Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Lima perkara ini menjadi penghambat perjalanan dan menimbulkan penyakit

Lima perkara ini menjadi penghambat perjalanan dan menimbulkan penyakit

AJARANMUSLIM - Lima perkara ini menjadi penghambat perjalanannya dan menimbulkan penyakit di dalamnya



Lima perkara ini menjadi penghalang antara hati dan Allah, menghambat perjalanannya dan menimbulkan penyakit di dalamnya. Inilah uraiannya.

1. Terlalu Banyak Bergaul dengan manusia.


Hal ini bisa memenuhi hati dengan polusi napas Bani Adam, sehingga hati mereka menjadi hi-tam, lalu menimbulkan perselisihan, kepekatan, perpecahan dan be-ban yang berat untuk dipikul. Akibat yang ditanggungnya adalah gesek-an dengan teman-teman yang jahat, banyak kemaslahatannya yang terbuang siasia, sibuk dengan urusan mereka, pikiran terpecah untuk memenuhi berbagai macam keinginan dan tuntutan mereka. Jika seperti ini keadaannya, lalu apa yang menyisa bagi Allah dan kampung akhirat?
Pergaulan yang didasari cinta dunia dan ambisi ini bisa berubah men-jadi permusuhan jika semua hakikat terkuak, sehingga menimbulkan penyesalan bagi sebagian di antara mereka. Yang lebih celaka lagi, jika penyesalan ini terasa setelah di akhirat. Firman Allah, “Teman-teman akrab pada hari itu, sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67).
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama- sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku.Dan, adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27- 29).
Inilah keadaan orang-orang yang bersekutu untuk mendapatkan suatu tujuan. Mereka senantiasa tampak saling bahu-membahu dan menyayangi untuk mendapatkan tujuan itu. Jika ternyata tujuan itu meleset, maka yang ada tinggal penyesalan, kesedihan dan penderitaan.
Kasih sayang itu pun berubah menjadi kebencian, kutukan dan celaan sebagian terhadap sebagian yang lain. Cukup banyak bukti tentang hal ini. Untuk mencari keseimbangan dalam masalah pergaulan ini atau pergaulan yang bermanfaat ialah bergaul dengan manusia dalam kebaikan, seperti menghadiri shalat Jum’at, jama’ah, haji, mempelajari ilmu, berjihad, nasihat-menasihati, menjauhi mereka dalam keburukan dan hal-hal mubah yang kelewatan. Jika seseorang terpaksa harus bergaul dengan mereka dalam keburukan dan tidak mungkin untuk menghindar, maka dia harus waspada agar jangan sampai menyerupai mereka dan dia harus bersabar menghadapi gangguan mereka. Sebab sudah selayaknya jika mereka mengganggunya, terlebih jika dia tidak mempunyai kekuatan dan pendukung. Sebab jika dia berbuat seperti yang mereka perbuat, hanya akan mendatangkan kehinaan dan celaan orangorang Mukmin dan Allah.

2. Mengarungi hamparan lautan harapan dan angan-angan yang tidak bertepi.


Ini merupakan lautan yang diarungi orang yang bangkrut, sebagaimana yang dikatakan dalam pepatah, “Angan-angan merupakan modal orang yang bangkrut.” Barang dagangan para penumpangnya adalah janji-janji syetan dan hayalan yang menipu. Gelombang anganangan dusta dan hayalan batil terus bergulung-gulung, mempermainkan penumpang, seperti anjing yang mempermainkan bangkai. Angan-angan ini disesuaikan dengan kondisi setiap orang. Ada yang berangan-angan memegang kekuasaan, ada yang berangan-angan memiliki harta yang menumpuk, memiliki istri-istri yang cantik dan lain sebagainya. Setiap orang menciptakan di dalam jiwanya gambaran yang diinginkannya. Seakan-akan dia beruntung mendapatkannya. Tapi ketika dia tersadar, ternyata tangannya hampa dan hanya memegang bantal.
Tapi orang yang memiliki hasrat yang tinggi, maka angan-angannya berkisar pada ilmu dan iman serta amal yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allah. Dikatakan dalam syair, “Angan-anganku adalah iman, hikmah dan cahaya sedang angan-angan
mereka adalah tipuan belaka.”
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah memuji orang yang mengangan- angankan kebaikan, sehingga dalam kondisi tertentu, dia mendapatkan pahala seperti pahala yang didapatkan orang yang mengerjakan kebaikan itu, seperti perkataannya, “Andaikan aku mempunyai harta yang melimpah, tentu aku akan membelanjakannya seperti yang dilakukan Fulan karena Allah semata, digunakan untuk menyambung tali persaudaraan dan menshadaqahkannya menurut haknya.”

3. Bergantung kepada selain Allah.


Ini merupakan perusak hati yang paling besar dan tidak ada yang lebih berbahaya selain dari hal ini, tidak ada yang lebih menghambat kemaslahatan dan kebahagiaannya selain dari hal ini. Jika hati bergantung kepada selain Allah, maka Allah menyerahkannya kepada sesuatu yang dijadikan sebagai gantungannya. Padahal apa yang dijadikan sebagai gantungan itu dihinakan Allah dan dia tidak mendapatkan maksudnya karena dia beralih kepada selain Allah, sehingga dia tidak mendapatkan apa yang ada di sisi Allah dan tidak mendapatkan dari apa yang dijadikannya sebagai gantungan seperti yang diharapkannya. Firman Allah,
“Dan, mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (para pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahansembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.” (Maryam: 81-82).
Orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Orang yang bergantung kepada selain Allah seperti orang yang berlindung dari panas dan dingin dengan rumah laba-laba, karena rumah laba-laba merupakan rumah yang paling rapuh. Secara umum, landasan dan fondasi syirik adalah bergantung kepada selain Allah, sehingga pelakunya mendapat kehinaan dan celaan.
“Janganlah kamu adakan sesembahan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).” (Al-Isra’: 22).

4. Perusak hati yang keempat adalah makanan yang berlebihan.


Ada dua macam kaitannya dengan makanan ini: Pertama, jenis makanannya itu sendiri seperti makanan yang diharamkan. Makanan yang diharamkan ini juga ada dua macam: Yang haram menurut hak Allah, seperti bangkai, darah, babi, binatang buas yang bertaring dan burung yang bercakar tajam. Yang haram menurut hak manusia, seperti barang curian dan yang diambil tidak berdasarkan ridha pemiliknya. Kedua, makanan yang merusak karena pertimbangan porsi dan jumlahnya serta yang melebihi batasnya, seperti berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan yang halal dan makan terlalu kenyang, karena bisa memberatkannya untuk mengerjakan ketaatan dan membuatnya sibuk dengan urusan makanan semata, sehingga bisa membuat badannya menjadi gemuk dan menguatkan dorongan syahwat, yang berarti membuka jalan yang lapang bagi syetan. Sebab syetan bisa menyusup ke dalam tubuh manusia lewat aliran darahnya. Maka tidak heran jika puasa mempersempit dan menghalangi jalannya, sementara perut kenyang melapangkan jalan bagi syetan. Siapa yang makan banyak dan minum banyak, membuatnya banyak tidur, lalu banyak menye-sal.
Di dalam hadits yang masyhur telah disebutkan sabda Nabi Shal-lallahu Alaihi wa Sallam,
“Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yanglebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang bisa menegakkan tulang sulbinya. Jikalau memang harus berbuat, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk napasnya.”
Dikisahkan bahwa Iblis muncul di hadapan Yahya bin Zakaria Alaihis- Salam. Beliau bertanya, “Apakah kamu bisa berbuat sesuatu terhadap aku?” Iblis menjawab, “Tidak. Hanya saja suatu malam ada makanan yang dihidangkan kepadamu. Lalu aku membuat makanan itu tampak lezat, sehingga engkau memakannya hingga kenyang, lalu engkau tertidur dan tidak melakukan wirid.”
Maka Yahya berkata, “Demi Allah, sekali-kali aku tidak akan makan hingga kenyang.”
Iblis berkata, “Dan aku, demi Allah, sekali-kali tidak akan memberi nasihat kepada anak Adam.”

5. Banyak tidur.


Karena banyak tidur membuat badan terasa berat, membuang- buang waktu secara percuma, mengakibatkan lalai dan malas serta hal-hal makruh lainnya. Yang pasti, banyak tidur tidak bermanfaat bagi badan. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat ialah jika memang diperlukan untuk tidur. Tidur pada awal malam lebih baik dan lebih bermanfaat daripada tidur pada akhir malam, dan tidur te-ngah malam lebih bermanfaat daripada dua tepinya. Yang paling banyak bahayanya adalah tidur sehabis ashar dan pada pagi hari, kecuali jika pada malam harinya berjaga.
Yang dimakruhkan adalah tidur setelah shalat subuh hingga matahari terbit, karena waktu ini seperti barang rampasan perang. Bagi orangorang yang mengadakan perjalanan kepada Allah, waktu ini mempunyai banyak keutamaan. Sehingga sekalipun sepanjang malam mere-ka berjaga, maka mereka tidak akan menggunakan waktu ini untuk dudukduduk saja, hingga terbitnya matahari, karena ini merupakan awal siang dan kuncinya, waktu turunnya rezki dan datangnya barakah.
Secara umum, tidur yang paling bermanfaat ialah pada tengah malam yang pertama dan seperenam yang terakhir, yang kira-kira selama delapan jam. Inilah waktu tidur yang paling efektif menurut ilmu kedokteran. Jika kurang atau lebih, tentu akan berpengaruh terhadap tabiat manusia. Sedangkan tidur yang tidak bermanfaat adalah pada awal malam setelah matahari tenggelam.
Doa agar menjadi istri yang sholehah

Doa agar menjadi istri yang sholehah

AJARAN MUSLIM - Doa agar menjadi istri yang sholehah


     Waktu pada masa penantian hendaklah bagi kaum wanita untuk memperbanyak berdo’a agar sebagai istri yg sholehah kelak Jika allah sudah mempersatukan menggunakan jodoh yang dinanti-nantikan. Sebab apa? Menjadi istri yang sholehah akan membawanya kepada keridhaan allah swt.

Dengan menjadi istri yang sholehah maka peluang buat memasuki syurga akan terbuka lebar, inilah bait-bait do’a supaya menjadi istri yang sholehah.

Bismillaahirrahmaanirrahiim: “yaa allah, Jika kelak engkau  persatukan aku  menggunakan beliau, berilah saya kekuatan serta keyakinan buat terus bersamanya. Jika kelak dia artinya suami yg akan membimbing tanganku dititian-mu, karuniakanlah saya sifat kasih serta ridha atas segala perbuatannya. Jika kelak beliau merupakan bidadara untukku di jannah-mu, limpahkanlah saya menggunakan sifat tunduk dan  tawaduk akan segala perintahnya. Bila kelak beliau ialah yg terbaik untukku pada dunia-mu, peliharalah tingkah laris serta istilah-kataku asal menyakiti perasaannya. Bila kelak beliau merupakan jodoh yg dirahmati sang-mu, berilah aku  kesabaran buat menghadapi segala macam persoalan. Tunjukkanlah aku  jalan yg terbaik buat aku  harungi segala dugaan-mu.

yaa allah, andai kata nanti dia tergoda menggunakan keindahan dunia-mu, limpahkanlah saya kesabaran untuk terus membimbingnya. Andai kata nanti beliau tunduk terhadap nafsu yang melalaikan, karuniakanlah aku  kekuatan-mu buat memperbaiki keadaannya. Nanti beliau menyintai kesesatan, bimbinglah saya untuk menarik dirinya keluar dari keterlenaannya.

yaa allah, kamu yg maha mengetahui apa yang terbaik untukku, engkau  jua yg maha mengampuni segala kekhilafan dan  keterlanjuranku. Andai kata saya tersilap berbuat keputusan, bimbinglah saya ke jalan yg kamu ridhai. Andai kata aku  lalai dalam tanggungjawabku menjadi isteri, hukumlah saya didunia tetapi bukan diakhirat-mu.  Saya ingkar dan  durhaka, berikanlah saya petunjuk kearah rahmat-mu.

yaa allah, sesungguhnya saya lemah tanpa petunjuk-mu, aku  buta tanpa bimbingan-mu, saya cacat tanpa hidayah-mu, saya hina tanpa rahmat-mu.

yaa allah, kuatkan hati dan  semangatku, tabahkan aku  menghadapi segala cobaan-mu, jadikanlah saya istri yang disenangi suami, bukakanlah hatiku buat menghayati kepercayaan -mu, bimbinglah saya sebagai isteri solehah. Hanya di-mu yaa allah ku mohon segala harapan sebab aku  pasrah menggunakan dugaan-mu, karena saya sadar hinanya aku , karena saya hanyut menggunakan keindahan global-mu, sebab kurang kesabaranku menghadapi cobaan-mu, karena pendek akalku mengarungi ujian-mu.”

yaa allah yaa tuhanku, aku  hanya ingin menjadi istri yg dirahmati, istri yang dikasihi, istri yang sholehah, istri yg sentiasa dihati suami.

Aamiin yaa rabbal’aalamiin


Doa sebagai obat penyembuh penyakit

Doa sebagai obat penyembuh penyakit

AJARAM MUSLIM - Doa sebagai obat penyembuh penyakit

     Mungkinkan doa mampu menyembuhkan penyakit? Apakah relatif dengan hanya berdoa kepada allah swt, maka kesembuhan akan tiba? Dari beberapa penelitian serta survei diketahui bahwa kegiatan berdoa bisa mengaktifkan sistem limbik otak yg mengatur pencerahan seorang terhadap dirinya, termasuk terhadap waktu serta lingkungannya. Metabolisme tubuh secara menyeluruh ikut berkiprah menuju ekuilibrium, seterusnya menuju pada kesembuhan.

Asal pendalaman akan asal-asal psikoterapi, apa yang terucap pada doa dapat mendatangkan ketenangan jiwa. Kenyamanan jiwa inilah yg diyakini mampu menyembuhkan penyakit, terutama terhadap orang-orang yg meyakini bahwa doanya akan dikabulkan sang allah swt.

Ad interim itu, proses psikologis yang terkandung pada pada doa pula turut membangun hubungan yg bertenaga antara hamba dengan tuhannya. Proses tadi mampu terwujud Jika terdapat kejernihan hati dan  pikiran seorang hamba waktu berdoa kepada allah swt. Selanjutnya hal itu akan merangsang syaraf-syaraf parasimpatis yang mengakibatkan ketenangan hati bagi yg berdoa. Meningkat dan  berkualitas doa yg dipanjatkan, jua terpenuhinya kondisi-syaratnya, maka semakin mustajab doa, sebagai akibatnya mengantarkan di kesembuhan. 

Poly contoh kasus sembuhnya penyakit berkat doa dapat dilihat di artikel berikutnya tentang: ’’kisah-kisah keajaiban doa”.

Kesimpulannya, doa sangatlah bermanfaat pada proses penyembuhan penyakit. Kegiatan berdoa yang diikuti dengan penyerahan diri pada allah swt, dan  senantiasa bersyukur atas pemberian -nya, akan menjadi daur dalam proses penyembuhan penyakit. Dengan begitu, insya allah kesembuhan akan cepat terjadi.

Tetapi, keinginan sembuh berkat doa permanen pulang pada tekad serta keyakinan seseorang. Bila ia meyakini dengan rasa suka  serta syukur, tentu allah swt tak akan tinggal membisu membiarkan hamba-nya yg tengah membutuhkan pertolongan. Perasaan suka  yang tersalur ke otak itu akan memicu rasa optimis, yg mampu sebagai upaya penyembuhan.

Berdoa dengan rasa senang  serta konfiden menggiring pada kenyataan terwujudnya doa itu. Manakala kita merasa bahagia dalam berdoa, secara psikologis jiwa akan merasa tenang serta dapat beraktivitas dengan percaya diri. Otak akan terasa segar sebagai akibatnya bisa berpikir jernih. Hal inilah yang mengantarkan pada kenyaman fisik, tanggal berasal stres.

Jadi, keyakinan pada allah swt sebagai penguasa atas segala sesuatu, jua penyembuh banyak sekali penyakit, turut membantu kesembuhan suatu penyakit. Keajaiban semacam ini hanya akan diberikan oleh allah swt kepada hamba-nya yang terpilih, yakni yang meyakini sepenuh hati di kekuatan-nya yang maha tinggi. Makanya, setiap hamba dianjurkan buat ’’menghadirkan” allah swt ketika berdoa. Maksudnya, merasa seolah melihat allah swt waktu berdoa, sehingga bisa bersungguh-benar-benar pada melafalkan bait-bait doa, dan  meyakini bahwa allah swt absolut mendengar serta akan mengabulkannya.

Segala penyakit tidak akan menimpa seseorang, kecuali atas kehendak atau biar   allah swt. Maka, dia juga yg akan melenyapkan pulang penyakit tersebut, atau mencegahnya asal para hamba-nya. Tidak terdapat tabib, benda, atau obat apa pun yang mampu menyembuhkan/melenyapkan penyakit, kecuali atas biar   allah swt. Menggunakan istilah lain, hanya allah swt yg menghendaki suatu obat menjadi manjur buat kesembuhan hamba-nya.

Pada dasarnya, seluruh penyakit bisa diatasi, kecuali Bila takdir allah swt yg memang mengharuskan seseorang menemui kematian. Dengan demikian, obat hanyalah bersifat mediator. Hal ini dinyatakan pada pada al-qur’an, sebagai berikut:

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا ٨٢

Artinya: serta kami turunkan asal al-qur’an suatu yang sebagai penawar dan  rahmat bagi orang-orang yang beriman dan  al-qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yg zalim selain kerugian. (qs. Al-isra, 17: 82)

Pula firman allah swt:


قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدٗى وَشِفَآ

Artinya: katakanlah, ‘al-qur’an itu artinya petunjuk serta penawar bagi orang-orang yg beriman.’ (qs. Fushshilat, 41: 44)

Contoh yang dapat dijadikan panduan bahwa segala penyakit artinya milik allah swt, tergambar pada kisah nabi ayyub Alaihi Salam yg sempat ditimpa penyakit berat. Penyakit nabi ayyub AS yang dideritanya selama 18 tahun baru disembuhkan oleh allah swt selesainya dia berdoa buat disembuhkan.

۞وَأَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ . فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ فَكَشَفۡنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرّٖۖ وَءَاتَيۡنَٰهُ أَهۡلَهُۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا وَذِكۡرَىٰ لِلۡعَٰبِدِينَ

Ialah: serta (ingatlah kisah) ayyub, waktu beliau menyeru tuhannya: ’(ya tuhanhu), sesungguhnya saya sudah ditimpa penyakit serta kamu merupakan yang kuasa yg maha penyayang pada antara seluruh penyayang’ maka kami pun memperkenankan seruannya itu, kemudian kami lenyapkan penyakit yang ada padanya serta kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan kami lipat gandakan bilangan mereka, menjadi suatu rahmat berasal sisi kami, serta buat menjadi peringatan bagi seluruh yang menyembah allah.” (qs. Al-anbiya, 21: 83-84)

Kisah nabi ayyub AS dapat menjadi panduan bagi insan biasa buat senantiasa tidak melupakan allah swt, serta selalu mengandalkan doa dalam hidup mereka. Sebab, bahkan seseorang menggunakan derajat nabi mirip nabi ayyub Alaihi Salam pun permanen bersandar pada allah swt dengan mengadukan beban penyakit yang dideritanya pada doa.

Hikmah Doa yang Belum Dikabulkan

Hikmah Doa yang Belum Dikabulkan


AJARAM MUSLIM - Hikmah Doa yang Belum Dikabulkan

     Terlambat terkabulnya doa, belum terkabulnya doa atau tidak dikabulkannya suatu doa bukanlah akhir berasal segala-galanya. Hal ini harus dicamkan dan  dipahami baik-baik. Pertanyaan yg diajukan sebaiknya merupakan: apa nasihat yang dapat kita ambil pada balik  belum terkabulnya, terlambatnya atau tidak dikabulkannya doaku sang allah swt?, bukan “kapan ya doaku dilmbulkan-nya?”.

     Menjadi hamba allah swt, kita pula wajib  mempertanyakan diri kita, apakah pantas mendapat pengabulan doa yg cepat. Kita harus sadar bahwa kita ialah makhluk yang kecil, teramat kerdil di hadapan allah swt sang pencipta, sebagai akibatnya tidak pantas buat mendikte-nya. Jangankan lagi pada allah swt yang mempunyai seluruh isi bumi, semesta raya, bahkan jiwa-jiwa insan, kepada atasan seperti majikan atau bos saja kita masih sering kali bersikap segan.

     Allah swt berhak memberi atau tidak memberi harta yang beliau punya. Merogoh atau meminjamkan kembali nyawa yg dia titipkan. Layaknya jutawan kaya-raya yang memperlakukan hartanya, allah swt berhak menggunakan harta-nya sesuka hati. Apakah dia akan menyampaikan atau tidak Jika ada yang meminta, terpulang pada-nya. Tidak ada kewajiban sedikit pun bagi allah swt buat mengeluarkan sebagian harta-nya. Adapun Jika dia menyampaikan pada hamba yg dikehendaki-nya, itu soal lain. Oleh karena itu, menjadi hamba kita tidak boleh protes manakala doa yg kita panjatkan ternyata ditunda, atau belum dikabulkan dan  bahkan tidak dikabulkan sang allah swt.

     Oleh khalik allah swt maha bijak, maha pengasih dan  penyayang, serta maha memahami segalanya. Sehingga, dikabulkan atau belum terkabulnya dan  bahkan tidak terkabulnya suatu doa, tidak terlepas dari rasa saying allah swt, kebijaksanaan allah swt, pengetahuan allah swt, buat kebaikan hamba-hamba-nya. Pada hal ini, seorang hamba tidaklah relevan mempersoalkan dikabulkan atau tidaknya suatu doa. Hal yang paling krusial dilakukan oleh seseorang hamba merupakan mengevaluasi diri dan  mencari dan  melusuri pesan yang tersirat-hikmah di pulang belum terkabulnya, terlambat dikabulkan serta tertolaknya suatu doa.

      Pesan yang tersirat lain yg dapat diambil di balik  tidak dikabulkan atau tertolak atau lambatnya pengabulan doa artinya buat meringankan beban seorang hamba. Boleh jadi doa yg tertolak saat ini ternyata malah mendatangkan kebahagiaan pada kemudian hari. Mampu pula apabila dikabulkan sempurna ketika, justru malah membawa kemudaratan atau keburukan. Mungkin pula, doa belum dikabulkan atau ditolak karena beban dosa yang dipikul seorang hamba teramat berat, atau hatinya tak jarang lalai pada berdoa.

      Kemungkinan lain ialah bahwa boleh jadi Jika doa dikabulkan, justru akan menambah dosa, atau menghilangkan sesuatu yang jauh lebih baik. Sehingga tidak makbulnya doa justru menjadi lebih baik.Terakhir, mungkin saja pengabulan doa sengaja dilambatkan sang allah swt agar hamba-nya bisa mendekatkan diri pada-nya. Sebaliknya, Bila segera dikabulkan mungkin malah akan membuatnya jauh dari allah swt. Banyak sekali bukti yg membagikan hal tadi.

      Allah swt lebih mengetahui apa yang membentuk hamba-nya jauh berasal-nya. Karena itu, beliau mendatangkan ujian demi mendekatkan hamba pada-nya. Musibah terbesar bagi seorang hamba intinya bukanlah penderitaan fisik maupun psikis yg dideritanya, melainkan jika seseorang hamba jauh dari sang penciptanya allah swt.

      Dari tsauban ra, rasulullah saw bersabda: ’tidak terdapat yg bisa mencegah takdir, kecuali doa. Tidak terdapat yang dapat menambah umur, kecuali kebaikan. Serta seorang benar-benar akan dihalangi berasal rezeki, disebabkan sang dosa yg diperbuatnya. (hr. Al-hakim, 1/493)

Yuk kita selalu berbaik sangka pada allah swt. Karena allah yg mengetahui yg terbaik buat hamba-nya.
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
close