-mudahan mereka bersyukur”. (qs. 14 : 37).

Firman yang berbunyi :di dekat tempat tinggal engkau ’,

berarti nabi ibrahim sudah mengetahui bahwa di situ terdapat tempat kudus yg diberi nama baitullah. Maksud dan  tujuan nabi ibrahim menempatkan sebagian keturunannya di sebelah baitullah ini agar mereka mendirikan shalat serta beribadah kepada allah. Kesucian tempat ini sebelumnya telah diketahui terlebih dahulu oleh nabi ibrahim, yang karenanya menempatkan anaknya pada daerah tadi.
Waktu ismail tumbuh menjadi dewasa, allah memerintahkan agar nabi ibrahim mendirikan kawasan melakukan shalat di tempat suci, agar seluruh manusia menghadap ke tempat tersebut dalam melakukan shalat, menjadi rasa syukur atas segala nikmat yg sudah allah berikan pada mereka.

Allah berfirman pada ibrahim :dan  (ingatlah) ketika ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah beserta ismail (seraya berdoa) : “ya dewa kami, terimalah daripada kami (amal kami), sesungguhnya engkaulah yg maha mendengar lagi maha mengetahui. Ya tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yg tunduk patuh kepada kamu dan  (jadikanlah) pada antara anak cucu kami umat yg tunduk patuh kepada engkau  serta tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan  kawasan-daerah ibadah haji kami, dan  terimalah taubat kami. Sesungguhnya engkaulah yang maha penerima taubat lagi maha penyayang”. (qs. Dua : 127 – 128).

Nabi ibrahim serta anak dia, ismail, keduanya menciptakan pulang pondemen-pondemen baitullah. Tentu saja hal ini mereka lakukan selesainya terlebih dahulu allah memberitahukan tempat baitullah secara absolut.

Allah telah berfirman : serta (ingatlah), ketika kami memberikan daerah kepada ibrahim di tempat baitullah (dengan berkata): “janganlah engkau  mempersekutukan sesuatupun dengan aku  serta sucikanlah rumah-ku ini bagi orang-orang yg thawaf, serta orang-orang yang beribadah serta orang-orang yang rukuserta sujud (shalat). (qs. 22 : 26) .

Pengertian ayat tersebut ada 2 kemungkinan. 

Pertama, gejala baitullah semula terpendam, kemudian allah menampakkan pada nabi ibrahim, supaya daerah yg akan dibangun tepat, pada tempatnya. Jadi baitullah telah ada semenjak dulu.

Kedua, baitullah itu dulunya belum terdapat, kemudian allah memerintahkan nabi ibrahim dan  ismail supaya menciptakan baitullah pada daerah yang telah dipengaruhi sebelumnya oleh allah.

Hajar aswad : ketika bangunan ka’bah telah hampir selesai, ibrahim meminta pada anaknya ismail agar meletakkan batu menjadi tanda permulaan thawaf. Akhirnya ismail meletakkan batu yang mempunyai karakteristik khas tersendiri.
Batu itu bukanlah batu yang biasa kita lihat, melainkan, dari keliru satu riwayat, batu itu diturunkan berasal langit ke bumi supaya diambil oleh nabi ismail. Hal ini artinya ialah kehendak allah swt pada rangka pelaksanaan pembangunan ka’bah yg pada kemudian hari menjadi kiblat kaum muslimin pada seluruh dunia.

Sudah diriwayatkan oleh rasulullah saw :


 نزل الحجر الأسود من الجنة وهو أشد بياضا من اللبن فسودته خطايا بني آدم (راه الترمذى)

hajar aswad diturunkan dari langit pada keadaan putih cemerlang dan  lebih putih berasal rona susu, kemudian menjadi hitam karena dosa-dosa anak adam (yg menciuminya) (hadits riwayat turmudzi)”.

Hajar aswad ini selalu dicium oleh rasulullah saw saat melakukan thawaf. Kemungkinan, karena dia menciuminya sebab hajar aswad merupakan keliru satu benda berasal nirwana, atau menjadi peringatan kepada tangan-tangan mulia yg membawanya, lalu meletakkannya pada daerah yg sudah disediakan, yaitu nabi ibrahim dan  nabi ismail kakek moyang bangsa arab.

Kaum muslimin sama sekali tidak bermaksud menyembah hajar aswad, tetapi hanya sekedar memuliakan karena dia merupakan benda berasal nirwana. Pada hal ini kaum muslimin hanya meniru jejak rasul saw dan  adalah ikrar terhadap allah akan melaksanakan segala perintah-perintah-nya serta menjauhi larangan-embargo-nya.

Mencium hajar aswad bukanlah termasuk fardhu haji yang wajib dilakukan oleh jama’ah aji, namun mencium hajar aswad hanyalah sunnah. Seseorang jama’ah haji boleh mencium hajar aswad apabila keadaannya memungkinkan. Tetapi apabila terlalu sesak dia diperbolehkan hanya menggunakan memberi isyarat menggunakan tangannya atau menggunakan lengannya, sebagai ganti daripada mencium, atau diperbolehkan hanya menggunakan memegangnya.

umar ibnu al-khaththab ra sudah mengatakan :demi allah, aku  mengetahui bahwa kamu artinya batu yang tidak memberikan mudharat serta manfaat.  Saya tidak melihat rasulullah menciummu, saya tak sudi menciummu”.

Baitullah merupakan rumah pertama di global yang dibangun untuk kawasan beribadah. 

Allah sudah berfirman : “sesungguhnya tempat tinggal   yg mula-mula dibangun untuk (daerah beribadah) manusia, ialah baitullah yang di bakkah (makkah) yang diberkahi serta menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat gejala yang konkret, (antara lain) maqam ibrahim; barangsiapa memasukinya (baitullah) sebagai amanlah beliau”. (qs. Tiga : 96 – 97).

Bakkah atau makkah adalah nama yang sama bagi satu kota. Kota makkah dikatakan bakkah karena kota ini bisa menghancurkan orang-orang yang merasa dirinya kuat dan  perkasa. Siapa saja yang coba-coba menghancurkannya, maka absolut akan binasa. Serta kota kudus itu dinamakan makkah sebab bisa menghapus dosa, dan  terdapat jua yang mengatakan sebab kota ini dapat menarik hati penduduk dunia sehingga tiba berduyun-duyun ke sana.

Allah memberitahu pada kita bahwa baitullah ini diberkahi allah. Serta beribadah di dalamnya akan melipatgandakan pahala. Baitullah jua merupakan petunjuk bagi seluruh umat insan. Barangsiapa yang memasukinya buat melakukan ibadah haji dan  taqarrub kepada allah, maka besok pada hari kiamat, dia akan selamat berasal siksa neraka dan  siksa allah pada dunia.

Ibadah haji dimulai sejak zaman nabi ibrahim, lalu diteruskan oleh anaknya, nabi ismail. Akhirnya, zaman terus berlalu. Poly orang yg menyelipkan ke dalam ibadah haji ini cara-cara terlarang dan  mengandung syirik. Mirip halnya menyembah berhala serta melakukan thawaf pada sekeliling ka’bah dalam keadaan bugil. Lalu allah mengutus nabi muhammad saw buat menghancurkan kesyirikan dan  membersihkan cara-cara ibadah haji asal perbuatan bid’ah.

Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga

Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga

AJARAM MUSLIM - Umrah & haji penghapus dosa dan masuk surga 

     Diriwayatkan sang abu hurairah ra., rasulullah saw., bersabda:umrah ke umrah merupakan penghapus dosa di antara keduanya serta haji yg mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga .” (hr. Bukhari – muslim)

Diriwayatkan sang abu hurairah ra., 

seseorang bertanya kepada rasulullah saw., “perbuatan apa yang paling baik?” 
beliau menjawab: “iman kepada allah serta rasulnya.
orang itu berkata: “lalu apa lagi?
dia menjawab: “jihad dijalan allah.
orang itu berkata: “lalu apa?
dia menjawab: “haji mabrur.(hr. Bukhari muslim)

Diriwayatkan sang ali bin abi thalib ra., 

rasulullah saw., bersabda: “barangsiapa yg mempunyai bekal dan  tunggangan yg bisa membawanya ke baitullah, tetapi beliau tak menunaikan haji maka baginya kematian dalam keadaan yahudi atau nashrani. Allah berfirman dalam kitabnya:

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap allah, yaitu (bagi) orang yg sanggup mengadakan pejalanan ke baitullah.” (ali imran [3]:97) (hr. Tirmidzi)

Diriwayatkan sang anas bin malik ra., 

seseorang bertanya: “apa yg dimaksud dengan ‘Alaihi Salam-sabila?
beliau menjawab: “bekal serta tunggangan.(hr. Hakim)

Ketahuilah pekerjaan haji dibagi menjadi 3 bagian:

Rukun haji: ihram, wuquf, mencukur rambut, thawaf ifadhah serta sa’i. Berkenaan menggunakan mencukur rambut ada yang berkata itu bukan rukun haji.

Wajib  haji: ihram dari miqat, melempar jumrah yang 3 (ini tak terdapat disparitas pendapat), menggabungkan antara malam serta siang dalam wukuf di arafah (yaitu berdiam sejenak setelah surya terbenam), mabit di muzdalifah, mabit di mina di malam tasyrik, thawaf wada’ (pendapat yang paling benar adalah thawaf wada’ hukumnya wajib , tetapi tidak ada yang mengatakan sunah).

Sunnah haji: semua yg disyariatkan dalam ibadah haji asal perkataan dan  perbuatan, mirip membaca talbiyah, zikir serta doa, thawaf qudumm, istilam ke hajar aswad (mengangkat tangan kanan sambil membaca: bismillah allah akbar), lari-lari mungil serta lain-lain.

Hukum dari ketiga hal tersebut merupakan sebagai berikut :

Rukun haji, ialah pekerjaan yang wajib dikerjakan dan  tidak legal ibadah haji apabila meninggalkan galat satunya. Ia tak dapat diganti dengan dam (hukuman)

Wajib haji, barangsiapa yg meninggalkan galat satu darinya maka harus membayar dam. Ibadah hajinya permanen sah, baik beliau meninggalkannya dengan sengaja atau tidak. Akan tetapi bagi yg meninggalkannya menggunakan sengaja beliau berdosa.

Sunah haji, tidak berdosa serta tak harus membayar dam bagi orang yg meninggalkannya, serta hajinya tetap legal. Hanya saja hilang keutamaan ibadah sunah.

Hadis ini dia menjelaskan holistik amalan pada ibadah haji. Diriwayatkan oleh jabir ra.

Rasulullah saw., menunaikan ibadah haji serta kami keluar bersama dengannya sampai kami datang di dzul hulaifah. 

Kemudian rasulullah saw., melakukan shalat pada masjid. Sesudah itu, dia naik onta serta ketika hingga di daerah baida

beliau membaca talbiyah: “labaik allahumma labaik, labaika laa syarika laka labaik, inna al-hamda wa an’nimatah laa wa al-mulk, laa syarika laka.” ( ya allah saya menyambut seruanmu, aku  menyambut seruanmu tidak ada sekutu bagimu, aku  menyambut seruanmu, sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan  kekuasaan hanya milikmu, tidak ada sekutu baginya). Saat hingga pada masjid haram, dia melakukan istilam (mengangkat tangan kanan atau mencium) ke hajar aswad, lalu melakukan thawaf dengan berlari kecil dalam tiga putaran pertama serta berjalan dalam empat putaran (terakhir). Lalu mendatangi maqam ibrahim serta melakukan shalat pada sana. Kemudian balik  ke hajar aswad dan  melakukan istilam (mengangkat tangan dan  mengarah telapak tangan ke hajar aswad).

Kemudian keluar dari pintu masjid menuju shafa


Saat mendekati shafa dia membaca:inna ash-shafa wa al-marwata min sya’airillah. Abda’u bi maa bada’a allah bihi.” (sesungguhnya shafa serta marwa artinya sebagian dari syiar allah. Aku  memulai dengan apa yg dimulai oleh allah)

lalu dia naik ke shafa hingga beliau bisa melihat ka’bah. Dia menghadap ke kiblat dan  membaca kalimat tauhid serta takbir: lailahaillallah wahdahu laa syarika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli sya’in qadiir. Lailahaillallah wahdahu anjaza wa’dahu, wa nashara ‘abdahu wa hazama al-ahzab wahadah (  tidak terdapat tuhan selain allah yang esa, tidak terdapat sekutu baginya, miliknya seluruh kekuasaan serta miliknya semua kebanggaan, serta beliau berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada ilahi selain allah yang esa, sudah terlaksana janjinya, dan  telah menolong hambanya dan  telah mengalahkan pasukan musuh menggunakan sendiri). Kemudian beliau membaca doa sebesar tiga kali. Lalu berjalan menuju bukit marwah, sampai pada bathn wadi (sekarang antara dua pilar hijau) beliau berlari-lari mungil, saat naik ke bukit marwa beliau berjalan biasa. Pada bukit marwa beliau melakukan seperti di bukit shafa.

Ketika hari tarwiyah kaum muslimin menuju mina serta rasulullah menaiki onta. Disana dia mengerjakan shalat zhuhur, ashar, maghrib, isya’ serta shubuh. Lalu berdiam sampai terbit mentari .

Kemudian melanjutkan bepergian hingga sampai di arafah, beliau mendapati kubah yg sudah musnah pada namirah. Dia berhenti disana, hingga saat surya tergelincir beliau menuju bathn wadi dan  memberikan khutbah pada kaum muslimin. Kemudian dikumandangkan azan zhuhur dan  mendirikan shalat ashar (jama’ taqdim), dia tidak mengerjakan shalat sunah diantara keduanya (zhuhur dan  ashar). Sehabis itu, dia menaiki onta menuju ke kawasan wuquf, disana ontanya didudukkan dengan perutnya menyentuh padang pasir. Lalu dia menghadap kiblat, dan  dia terus melakukan wukuf sampai terbenam mentari  dan  rona kekuning-kuningan di langit hilang sedikit.

Beliau meneruskan bepergian sampai sampai di muzdalifah, dia melakukan shalat maghrib dan  isya’ dengan satu azan dan  2 iqamah. Dia tidak melakukan shalat sunah diantara keduanya (magrib dan  isya). Kemudian membaringkan badannya hingga terbit fajar dan  mengerjakan shalat subuh. Lalu menaiki onta hingga datang di masy’aril haram, beliau menghadap kiblat, berdoa, membaca takbir serta lailahaillallah. Beliau terus berdiam sampai langit kekuning-kuningan. Lalu pergi sebelum matahari terbit hingga datang pada jumrah al-kubra, beliau melempar jumrah menggunakan tujuh kerikil mirip ketepil. Dia membaca takbir setiap melempar satu kerikil, dia melemparnya asal bathn wadi. Kemudian pulang ke daerah penyembelihan (al-manhar) serta menyembelih binatang. Kemudian menaiki onta menuju masjid haram serta shalat zhuhur pada mekkah.” (hr. Muslim)

Rasulullah saw., bersabda:aku  menyembelih hewan kurban pada sini. Dan  mina seluruhnya artinya kawasan penyembelihan (al-manhar).saya melakukan wukuf pada sini, serta arafah seluruhnya tempat wukuf.(hr. Muslim)

Diriwayatkan sang jabir ra., rasulullah saw melempar jumrah di hari nahar ketika dhuha. Sedangkan hari selanjutnya sehabis surya tergelincir.(hr. Muslim)

Mengagungkan syiar-syiar allah serta hikmahnya

Mengagungkan syiar-syiar allah serta hikmahnya

AJARAM MUSLIM - Mengagungkan syiar-syiar allah serta hikmahnya

      Allah sudah memilih pada dalam ibadah haji manasik-manasik yg harus dilakukan oleh kaum muslimin yang sedang melakukan ibadah haji, supaya mereka menerima pahala yg agung dari allah. Manasik-manasik tersebut diberi nama syiar-syiar haji. Mengagungkan syiar-syiar ialah indikasi takwa.

Allah telah berfirman :serta barangsiapa yg menggunakan syiar-syiar allah, maka sesungguhnya itu muncul dari ketakwaan”. (qs. 22 : 32).

Pada pelaksanaannya syiar-syiar haji selalu dihubungkan dengan daerah-kawasan tertentu. Karena di tempat-kawasan itu telah terjadi suatu insiden bersejarah yang patut dijadikan model, guna membersihkan jiwa serta memperkuat korelasi antara kaum muslimin. Tempat-daerah tadi bukanlah obyek berasal ibadah, namun hanyalah karena daerah-kawasan tersebut ada kaitannya menggunakan insiden-insiden bersejarah, dan  mengingatkan kita buat menghayati insiden yg terjadi di daerah itu.

  • Di wuquf setiap syiar-syiar haji mengingatkan kita menggunakan insiden yg terjadi yaitu tempat buat bertakarrub kepada allah serta kawasan mengevaluasi diri sendiri pada hadapan allah.
  • Ka’bah mengingatkan kita kepada bapak para nabi yaitu nabi ibrahim AS dan  putranya dia ismail waktu membentuk ka’bah ini, yg sesudah usai membangun, 


mereka berdua berdoa pada allah :ya yang kuasa kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh pada kamu serta (jadikanlah) di antara anak cucu kami umatnya yang tunduk patuh pada kamu serta tunjukkan kepada kami cara-cara serta kawasan-kawasan ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya engkaulah yg maha penerima taubat lagi maha penyayang”. (qs. 2 : 128).

Melakukan thawaf di sekeliling ka’bah berarti meneruskan cara ibadah yg dilakukan sang nabi ibrahim, ismail serta pengikut-pengikutnya, dan mempererat pertalian antara pemulaan islam menggunakan masa kini buat berpegang teguh pada agama islam. Nabi ibrahim artinya orang pertama yg menamakan kepercayaan  yg kita peluk sekarang, yaitu islam.

Ayat berikut ini mengungkapkan hal itu :“(ikutilah) agama orang tuamu ibrahim. Beliau (allah) sudah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan  (begitu pula) dalam (al-qur’an) ini, agar rasul itu sebagai saksi atas dirimu serta supaya kamu seluruh menjadi saksi atsa segenap insan”. (qs. 22 : 78).

Melakukan sa’i antara shafa dan  marwah berarti mengenang balik  peristiwa yang dialami sang hajar, ketika anaknya merasa kehausan, kemudian hajar berjalan bolak-kembali berasal shafa dan  marwah mencari mata air. Dia sendiri merasa kehausan yang sangat. Serta  tidak ada mukjizat dari allah, menggunakan keluarnya air zam-zam, maka dapat dipastikan bahwa dahaga akan menamatkan riwayat hajar dan  anaknya. Asal peristiwa ini dapat diambil konklusi, bahwa allah akan mencoba kaum muslimin dengan berbagai bencana. Jika mereka meminta pertolongan pada allah, maka allah akan menolong mereka dengan rahmat yg diberikan.

Melakukan kurban jua termasuk keliru satu syiar haji. Allah sudah berfirman :serta sudah kami jadikan buat engkau  unta-unta itu sebagian daripada syiar allah, engkau  memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama allah waktu kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (serta sudah terikat). Kemudian apabila sudah roboh (meninggal), maka makanlah sebagiannya dan  beri makanlah orang yang rela menggunakan apa yang ada padanya (yang tak meminta-minta) serta orang yg meminta. Demikianlah kami telah menundukkan unta itu kepada kamu, praktis-mudahan engkau  bersyukur”. (qs. 22 : 36).

Sembelihan ini dinamakan al-hadyu. Melaksanakan kurban ini menjadi tanda taat kepada allah dan  menjalankan perintah-perintah-nya, serta ungkapan rasa syukur atas nikmat-nikmat yg sudah diberikan sang allah.

Di dalam kurban ini, merupakan peringatan atas pengorbanan yg sudah dilakukan oleh nabi ibrahim dan  nabi ismail. Waktu itu nabi ibrahim mendapatkan wahyu berasal allah berupa impian supaya menyembelih anaknya, ismail.

Lalu ibrahim menceritakan hal ini kepada anaknya, sebagaimana yang dijelaskan oleh ayat berikut adalah :ibrahim berkata : “hai anakku, sesungguhnya aku  melihat pada mimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu”. (qs. 37 : 102).

Kemudian dijawab oleh ismail menggunakan penuh rasa lapang dada terhadap pengorbanan demi membela jalan allah: “dia menjawab : “hai bapakku, kerjakanlah apa yg diperintahkan kepadamu; insya allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yg tabah”. (qs. 37 : 102).

Dalam menghadapi ujian yg berat ini, yg sang allah sengaja ditimpakan kepada mereka berdua, buat menguji sampai pada mana keikhlasan mereka terhadap-nya. Selesainya ibrahim hendak melaksanakan apa yg diperintahkan kepadanya, lalu allah mengubah nabi ismail dengan seekor domba. Serta allah menyelamatkan keduanya berasal percobaan yg teramat berat itu.

      Kurban yg dilakukan sang kaum muslimin saat haji adalah peringatan bagi apa yg sudah dilakukan sang nabi ibrahim dan  nabi ismail, dan  keikhlasan keduanya dalam menjalankan perintah allah. Kurban jua ialah rasa syukur atas diselamatkannya nabi ismail dari cobaan berat ini. Asal keturunan nabi ismail ini, muncullah nabi akhir zaman yaitu nabi muhammad saw.

      Kurban ini terbagi sebagai 2. Ada yang harus dan  terdapat yang sunnah. Yg kedua ini dilakukan sang orang-orang secara sukarela mengharapkan pahala berasal allah. Adapun yang pertama, memang sudah diwajibkan.

      Kurban hukumnya wajib bagi yg melakukan haji qiran, yaitu orang yg dalam niatnya membaringkan antara ibadah haji serta ‘umrah. Serta wajib  atas orang yang melakukan haji tamattu’ yaitu orang yang melakukan ihram terlebih dahulu, kemudian melakukan tahallul berasal ihramnya sambil menunggu sampai datangnya masa haji. Serta harus pula atas orang yg meninggalkan galat satu kewajiban haji, atau bagi orang yang melakukan larangan pada haji.

Memaknai sholat dengan batin !

Memaknai sholat dengan batin !

AJARAM MUSLIM - Memaknai sholat dengan batin !

     Apakah arti memaknai sholat menggunakan batin? Dari imam al-ghazali, makna batin pada sholat mempunyai banyak ungkapan, akan tetapi secara ringkas beliau imam ghazali merangkumnya ke pada pada enam perkara. Enam perkara tersebut ialah kehadiran atau menghadirkan hati, kefahaman atau taffahum, rasa hormat atau ta’dzim, rasa takut yang bersumber dari rasa hormat atau haibah, pengharapan atau raja’ serta rasa memalukan atau haya.

Apa maksud asal keenam perkara dalam sholat dengan hati atau batin?

Menghadirkan hati

     Sholat dengan menghadirkan hati memiliki makna mengosongkan dan  menjaga obrolan hati dari seluruh hal dan  perkara yg tidak ada kaitannya menggunakan amalan yang sedang dikerjakan. Demikian jua dengan pikiran, juga tidak boleh memikirkan asal selain perbuatan dan  hati, yg sedang terkait dengan amalan.

     Faktor penyebab kehadiran atau menghadirkan hati adalah perhatian utama atau himmah. Menggunakan perkataan lain adalah bahwa hati mampu hadir jika ada undangan kepada  yang  menjadi perhatian utama. Kehadiran atau menghadirkan  hati akan  terwujud manakala perhatian primer diarahkan kepada setiap perilaku.

     Perhatian primer bisa terarah jika kita dapat mengetahui secara kentara tujuan yang akan kita capai serta kita cari yaitu allah swt. Dan  merupakan saran menuju kepada allah swt.

Secara logika akal sehat akan berkata : bagaimana mungkin hati tidak hadir sedangkan yang terdapat pada hadapan kita artinya raja diraja pencipta alam serta seisinya, yg mana ditangan-nya lah segala kekuasaan, kerajaan, bahaya serta manfaat.

     Kehadiran hati hendaknya bukanlah sebuah keterpaksaan saja serta pula bukan hal yg diusahakan, sebab hati akan hadir kepada perhatian primer. Ketidakhadiran hati dalam perilaku ditimbulkan sebab perhatian primer tak tertuju kepada hal yg sebagai perhatian primer. Apabila demikian, maka hati akan tertuju pada perhatian-perhatian nafsu duniawi.

Inilah yang dianggap dengan kelalaian, karena bagaimana bisa kita sedang bermunajat menghadap kepada allah swt., sedangkan hati kita tidak menghadap pada allah swt.

Kefahaman atau tafahhum


     Kefahaman atau tafahum bisa diartikan menjadi peliputan hati yang mengetahui menggunakan benar  serta sahih setiap lafadz serta gerakan pada ibadah sholat. Pengetahuan asal pelaku sholat terhadap setiap ucapan atau lafadz, motilitas pada yg terbenam pada lubuk hati akan dapat memancarkan sebuah nasihat akhlakul karimah pada kehidupan. Di pada lafadz dan  gerak sholat yang dikendalikan oleh kehadiran hati akan dapat mengendalikan nalar serta fikiran dalam setiap ucapan dan gerak itu sendiri.

     Agar bisa menerapkan kefahaman atau tafahum pada sholat adalah dengan cara menghadirkan hati yg disertai dengan konsentrasi dalam berfikir dan  kesiagaan buat tidak menerima berbagai pikiran liar yang melintas. Buat bisa menolak berbagai lintasan pikiran yg menyibukkan merupakan dengan cara membebaskan diri berasal penyebab-penyebab yang bisa membuat pikiran tertarik kepada hal-hal tadi. Barangsiapa yg mencintai sesuatu pasti akan poly mengingatkannya. Maka menggunakan dengan demikian ingatan yg pada yg dicintai absolut akan melanda hati.

Rasa hormat

     Rasa hormat atau ta’dzim akan hadir dan  ada dari ma’rifah pada kemuliaan dan  keagungan asal allah swt. Siapa yang tidak diyakini keagungannya maka jiwa tidak akan mau mengagungkannya. Buah asal ma’rifah pada allah swt. Akan mengakibatkan khusyu’ ketundukan kepada allah swt.

     Pada samping ma’rifat kepada allah, sebab lain yg dapat menyebabkan rasa ta’dzim adalah ma’rifat atau mengetahui serta mengenal akan kehinaan diri, bahwasanya manusia tidak mempunyai kuasa apapun.

     Butir dari kedua ma’rifat ini akan membentuk rasa tidak berdaya dan  pasrah,  maka menggunakan demikian akan membentuk rasa hormat atau ta’dzim kepada allah swt.
Rasa takut yang bersumber asal rasa hormat

     Rasa takut artinya suatu keadaan jiwa yg lahir serta tumbuh dari ma’rifatullah akan kekuasaan allah swt, akan eksekusi-nya, akan efek kehendak allah swt pada dirinya. Semakin pada serta tinggi pengetahuan dan  ma’rifat seseorang terhadap allah swt. Akan membuahkan seseorang semakin takut kepada allah swt.

Penuh pengharapan atau raja’

     Harapan atau pengharapan akan muncul karena telah adanya keyakinan akan janji-janji allah swt. Dan  pengetahuan  tentang  keindahan kreasi-nya, kelembutan-nya dan  keluasan nikmat-nikmat allah swt.

Rasa malu

     Rasa atau perasaan malu akan muncul serta hadir berasal perasaan serba kekurangan pada mengerjakan amal beribadah serta jua dari pengetahuan diri akan ketidakmampuan diri pada menunaikan hak-hak allah swt.

     Rasa membuat malu ini akan semakin bertenaga serta tinggi menggunakan mengetahui kekurangan, cacat dirinya, kurang lapang dada pada menjalankan beribadah, keburukan batinnya dan  kesamaan terhadap kehidupan duniawi dalam perbuatan ibadahnya.

     Pada samping itu rasa atau perasaan memalukan dapat juga timbul serta disebabkan sebab pengetahuan bahwa allah swt. Merupakan maha mengetahui segala rahasia dan  lintasan hati hingga yang sekecil-kecilnya.

Demikian makna sholat menggunakan batin. Mari kita memohon pada allah swt. Menggunakan petunjuk serta hidayah-nya kita bisa menjalankan makna sholat menggunakan batin. Amin...

Perintah shalat lima waktu !

Perintah shalat lima waktu !

AJARAM MUSLIM - Perintah shalat lima waktu !

     Shalat 5 saat salah  satu ibadah yang dianjurkan artinya melakukan shalat lima saat. Shalat lima ketika artinya merupakan bepergian ruhani seorang hamba menuju tuhannya, serta merupakan pelarian kesibukan duniawi.

     Pertama kali yg harus dilakukan dalam shalat artinya menghadap ke arah kiblat, lalu membuka shalat dengan kalimah (allahu besar ” (allah maha akbar). Kalimah ini menjadi pembukaan shalat, dan  adalah ikrar bahwa allah-lah yg maha akbar dari segala sesuatu yang disebut besar  serta ditaati pada alam wujud ini.

     Kemudian, selesainya itu seseorang yg sedang menjalankan shalat bermunajat kepada allah dengan membaca surat al-fatihah. “segala puji bagi allah, ilahi semesta alam, maha pemurah lagi maha penyayang”. (qs. 1 : 1 – dua).

     Ayat ini mengingatkan agar memuji allah atas semua nikmat dan  rahmat yg telah allah berikan kepadanya; suatu peringatan bagi insan supaya menyayangi allah yg telah menyampaikan segala nikmat pada mereka, serta ialah bisikan jiwa antara manusia serta tuhannya: “maha pemurah lagi maha penyayang”. (qs. 1 : 2).

     Menggunakan sifat rahman serta rahim yang dimiliki allah, maka jiwa manusia akan merasa tentram serta tidak khawatir. Tidak sebagaimana yang terdapat pada kepercayaan -kepercayaan  lain yang mempunyai dewa poly. Mereka menyembah dewa-tuhannya karena terdorong oleh rasa takut dan  khawatir akan mendapat marah asal ilahi-yang kuasa tersebut. Yg demikian itu sebagaimana yang digambarkan sang kisah-kisah yunani.

Setelah itu bacaan surat al-fatihah mengingatkan seorang muslim pada kekuasaan allah kelak di hari pembalasan:yg menguasai hari pembalasan”. (qs. 1 : 4).

Ayat tadi menyatakan bahwa allah menguasai hari pembalasan; mengingatkan setiap orang untuk tak berbuat sewenang-wenang, karena segala sesuatunya akan menerima pembalasan dari allah berdasarkan tingkah laku  yang diperbuat sang seseorang hamba. Selesainya itu ayat selanjutnya mengingatkan pada keesaan tuhan:hanya engkaulah yg kami sembah dan  hanya pada engkaulah kami mohon pertolongan”. (qs. 1 : lima).

Ayat ini menyatakan bahwa tak ada penghambaan diri pada seseorang, atau kepada hawa nafsunya sendiri, atau tunduk pada khurafat dan  cerita-cerita dongeng. Seseorang muslim dianjurkan agar memohon petunjuk kepada allah sebagaimana yg dinyatakan pada ayat berikut : “tunjukilah kami jalan yg lurus, (yaitu) jalan orang-orang yg telah kamu anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yg dimurkai serta bukan (jua jalan) mereka yg sesat”. (qs. 1 : 6 – 7).

Ayat tadi memberi isyarat agar seorang muslim meniti jalan yang sahih dan  menjauhi jalan kesesatan. Sesudah itu, seseorang yang sedang melakukan shalat dianjurkan buat membaca ayat-ayat atau surat-surat yg mengandung hidayah bagi dirinya.

Lalu ia melakukan ruku’ sambil membungkukkan badan, sehingga tampak punggungnya lurus dan  homogen.

Kedua tangannya bertopang pada lututnya sambil mengucapkan kalimah :


 سبحان ربي العظيم

maha kudus tuhanku yg maha agung

Selesainya ruku’, ia mengangkat badannya sambil berkata :


 سمع الله لمن حمده, ربنا ولك الحمد

allah maha mendengar orang yang memuji-nya (mengabulkan segala permintaannya)”.

Kemudian beliau berdiri tegak sambil mengucapkan kalimah :


ربنا ولك الحمد
 “ya tuhanku bagimu segala puji”.

Lalu dia melakukan sujud menggunakan meletakkan keningnya pada tanah sembari mengucapkan kalimah :


 سبحان ربي الأعلى

“maha kudus tuhanku serta maha luhur”.

     Setelah itu, beliau harus mengangkat kepalanya, terus duduk, dan  beliau berdiam sejenak (tuma’ninah), kemudian melakukan sujud buat yg kedua kalinya, dan  pada sujud ini dia membaca kalimah sebagaimana sujud pertama. Sujud merupakan saat-waktu yang paling dekat menggunakan seorang hamba menggunakan tuhannya, berdasarkan pandangan islam.

Semua perbuatan ini, secara holistik dinamakan raka’at shalat. Kemudian seseorang wajib melakukan perbuatan mirip semula. Dalam shalat shubuh dua raka’at; shalat zhuhur empat raka’at, shalat ashar empat raka’at, shalat maghrib tiga raka’at serta shalat isya’ empat raka’at.

Itulah sekedar kabar singkat tentang shalat. Sengaja kami jelaskan secara singkat tanpa memberikan hal-hal lain yang masih termasuk dalam pekerjaan shalat, sebab pembahasannya terlalu panjang. (bagi para pembaca yg ingin memperdalam pengetahuan bab shalat, silakan baca kitab   ruh al ‘ibadah, sang pengarang, dan  buku-buku lainnya yang membahas persoalan ini. )

Di dalam agama islam, shalat dilakukan oleh setiap individu muslim yang wajib  dihayati tanpa membutuhkan pertolongan orang lain. Seluruh pekerjaan shalat itu, terkandung rahasia-rahasia yg dalam, sebagai akibatnya membutuhkan seorang pakar kepercayaan  yg mampu menyampaikan penjelasan. Karenanya, setiap individu muslim wajib  melaksanakan sendiri kewajiban ini.

Sebagai perindu sholat dan  perindu allah

Sebagai perindu sholat dan perindu allah

AJARAM MUSLIM - Sebagai perindu sholat dan  perindu allah

     Pada kesempatan yang latif ini, mencoba memaparkan tentang cara menjadi orang yang selalu rindu pada allah swt. Yg merindukan sholat termasuk cara mencapai sholat yang khusyu’ dan  juga ciri-ciri orang yg selalu merindukan sholat. Ibadah sholat ialah mi’rajnya kaum muslimin ke hadirat allah swt. Sholat adalah alah satu kunci dalam meraih surga  terutama bagi hamba-hamba allah yg khusyu’ dalam mengerjakan sholat.

Pengertian sholat secara bahasa mirip yang telah kita ketahui ialah sholat ialah doa. Terdapat juga yg merelasikan kata sholat menggunakan istilah washala yg asal berasal istilah dasarnya yg adalah artinya bersatu serta tiba.

Pada rangka buat mencapai sholat yang khusyu’, terlebih dahulu yg pertama adalah melihat ke dalam hati kita masuk ke pada kategori apakah hati kita?. Apakah kategori hati yg rindu kepada allah swt ataukah masuk ke pada kategori hati yang takut kepada allah swt?

Pada pada ilmu tasawuf, ada mazhab yang namanya mazhab cinta. Penganut mazhab ini merupakan orang-orang yg mendekat pada allah asal unsur cinta. Apabila kita menginginkan kekhusyukan, maka hendaknya kita menyebarkan keliru satu sifat ini. Bila kita merindukan allah swt, maka kita seharusnya menyayangi allah swt. Serta segala sesuatu yg berhubungan dengan allah swt.

Berdasarkan ibnu arabi, pembagian cinta di bagi sebagai tiga jenis cinta, yaitu :


Cinta natural.


     Pada kata ibnu arabi dianggap al-hubb al-tabi’i yaitu cinta yang sifatnya natural. Model cinta natural ialah cinta seseorang ayah pada anaknya, atau cinta seseorang kepada seorang yg lain yang berbuat kebaikan kepadanya. Ciri dari cinta natural artinya sangat bersifat subyektif dan  cintanya artinya mementingkan diri. Di hewan jua mempunyai cinta natural mirip ini.

Cinta yg seperti ini merupakan rasa cinta pada orang lain yang berbuat kebaikan karena merasa mendapat laba atau diuntungkan. Menurut ibnu arabi, apabila cinta seseorang kepada sesuatu atau orang lain dikarenakan diuntungkan atau pamrih, maka cinta seperti ini artinya tidak lebih dari cinta binatang.


Cinta supranatural


     Cinta ini tidak dimiliki sang hewan serta hanya dimiliki oleh insan. Model cinta supranatural misalnya cinta seorang bunda yg menyayangi anaknya tanpa mengharapkan pamrih atau balasan berupa laba. Seorang bunda yang demikian tidak akan mengharapkan kepada anaknya agar memberi keuntungan kepada dirinya nanti, namun cintanya artinya semata-mata keikhlasan mak   buat merawat anaknya.

Maka hendaknya buat selalu rindu pada allah swt. Usahakan dan  seharusnya seorang muslim berbagi cinta supranatural seperti ini.

Cinta tak mampu dibayangkan


     Berdasarkan bunda arabi, cinta mirip ini merupakan cintanya rasulullah nabi muhammad saw. Kepada allah swt. Serta atau cintanya waliyullah atau para kekasih allah swt. Cinta seperti ini disebut cinta hubb al-yang kuasa. Hati yg tidak melihat ibadah sholat semata menjadi keharusan atau kewajiban, namun menjadi media untuk bertemu pada allah swt.

Rasulullah nabi muhammad saw. Mengatakan bahwa sholat merupakan adalah lahan nyawa dan  cahaya matanya. Oleh karena itu, bila datang waktunya sholat, nabi berkata : qurratu ‘aini al-shalah yg merupakan cahaya mataku ialah sholat.

Karakteristik atau tanda-tanda orang yg merindukan sholat dan  rindu allah

Tanda atau ciri orang yg rindu sholat dan  rindu allah diantaranya :

     Mereka acapkali menunggu ketika datangnya sholat. Layaknya mirip orang yg selalu menantikan kedatangan dari oleh kekasih. Sholat dijadikan sebagai ajang atau media bertemu dengan kekasih yaitu bertemu dan  berkomunikasi menggunakan allah swt. Hal mirip inilah yang disebut menggunakan hati yg rindu atau qalbun isyqiy

Mereka bersungguh-sungguh menggunakan allah kekasihnya. Rasulullah saw. Merupakan pribadi yg sempurna, serta pada setiap sholatnya dia senantiasa berdoa pada allah : ya allah, berikanlah saya kesungguhan dalam ibadahku.

Senang serta suka  bersendirian menggunakan allah (kekasihnya). Sehingga orang yg rindu kepada sholat dan  rindu kepada allah, mereka senantiasa berkhalwat serta menumpahkan semua pendalaman jiwanya dengan mengerjakan sholat tahajud.

Pada sebuah kitab karangan abu said al-kharraj mengambarkan bahwa pengertian sholat secara tarekat adalah keakraban serta syari’at merupakan dedikasi, sedangkan secara hakikat artinya penyatuan ke haribaan ilahi.

Menurut abu said al-kharraj, dalam kitabnya tersebut, sholat seorang dikatakan legal, manakala sholat yg beliau lakukan dapat membentuk pribadinya sebagai pribadi yang berperilaku positif serta bisa menghindari serta terhindar asal melakukan perbuatan-perbuatan yang negatif.

Jua berdasar abu said, sholat yg khusyu’ akan bisa mencapai al-uns yg adalah ialah keintiman. Serta orang yang yg bisa menyebarkan qalbun isyqiy, maka mereka akan dapat merasa dan  meraih keintiman serta berbahagai dengan kekasihnya yaitu allah swt.Subhanallah wabihamdihi....

Istiadat istinja' serta membuang hajat

Istiadat istinja' serta membuang hajat

AJARAM MUSLIM - Istiadat istinja' serta membuang hajat


Ada tata-kesopanan yang disuruh laksanakan sebaik-baiknya oleh setiap muslim, di kala membuang hajatnya serta beristinja’, yaitu:

1. Kesopanan yg berkaitan menggunakan daerah buang hajat

Saat buang air kecil maupun besar , hendaklah menghindari: A. Jalan yang dilewati orang, atau tempat duduk mereka, karena hal itu akan merusak mereka Muslim (269) dan  lainnya telah meriwayatkan asal abu hirairah ra, bahwa nabi saw bersabda:

اِتَّقُوااللَّعَّانَيْنِ، قَالُوا: وَمَاللَّعَّانَانِ؟ قَالَ الَّذِى يَتَحَلَّى فِىْ طَرِيْقِ النَّاسِ اَوْفِى ظِلِّهِمْ

hindarilah sang kamu sekalian dua kasus yg mendatangkan kutukan”. Para teman bertanya: “apakah dua perkara yg mendatangkan kutukan itu?” jawab nabi: “orang yang membuang hajatnya di jalan yang dilalui orang, atau ditempat mereka berteduh”.

B. Lubang pada tanah atau dinding atau semisalnya, karena kadang-kadang mendatangkan bahaya.

Boleh jadi, di situ terdapat hewan yang berbahaya, mirip ketonggeng atau ular, yg akan keluar lalu menyakiti orang yang tidak sopan itu: atau boleh jadi, pada situ terdapat hewan lemah yang ersiksa karena itu.Abu daud (29) sudah meriwayatkan asal abdullah bin sarjis, beliau mengatakan:

 نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْ يُبَالَ فِى الْجُحْرٍ

Rasulullah telah melarang mengencingi lubang. Maksudnya, lubang di tanah

C. Pada bawah pohon yang berbuah, demi menjaga supaya buahnya itu tidak kotor saat jatuh, baik butir itu bisa dimakan atau pun yang diambil fungsinya. Menggunakan demikian, hati kita tidak merasa jijik kepadanya.

D. Air yang tergenang. Sebab, akan mengakibatkan hati kita merasa jijik kepadanya, Bila air itu poly serta tidak bisa berubah sang najis. Serta akan mengakibatkan air itu tidak berguna, Jika mampu berubah sebab najis, atau kurang berasal dua kulah.Muslim (281) dan  lainnya sudah meriwayatkan asal jabir ra, dari nabi saw:

 اَنَّهُ نَهَى اَنْ يُبَالَ فِى الْمَاءِ الرَّاكِدِ

Bahwasanya dia melarang kencing pada air yang tergenang.Berak di situ tentu saja lebih jelek serta lebih patut tidak boleh. Dan  embargo di sini berarti karahah. Sedang imam an-nawawi menukilkan, bahwa laranga di sini buat tahrim. (lihat: syarah muslim (3/187).

2. Kesopanan yg berkaitan menggunakan keluar-masuk ke kawasan buang hajat.

    Orang yang buang hajat, mustahab baginya mendahulukan kaki kirinya waktu memasuki jamban, dan  mendahulukan kaki kanan waktu ke luar. Sebab kaki kiri lebih sempurna bagi kawasan-daerah kotor serta najis.

Serta hendaknya jangan menyebut nama allah ta’ala. Begitu pula, menyebut nama siapa saja yang dihormati.Serta mustahab jua baginya mengucapkan dzikir-dzikir serta doa-doa yg otentik berasal dari rasululah saw, sebelum masuk serta setelah ke luar berasal jamban.

 بِاسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ(رواه البخارى 142 ومسلم 375

Menggunakan menyebut nama allah, ya allah, sesungguhnya saya berlindung kepada-mu asal setan-setan lelaki serta setan-setan perempuan   (h.R. Al-bukhari: 142, dan  muslim: 375)

Al-khutbuts: jamak dari khabits. Dan al-khaba’its: jamak dari khabitsah. Sedang maksudnya setan-setan lelaki dan  perempuan  . Dan sehabis ke luar dari jamban, ucapkanlah:

 غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذَى وَعَافَانِى، الْحَمْدُ لِلَّهِ الََّذِى اَذَاقَنِى لَذَّتَهُ، وَاَبْقَى فِىَّ قُوَّتَهُ، وَدَفَعَ عَنِّى اَذَاهُ(رواه ابو داود 30 والتّرمذى 7 وابن اجه 301 والطبرانى)

Saya memohon kepada-mu. Segala puji bagi allah yg telah menghilangkan dariku penyakit serta memberiku kesehatan. Segala puji bagi allah yg telah membentuk saya dapat merasakan kelezatannya, meninggalakan padaku kekuatannya, dan  menolak dariku bahayanya. (h.R. Abu daud: 30, at-thirmidzi: 7, ibnu majah: 301, serta at-thabrani).

3. Kesopanan yang berkenaan dengan arah.

     Membuang hajat haram dilakukan menggunakan menghadap atau pun membelakangi kiblat, Bila hal itu dilakukan di daerah terbuka dan  tak ada penutupnya yg relatif tinggi sampai menutupi aurat waktu itu. Begitu juga, Jika dilakukan pada bangunan yg tak sengaja disediakan untuk buang hajat, sedang kondisi-syarat epilog – sebagaimana tadi tadi – tidak terpenuhi. Serta dipersyaratkan pula, jauhnya asal penutup itu tidak lebih asal 3 hasta orang biasa (= ± 150 centimeter). Adapun Bila bangunan itu sengaja disediakan untuk buang hajat, maka boleh saja menghadap ataupun membelakangi kiblat. Al-bukhari (381), dan  muslim (26) sudah meriwayatkan dari abu ayub al-anshari ra, dari nabi saw, beliau bersabda:

 اِذَااَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوْاالْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوْهَا بِبَوْلٍ اَوْ غَائِطٍ، وَلَكِنْ شَرِّقُوْااَوْ غَرِّبُوْأ

Jika engkau  mendatangi tempat buang hajat, maka janganlah kamu menghadap atau membelakangi kiblat, ketika buang air kecil atau pun akbar. Akan tetapi, menghadaplah ke timur atau ke barat. (dikatakan ke timur atau ke barat, karena hadits ini disampaikan di madinah yang terletak disebelah utara kiblat. –pen)

Hal tadi pada atas merupakan khusus tentang tempat terbuka atau tempat-kawasan lain yang semakna dengannya, yang tidak berdinding. Adapuin dalil pengkhususan itu ialah hadits yg sudah diriwayatkan oleh al-bukhari (148) dan  muslim (266) serta lainnya, asal ibnu umar ra, beliau mengatakan:

اِرْتَقَيْتُ فَوْقَ ظَهْرِ بَيْتِ حَفْصَةَ لِبَعْضِ حَاجَتِى فَرَاَيْتُ النَّبِيََّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَدْبِرَ الْقِبْلَةَ مُسْتَقْبِلَ الشَّامِ

Jadi, hadits yg pertama diartikan bagi tempat yang tidak disengaja disediakan buat buang hajat, serta tempat-kawasan lain yg semakna dengannya, yg tidak ada dindingnya. Sedang hadits kedua diartikan bagi kawasan yang sengaja disediakan untuk itu, serta tempat-daerah lain yang semakna dengannya. Pengertian ini ialah pengakuran pada antara dalil-dalil. Pada di itu permanen saja makruh membuang hajat – dengan menghadap atau membelakangi kiblat – di daerah yang tidak disediakan buat itu, sekalipun berdinding

4. Kesopanan yg berkenaan menggunakan perilaku orang yg buang hajat.

    Orang buang hajat hendaknya bersandar di kaki kirinya, dengan menegakkan kaki kanan. Jangan memandang ke langit, ke farjinya maupun pada kotoran yang keluar darinya. Sebab hal itu tidak patut dilakukan. Dan  makruh pula bagi orang-orang yang buang hajat, berbicara atau melakukan pekerjaan selagi membuang hajatnya.Mulim (370) serta lainnya telah meriwayatkan berasal ibnu umar ra:

 اَنَّ رَجُلً مَرَّ وَرَسُوْلُ الله صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُوْلُ: فَسَلَّمَ عَلَيَهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

Bahwasanya ada seseorang lelaki lewat saat rasulullah saw buang air mungil. Orang itu menyampaikan salam pada beliau, tetapi dia tak menjawabnya.Dan diriwayatkan jua oleh abu daud (15) serta lainnya, dari abu sa’id ra, dia berkata; pernah saya aku  mendengar nabi saw bersabda:

 لاَيَخْرُجُ الرَّجُلاَنِ يَضْرِبَانِ الْغَائِطَ، كَاشِفَيْنِ عَنْ عَوْرَتِهِماَ يَتَحَدَّثَانِ فَاِنَّ اللهََ عَزَّ وَجَلَّ يَمْقُتُ عَلىَ ذَلِكَ.

Jangan hendaknya 2 orang lelaki keluar buat mendatangi kawasan buang hajat, menggunakan menyingkapkan auratnya sambil mengobrol. Sebab allah ‘azza wa jalla memurkai perbuatan seperti itu.Dan  perbuatan-perbuatan lain bisa dikiaskan kepada berbicara ini. Seperti makan, minum, mengobrol dan  lain sebagainya.

5.Memakai tangan kiri waktu beristinja’

     Orang yg buang hajat hendaklah memakai tangan kirinya saat membersihkan tempat keluarnya kotoran, baik menggunakan air juga menggunakan batu serta semisalnya. Sebab, tangan kiri lebih patut buat itu. Dan  makruh memakai tangan kanan buat pekerjaan ini. Demikian pula makruh mengusap zakarnya menggunakan tangan kanan. Dan  jikalau pun benar-benar memerlukan memegang zakar, sebab harus membersihkannya menggunakan batu atau benda padat lain semisalnya, maka peganglah benda itu menggunakan tangan kanan tanpa menggerakkannya, kemudian peganglah zakar dengan tangan kiri, serta gerakkanlah beliau sampai tempat keluarnya kotoran itu.

 اِذَابَالَ اَحَدُكُمْ فَلاَ يَأْخُذَنَّ ذَكَرَهُ بَيْمِيْنِهِ وَلاَ يَسْتَنْجِ بِيَمِيْنِهْ

Apabila seseorang asal kamu sekalian kencing, maka janganlah sekali-kali memegang zakarnya menggunakan tangan kanannya, jangan juga beristinja’ menggunakan tangan kanannya.

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
close